Panasnya Kursi Pengadilan Pilatus

0
149
Daniel_B_photos / Pixabay

Kaum Farisi dan Saduki menuduh Yesus sebagai penista agama dan penghujat Allah. Mereka menghasut rakyat agar mendukung rencana licik mereka untuk membelenggu Yesus. Rakyat yang tergolong minim pengetahuan dan mudah terprovokasi pun menghendaki Yesus dihukum mati.

Seketika teriakkan ‘Hosana’ berubah menjadi ‘Salibkan dia.’ Pengadilan Pilatus tidak dapat menjamin hak asasi manusia. Meskipun ia tidak menemukan kesalahan dari tindakan Yesus, namun ia terprovokasi pula karena pengaruh kaum Farisi dan Saduki serta rakyat.

Pilatus terpaksa memberikan pilihan kepada mereka. Dalam tahanan ada seorang bernama Barabas yang dipenjara karena pemberontakan. Ia berharap Yesus, seorang rabbi bijaksana akan terbebas.

Namun pilihan tersebut menjadi bumerang bagi Pilatus. Rakyat menghendaki Barabas, seorang penjahat sebagai jawara yang harus dibebaskan. Yesus, sang bijaksana dibelenggu karena rasa dengki. Barabas dipilih karena rakyat lebih menghendaki kebusukan dan kejahatan.

Rakyat pada kisah itu adalah kita. Kita yang sering menghakimi sesama, kita yang sering berlaku tidak adil, kita yang sering menyebarkan kebencian, dan kita yang merendahkan harkat dan martabat sesama.

Mari sejenak kita memeriksa diri kita, benarkah kita telah bertindak sesuai tuntutan Yesus, sang guru? Atau selama ini, kita justru sering mengikuti tindakan kaum Farisi dan Saduki?.

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289