21.2 C
New York
Saturday, July 31, 2021

Paus Fransiskus Meluncurkan Tahun “Keluarga Amoris Laetitia”

Paus Fransiskus meresmikan Tahun “Keluarga Amoris Laetitia” dengan pesan kepada para peserta dalam webinar bertema “Cinta Sehari-hari Kita” (Our daily love), di mana dia mendorong semua orang untuk mendukung keluarga dan menemani mereka di sepanjang perjalanan hidup.

***

Lima tahun setelah penerbitan Seruan Apostolik pasca-sinode Paus Fransiskus, Amoris Laetitia (Sukacita Kasih), Vatikan meresmikan Tahun “Keluarga Amoris Laetitia”. Menandai dimulainya perayaan selama setahun, Paus Fransiskus mengirimkan pesan pada hari Jumat kepada para peserta webinar bertema “Our Daily Love”.

Paus Fransiskus membuka pesannya dengan menyapa para peserta, dan khususnya, Kardinal Kevin Farrell, Prefek Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga dan Kehidupan; Kardinal Angelo De Donatis, Vikaris Keuskupan Roma, dan Uskup Agung Vincenzo Paglia, Rektor Institut Teologi Yohanes Paulus II untuk Ilmu Perkawinan dan Keluarga – yang menyelenggarakan acara tersebut.

Paus mengenang publikasi Seruan Apostolik pasca-sinode Amoris laetitia tentang keindahan dan kegembiraan cinta suami-istri dan keluarga, dan mengundang semua untuk “menjalani tahun dengan membaca ulang Dokumen dan merenungkan temanya, sampai perayaan Pertemuan Keluarga sedunia ke-10 yang rencananya akan berlangsung di Roma pada tanggal 26 Juni 2022.”

Pertemuan Keluarga Sedunia

Menurut Dikasteri untuk Awam, Keluarga dan Kehidupan (Dicastery for Laity, the Family and Life), tahun 1994 dinyatakan sebagai “Tahun Keluarga Internasional” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Paus Yohanes Paulus II ingin Gereja juga merayakan Tahun Keluarga ini, sehingga Pertemuan Keluarga Sedunia (WMF: World Meeting of Families) yang pertama diadakan. Itu terjadi di Roma pada tanggal 8 dan 9 Oktober 1994 di bawah bimbingan Dewan Kepausan untuk Keluarga (Pontifical Council for the Family) yang kemudian mengorganisir semua WMF berikutnya.

Sejak itu, setiap tiga tahun, di berbagai tempat di seluruh dunia, Pertemuan Keluarga Sedunia telah diadakan, bersama dengan Kongres Pastoral-Teologi Internasional (International Pastoral-Theological Congress). Biasanya diakhiri dengan Festival Keluarga di hadapan Paus dan Perayaan Ekaristi.

Wajah baru keluarga

Paus Fransiskus mencatat bahwa “tujuan utama Dokumen ini adalah untuk mengkomunikasikan … bahwa saat ini ‘wajah baru’ pada keluarga diperlukan di pihak Gereja.” Dia menekankan bahwa mengulangi nilai doktrin saja tidak cukup. Sebaliknya, kita harus menjadi “penjaga” keindahan keluarga, dan menjaga kerapuhan dan luka “dengan kasih sayang”.

Paus Fransiskus melanjutkan dengan mengatakan bahwa ada dua aspek inti dari semua pelayanan keluarga: “kejujuran dalam pewartaan Injil dan kelembutan pendampingan.”

Dia menjelaskan bahwa, di satu sisi, “kita memberitakan kepada pasangan dan keluarga sebuah sabda yang membantu mereka memahami makna otentik dari persatuan dan cinta, tanda dan citra cinta Tritunggal dan perjanjian antara Kristus dan Gereja.”

Di sisi lain, Paus mencatat, “pewartaan ini tidak dapat dan tidak boleh diberikan dari atas atau dari luar.” Dia menjelaskan bahwa Gereja menjelma dalam sejarah, seperti halnya Gurunya. Jadi, ketika dia (Gereja) mewartakan Injil kepada keluarga, dia melakukannya dengan membenamkan dirinya dalam kehidupan nyata, mengetahui secara langsung perjuangan sehari-hari pasangan dan orang tua, masalah mereka, penderitaan mereka, semua situasi kecil dan besar yang membebani dan terkadang menghalangi perjalanan mereka. ”

“Cinta sehari-hari kita”

Dalam konteks inilah cinta sehari-hari dihidupi, kata Paus, mengacu pada judul webinar. Dia mencatat bahwa judul ini adalah pilihan yang signifikan, karena ini adalah “tentang cinta yang dihasilkan oleh kesederhanaan dan karya diam dari kehidupan pasangan, oleh komitmen sehari-hari dan terkadang melelahkan yang dilakukan oleh pasangan, ibu, ayah dan anak-anak.”

Dia berkata bahwa jika Injil diajukan sebagai “doktrin dari atas” tanpa masuk ke dalam “daging” kehidupan sehari-hari, risikonya hanya tersisa teori yang indah dan bahkan dialami sebagai kewajiban moral.

“Kita dipanggil untuk menemani, mendengarkan, dan memberkati perjalanan keluarga,” kata Paus. Tidak hanya untuk memetakan arah, tetapi untuk melakukan perjalanan bersama mereka; memasuki rumah dengan kebijaksanaan dan cinta, untuk mengatakan kepada pasangan itu: Gereja ada bersamamu; Tuhan dekat dengan Anda; kami ingin membantu Anda menjaga anugerah yang telah Anda terima.

Akhirnya, Paus menegaskan, “Mari kita menopang keluarga! Mari kita pertahankan keluarga dari semua yang membahayakan keindahannya.” Dia juga mengundang semua orang untuk “mendekati misteri cinta ini dengan kekaguman, kebijaksanaan, dan kelembutan. Dan mari kita berkomitmen untuk menjaga ikatannya yang berharga dan lembut: anak-anak, orang tua, kakek-nenek … Kita membutuhkan ikatan ini untuk hidup dan hidup dengan baik, untuk membuat umat manusia semakin bersaudara.” ***

 

Artikel ini diterjemahkan dari Pope Francis launches “Amoris Laetitia Family” year – Vatican News

RP Lorens Gafur, SMM
Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM). Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Teologi, Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini