Doa dan Kerja: Pesan Penting dari Kunjungan Yesus ke Rumah Maria dan Marta

0
601
LuckyLife11 / Pixabay

Doa dan Kerja: Pesan Penting dari Kunjungan Yesus ke Rumah Maria dan Marta: Renungan Harian Katolik, Senin 29 Juli 2019 — JalaPress.com; Injil: Luk. 10:38-42

Kunjungan Yesus ke rumah Maria dan Marta memberikan pelajaran berharga bagi kita tentang bagaimana mengasihi Tuhan. Yesus sendiri pernah berkata: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu; dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat. 22:37, 39). Jadi, pertama-tama kita mengasihi Tuhan baru sesudahnya mengasihi sesama.

Bagi Yesus, contoh terbaik dalam mengasihi Tuhan adalah seperti yang dilakukan oleh Maria. Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Namun, itu yang tidak dilihat oleh Marta. Marta sibuk melayani.

Memang, tidak ada salahnya dengan sikap Marta. Marta samakan kunjungan Yesus dengan kunjungan tamu pada umumnya; sehingga ia ‘menerima’ Yesus seperti orang-orang lain pada umumnya. Ia memperlakukan Yesus sebagai ‘sesama’-nya. Ia mengira bahwa Yesus butuh minuman dan makanan; sehingga ia sibuk melayani. Saking sibuknya, ia tidak senang melihat Maria, saudarinya, hanya duduk bercerita dengan Yesus. Marta mengeluh. Ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Yesus menegur Marta. Ia berkata: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Pelajarannya adalah: berbuat baik kepada orang lain itu baik; mengasihi sesama itu baik, tapi semua itu harus didasarkan pada kasih kita kepada Tuhan.

Apa yang dilakukan oleh Maria dan Marta merupakan perwujudan dari kasih terhadap Tuhan dan sesama. Tapi, seperti kata Tuhan Yesus, ‘Maria memilih yang terbaik’; artinya mengasihi Tuhan harus didahulukan sebelum kita mengasihi sesama. Sebab, orang yang mengasihi Tuhan sejatinya akan terdorong untuk mengasihi sesamanya; tetapi orang yang mengasihi sesama, belum tentu mampu dan mau mengasihi Tuhan. Banyak orang ateis sangat perhatian terhadap sesama, tapi mereka tidak percaya Tuhan.

Kasih kepada Tuhan ditunjukkan lewat sikap doa. Doa adalah komunikasi antara kita dengan Tuhan. Maria melakukan itu. Ia duduk mendengarkan Tuhan Yesus bercerita. Maria berdoa di dekat kaki Tuhan. Kasih kepada sesama ditunjukkan lewat pelayanan terhadap sesama. Marta melakukan itu. Ia sibuk melayani.

‘Mengasihi Tuhan’ dan ‘mengasihi sesama’ haruslah dilakukan. Doa dan pelayanan tidak boleh dipertentangkan. Hanya saja, doa harus selalu didahulukan sebelum kita melayani. Pepatah Latin berbunyi: ‘Ora et labora’. Berdoa dan bekerja. Bukan bekerja dulu baru berdoa. Apalagi kalau hanya kerja, kerja, kerja, dan tidak pernah berdoa. Setiap kerja dan pelayanan haruslah dimulai dengan doa. Semoga kita makin mengasihi Tuhan; dan menerima Dia di hati kita; sehingga pada saat yang sama, kita pun dimampukan untuk mengasihi sesama. Amin.

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & CICM Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.