3 C
New York
Monday, January 12, 2026

Renungan Masa Adven: Tuhan Datang, Ayo Bangkit!

Banyak alasan membuat kita patah hati dan patah semangat. Kita selalu merasa mempunyai alasan untuk itu. Orang Israel mengalami hal yang sama. Mereka dibuang dari negerinya sendiri. Tapi, umat Israel diberi pengharapan oleh Allah. Mereka akan hidup sebagai orang-orang yang diselamatkan sebab Allah akan berjalan bersama mereka. Tuhan memulihkan keadaan mereka.

[postingan number=3 tag= ‘adven’]

Umat Israel dibawa ke tempat pembuangan. Mereka sudah mengalami suka duka hidup ini dan tercerai berai. Allah mau mengumpulkan mereka kembali. Hidup kita mirip dengan pengalaman bangsa Israel. Kita tercerai berai dan makin menjauh dari Tuhan akibat dosa. Tuhan memberi penghiburan, yaitu Ia akan datang untuk membebaskan kita. Syarat dan ketentuan berlaku, yaitu kita harus bertobat dan patuh terhadap Tuhan.

Kita diajak supaya tidak tertidur di dalam kegelisahan dan ketakutan sebab Tuhan yang kita imani bukan Tuhan yang tega, melainkan Tuhan yang peduli. Ia tidak tega melihat hidup kita menderita, melainkan Ia peduli dan mau menyelamatkan kita. Justru karena kepedulian-Nya itulah, makanya Ia rela menjadi manusia sama seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa. Ia akan datang untuk membebaskan kita dari penindasan dan perbudakan dosa. Ia tidak membiarkan hidup kita merana.

Tuhan akan datang untuk melawat kita. Kita diminta supaya sabar menanti dan tidak berbuat dosa. Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan. “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis. Siapkan jalan bagi Tuhan, luruskan jalan baginya!”. Semua orang akan melihat keselamatan yang dari-Nya.

Ya, keselamatan kita datang dari Allah. Ayo bangkit! Mari kita menantikan kedatangan Tuhan dengan penuh pengharapan dan persiapan. Yang lekak-lekuk harus diluruskan dan diratakan. Seruan Yohanes pembaptis mesti didengar oleh setiap orang.

Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan. Selama ini hidup kita mungkin banyak bengkoknya. Kita menyimpang dari jalan Tuhan dan membuat jalan lain. Saatnya untuk kita luruskan dan kembali ke jalan Tuhan.

Hati kita mungkin kosong, kita begitu kecewa pada Tuhan sebab kita merasa Tuhan meninggalkan kita. Saatnya untuk kita timbun kembali. Sikap kita terlalu congkak, kita merasa paling hebat, saatnya untuk kita ratakan. Segala perilaku yang berliku-liku, diluruskan. Hanya dengan cara itu, kita dapat melihat keselamatan yang datang dari Tuhan.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini