1.8 C
New York
Tuesday, January 18, 2022

Resolusi 2022, Bangkit dan menjadi Terang bagi Sesama

Ketika seseorang berada di dalam suatu ruangan yang gelap gulita, tentu yang ada di benaknya dan yang menjadi harapannya adalah semoga saja ada seberkas sinar menembus dinding-dinding ruangan itu. Ketika seseorang terperangkap di dalam gua, pastilah ia berharap semoga menemukan jalan untuk bisa keluar dari sana. Kurang lebih seperti itu jugalah yang ingin disampaikan oleh Nabi Yesaya dalam Kitab Yesaya 60:1-6.

Dalam perikop itu, kita mendengar dan membaca kata-kata yang diucapkan oleh seorang nabi yang hidup pada suatu zaman yang gelap. Kata-kata tersebut ditujukan untuk bangsa yang baru saja kembali dari pembuangan. Yesaya berkata: “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu” (Yes. 60:2). Dengan perkataan itu, Yesaya mau meyakinkan mereka bahwa Tuhan akan memenuhi janji-janji-Nya untuk mereka. Ia berharap agar Yerusalem yang sekarang berada dalam kegelapan mempunyai masa depan yang cerah. Keadaan yang sekarang gelap menjadi terang. Maka, ia pun mengajak mereka, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu” (Yes. 60:1).

Seperti Yesaya, kita juga harus berani mimpi. Kita bermimpi memiliki masa depan yang cerah. Terutama di tahun yang baru ini, kita bermimpi agar bangkit dari keterpurukan dan kegagalan, dan menjadi terang bagi sesama. Inilah resolusi yang harus kita miliki saat ini, sesuai dengan pesan Nabi Yesaya.

Tapi, bermimpi saja belumlah cukup. Sebab, masa depan kita tidak akan menjadi cerah dengan sendirinya hanya dengan bermimpi. Karenanya kita juga harus berusaha mewujudkan impian kita. Dan usaha itu harus disertai dengan kedekatan kita dengan Tuhan. Mengapa? Sebab, kita yang berusaha, Tuhan yang menentukan hasilnya.

Yesaya meminta kita agar mendekat kepada Tuhan dan menerima terang dari Dia; supaya kita pun bisa menjadi terang bagi orang lain. Dan memang sebetulnya Tuhan mengundang kita untuk dekat kepada-Nya. Undangan Tuhan itu disampaikan kepada semua orang, tanpa terkecuali, baik yang dekat maupun yang jauh; baik yang kaya raya maupun yang miskin. Mulai dari para gembala yang sederhana hingga para raja. Semua diundang untuk datang kepada-Nya. Dan orang-orang datang kepada-Nya. Para gembala yang dekat merapat. Tiga raja yang nun jauh di timur datang mendekat. Mereka berusaha mencari, menemukan, dan menyembah Yesus.

Seperti mereka, kita pun harus mencari, menemukan, dan menyembah Yesus. Jangan kuatir, Tuhan pasti menuntun kita untuk bisa sampai kepada-Nya. Ada saja peristiwa atau tanda dalam hidup kita yang mengantar kita kepada Yesus. Sebab, Tuhan menampakkan diri di hadapan siapa saja, dalam keadaan apa saja, dan di mana saja. Singkatnya, Ia menampakkan diri-Nya kepada kita melalui cara-cara sederhana yang mudah kita pahami. Mari, bangkitlah, datanglah kepada Tuhan, dan jadilah terang bagi sesama.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini