1.8 C
New York
Tuesday, January 18, 2022

Natal dan Perjalanan Para Pencari Tuhan

Kita semua adalah musafir, sebab kita hanyalah peziarah di dunia ini. Boleh jadi perjalanan kita masih sangat panjang; dan di tengah jalan kita masih suka menoleh ke kiri dan ke kanan. Sudah bertobat, tapi masih sering tergelincir ke dalam salah dan dosa. Tidak masalah. Yang terpenting kita masih tetap mengarahkan pandangan kita pada tujuan akhir dari perjalanan kita. Dan, tujuan akhir itu adalah Tuhan. Memang, dari banyak pengalaman, kita tahu bahwa tidak mudah untuk sampai di titik itu, namun jangan pernah patah semangat.

Ada banyak contoh orang yang dalam hidupnya jatuh bangun mencari Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang tadinya biasa-biasa saja, namun berhasil melakukan perjalanan rohani yang luar biasa. Sebab, kebanyakan dari cerita-cerita mereka berakhir dengan happy ending. Mereka mencari Tuhan dengan susah payah, Tuhan menuntun mereka supaya dapat menemukan-Nya, dan akhirnya mereka bisa menyembah Tuhan dengan penuh sukacita.

Peziarahan kita untuk mencari Tuhan mirip seperti perjalanan orang Majus yang jauh-jauh datang ke Yerusalem untuk mencari Yesus. Diceritakan dalam Injil Matius bahwa ‘Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia”’ (Mat. 2:1-2).

Untuk menemukan Yesus, mereka membutuhkan petunjuk, dan Tuhan memberikannya. Mereka melihat bintang-Nya di Timur. Bintang itulah yang menuntun mereka sampai ke Yerusalem. Hanya sampai di situ. Sebab selanjutnya untuk sampai kepada Yesus di Betlehem, mereka dipandu oleh firman Tuhan. Firman itu berbunyi: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel” (Mat. 2:5-6). Mereka dipanggil oleh sebuah tanda bintang di Timur; mereka menemukan Kristus karena mereka mengindahkan tandanya itu dan memercayai firman-Nya.

Seperti orang-orang Majus itu, kita juga adalah termasuk ke dalam golongan para pencari Tuhan. Kita berusaha mencari Tuhan sekuat tenaga agar dapat menemukan-Nya di dalam hidup kita; sehingga kita bisa menyembah-Nya dengan penuh sukacita. Namun pertanyaannya adalah: bagaimana caranya supaya kita bisa sampai kepada Tuhan?

Kisah orang Majus menunjukkan caranya. Tuhan memimpin mereka dengan tanda dan firman. Tentulah Ia juga menggunakan cara yang sama untuk menuntun perjalanan kita. Kita melihat tanda dari Tuhan setiap hari. Kita juga dapat mendengarkan dan membaca firman-Nya setiap saat. Karenanya, untuk menemukan Dia, kita hanya perlu mengikuti petunjuk yang disampaikan-Nya kepada kita melalui tanda dan firman-Nya.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini