St. Policarpus, Sang Teladan Pengikut Yesus

0
203
katakombe.org
Policarpus dilahirkan sekitar tahun 69 Masehi. Menurut Irenaeus, Policarpus adalah murid rasul Yohanes. Irenaeus sendiri adalah murid dari Policarpus. Policarpus bekerja sebagai uskup di jemaat Smirna, Asia Kecil pada pertengahan abad kedua. Ia dikenal sebagai orang yang memiliki iman yang teguh dan hidupnya sangat sederhana. Policarpus adalah seorang saksi mata dari tradisi pengajaran gereja yang masih berbentuk lisan. Policarpus dikenal sebagai seorang uskup yang sangat membela ajaran gereja yang lurus dan sangat membenci ajaran-ajaran sesat. Policarpus mengatakan kelompok Marcion adalah anak sulung iblis.
Sikap kerasnya terhadap aliran-aliran sesat nampak dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, antara lain berbunyi: “ Barangsiapa tidak mengakui bahwa Kristus telah datang dalam daging, maka ia adalah antikristus; dan barangsiapa tidak mengakui rahasia salib, maka ia adalah jahat dan ia yang berpegang pada firman Tuhan menurut keinginannya sendiri. Barangsiapa berkata bahwa tidak ada kebangkitan dan penghakiman, maka ia adalah anak sulung iblis “. Ia sendiri melarang jemaatnya untuk memberi salam kepada para penyesat.
Pada tahun 154 Policarpus pergi ke Roma untuk menyelesaikan pertikaian tentang perayaan Paskah, dengan jemaat Roma. Policarpus diterima dengan hormat Anicetus, uskup Roma. Polikarpus memperoleh persetujuan dari Anicetus bahwa jemaat-jemaat di Asia Kecil boleh meneruskan kebiasaan mereka dalam merayakan Paskah pada 14 Bulan Nisan.
Tidak lama sesudah kembalinya dari Roma, Polikarpus ditangkap dan digiring ke Roma. Ia diminta oleh kaisar untuk menyangkal Kristus serta mengutuk Kristus, namun Polikarpus tidak mau. Sampai tiga kali kaisar bertanya kepadanya apakah ia mau mengutuk Kristus agar sang uskup dilepaskan dari hukuman mati. Namun dengan tegas dan teguh imannya kepada Kristus, Polikarpus menjawab kaisar dengan berkata: “Aku telah melayani Kristusku 86 tahun lamanya, namun belum pernah sekalipun Ia berbuat jahat kepadaku. Bagaimana aku dapat mengutuk Kristusku, juruselamatku?” kemudian Polikarpus dibakar dan sisa-sisa tubuhnya dibawa orang dan dikuburkan di Smirna.
“ Barangsiapa tidak mengakui bahwa Kristus telah datang dalam daging, maka ia adalah antikristus; dan barangsiapa tidak mengakui rahasia salib, maka ia adalah jahat dan ia yang berpegang pada firman Tuhan menurut keinginannya sendiri. Barangsiapa berkata bahwa tidak ada kebangkitan dan penghakiman, maka ia adalah anak sulung iblis “ (Polikarpus, 69-155).
 “ Tende em vos aquele sentiment que houve tambem em Christo Jesus, o qual, subsistindo em forma de Deus, nao considerou o ser igual a Deus coisa a que se devia aferrar, mas esvaziouse a si mesmo, tomando a forma de servo, tornandose semelhante aos homens, e, achodo na forma de homen, humilhouse a si mesmo, tornandose obediente ate a monte, e morte de cruz” (Filipenses 2:5-8).

Referensi:

Wellem, F.D. 1987. Riwayat Hidup Tokoh-Tokoh Dalam Sejarah Gereja, Jakarta : BPK Gunung Mulia.

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289