Tuhan Yesus Mau Kita Berjaga-jaga — Renungan Harian

0
289
brenkee / Pixabay

Tuhan Yesus Mau Kita Berjaga-jaga: Renungan Harian Katolik, Selasa 22 Oktober 2019 — JalaPress.com; Bacaan I: Rm. 5:12, 15b, 17-19. 20b-21; Injil: Luk. 12:35-38

Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Roma bilang: “Sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Rm. 5:12).

Satu orang yang dimaksudkan oleh Paulus di sini adalah manusia pertama, yakni Adam. Karena dosanya, Adam mendapat hukuman dari Tuhan. Tuhan berkata kepada Adam:

“Terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Kej. 3:17-19).

Dosa yang dilakukan oleh manusia pertama ini rupanya menjalar kepada semua orang; artinya dilakukan oleh semua orang, sehingga muncul istilah ‘dosa warisan Adam’ atau ‘dosa asal’. Apa dosa Adam itu? Yaitu ‘ketidaktaatan’ pada perintah Tuhan.

Sampai hari ini, ketidaktaatan pada perintah Tuhan menjadi ciri paling nyata dalam diri manusia. Dan seharusnya, karena ketidaktaatan itu, kita semua mendapat hukuman dari Tuhan. Tapi untung saja, seperti kata Paulus, kita ternyata diselamatkan oleh satu orang. Satu orang itu adalah Yesus Kristus.

Jika Adam tidak taat pada perintah Allah, Yesus justru sebaliknya. ‘Ia taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib’ (lih. Flp. 2:8). Makanya, Yesus disebut ‘Adam baru’. Karena pengorbanan-Nya itulah, kita semua diselamatkan.

 ‘Yesus taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib’ (lih. Flp. 2:8).

Satu hal yang diminta dari kita, yaitu berjaga-jaga dan berdoa. Berjaga-jaga di sini berarti bersiap sedia. Ciri orang yang tidak berjaga-jaga adalah ‘lengah’, asal buat, mudah menyerah, dan ikut-ikutan. Tuhan Yesus tidak mau itu. Ia mau kita sadar, tahu, dan mau. Kita sadar apa yang kita lakukan, tidak membeo atau ikut-ikutan. Kita tahu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Dan, kita mau melakukan hanya yang baik, dan meninggalkan yang jahat. Jangan sampai kita menyia-nyiakan sia-siakan pengorbanan Yesus di kayu salib. Semoga.

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & CICM Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.