Peristiwa mengharukan ini terjadi di Keuskupan Amboina. RD. Inno Ngutra menyampaikan tanggapan terhadap peristiwa tersebut. Ia menyampaikan sebuah tulisan sebagai sebuah renungan bagi para iman agar melaksanakan tugas pelayanan dengan tulus dan penuh pengabdian.
Sekedar untuk direnungkan:
Engkau adalah Imam Kristus untuk selamanya.
Pertama-tama salut kepada ade Fery….maka tepatlah ade Fery menjadi misionaris pertama dari Keuskupan Amboina. Harumkanlah nama para Imam di mana pun ade ditugaskan nanti.
Pengalaman ade Fery ini menyadarkan kita semua, para imam bahwa ketika kita benar2 melayani sebagai seorang gembala yang baik maka Tuhan pasti memberi hiburan, kekuatan dan peneguhan lewat ekspresi umat seperti pengalaman ade Fery ini. Sebaliknya, ketika kita tidak melayani umat dengan sungguh2 maka selalu ada cerita tentang bosannya umat terhadap kita sehingga hampir setiap saat terutama setiap menjelang Retret dan Muspas, mereka selalu berharap agar kita segera pindah dari paroki atau lembaga di mana kita bertugas.
Tapi inilah kekuatan kita para imam; di antara 100 umat yang tidak senang terhadap kita pasti ada beberapa yang mencintai kita, bukan karena mereka kompromi dgn kekurangan dan kelemahan kita, tetapi karena mereka sangat mencintai imamat kita. Sebaliknya, di antara 100 yang suka dan senang terhadap kita, selalu saja ada yang tidak suka terhadap kita karena beragam alasan baik karena ulah kita sendiri, maupun karena reaksi mereka atas kebijakan-kebijakan kita di tengah pelayanan kita yang meresahkan.
Karena itu sejenak kita bertanya diri secara jujur di sore ini, “Apa reaksi umat atau bawahan di lembaga terhadapku sebagai gembala (pimpinan) mereka saat ini?”
Semoga saja senangnya umat terhadap kita semakin meningkatkan kualitas pelayanan kita. Sebaliknya dengan kritikan mereka semakin membuat kita sadar untuk berjuang menjadi pastor bonus di tengah umat yang kita layani saat ini.
Engkaulah imam Kristus sampai selamanya
Rinnong – Duc in Altum
Penulis: RD. Inno Ngutra


