5.1 C
New York
Saturday, February 28, 2026

Berbuat Baik kepada Sesama Manusia termasuk dalam Penerapan Ajaran Agama

Manusia memilih beragama supaya mampu hidup dalam damai dengan sesama dan semua ciptaan; sebab dalam agama diatur norma-norma tertentu sehingga seseorang dituntut untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

[postingan number=3 tag= “agama-katolik”]

Tentu Anda dan saya patut berbangga karena Indonesia, termasuk negara dengan populasi penduduknya memeluk suatu agama, bukan? Ya saya bangga. Orang-orang beragama di Indonesia sangat rajin beribadah. Namun, terkadang, semangat untuk beribadah mengalahkan semangat untuk mengamalkannya.

Miris memang, di negeri ini agama lebih sering digunakan sebagai kedok untuk menyembunyikan kemunafikan dan kebusukan. Bahkan, tidak jarang agama dijadikan sebagai alat untuk membenci dan membunuh sesama.

Tidak hanya itu, agama bahkan juga ‘diperkosa’ demi menjatuhkan lawan politik. Ayat-ayat ‘suci’ agama menjadi mantra kebencian, melebihi ayat-ayat ‘setan’. Ya, kita bisa saksikan sendiri dalam setiap perhelatan politik di tanah air.

Anehnya, sebagian dari kita suka sekali menuduh negara lain sebagai negara atheis atau kafir. Padahal, negara yang kita cap sebagai kafir dan atheis itu lebih agamis tindakannya daripada kita yang menganggap diri paling ‘agamis’ ini.

Kita seringkali lupa bahwa orang-orang di negara yang kita cap sebagai atheis dan kafir itu justru mempunyai jasa besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dan hasilnya dinikmati oleh semua orang, tidak terkecuali kita yang menuduh mereka sebagai kafir dan atheis.

Di negeri ini, agama dan kemunafikan masih melekat dalam satu paket, sehingga banyak orang menjadi ‘tuhan’ atas dirinya sendiri dan atas sesamanya. Makanya tidak heran jika salah satu filsuf pernah mengatakan bahwa ‘agama adalah candu bagi masyarakat’.

Dalam konteks tertentu pendapat sang filsuf itu benar adanya; terutama berkaitan dengan orang-orang yang memperkosa agama demi kekuasaan. Akibatnya, bermunculan orang yang hanya pintar ngomong tapi tindakan nol besar. Padahal, sejatinya, berbuat baik terhadap sesama manusia termasuk dalam penerapan ajaran agama.

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini