17.5 C
New York
Saturday, June 12, 2021

Arti Angka 153 dalam Kitab Suci: Bukan Sekedar Angka Kuantitas

Injil Yohanes 21:1-14 berkisah tentang penampakkan Tuhan Yesus untuk ketiga kalinya kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Diceritakan bahwa kali ini Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias; pada saat para murid-Nya sedang kecewa karena semalaman tidak mendapatkan ikan.

Yesus berdiri di pantai; tetapi murid-murid itu tidak tahu bahwa itu Yesus. Kemudian, Yesus menyuruh mereka menebarkan jala ke sebelah kanan. Mereka melakukannya, dan mereka mendapatkan banyak ikan. “Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak” (Yoh. 21:11).

Dari perikop di atas, setidaknya ada beberapa hal penting yang dapat menjadi bahan permenungan kita:

Pertama, situasi para murid adalah gambaran situasi kita yang seringkali ‘tidak mengenali’  Tuhan dalam setiap peristiwa hidup. Kita merasa seolah-olah Tuhan tidak peduli terhadap masalah yang kita alami. Para murid dalam cerita Injil di atas tidak mengenali Tuhan yang sedang mengunjungi mereka; karena mereka sendiri pada awalnya ragu dan ‘tidak percaya’ bahwa yang datang mengunjungi mereka adalah Tuhan.

Kedua, ketika kita menghadirkan dan mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita, maka kita dapat berbuat hal-hal besar, bahkan hal-hal yang secara manusiawi tidak mungkin bisa kita lakukan. Karena itu, Injil hari ini mengajak kita untuk mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita.

Ketiga, kita seringkali mengikuti ego kita sendiri dan mengabaikan suara Tuhan. Ketika kita mengabaikan suara Tuhan maka kita tidak ‘berbuah apa-apa”. Tetapi ketika para murid mengikuti apa yang diperintahkan oleh Tuhan mereka mendapatkan ikan yang banyak.

Keempat, Yesus dalam Yoh. 21:11 telah menyiapkan perapian untuk membakar ikan yang didapatkan oleh para murid. Hal tersebut menandakan bahwa Tuhan sendiri sebenarnya sudah menyediakan apa yang kita butuhkan. Oleh sebab itu, Tuhan mengajak kita agar tidak jemu-jemu berdoa dan berusaha.

Kelima, angka 153 dalam Yoh. 21:11 bukan sekedar angka kuantitas melainkan angka simbolis. Pada zaman Yesus, nelayan percaya bahwa ada 153 tipe ikan di seluruh dunia. Dan sekarang mereka menangkap ikan sejumlah 153 ekor; ini menyimbolkan bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang.

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut menulis dalam buku bunga rampai "Ibuku Surgaku" (2020), buku bunga rampai "Ayahku Jagoanku" (2021). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini