Bulan Maria Bersama Keluarga

0
140
Sumber: KeuskupanPadang.org

Melakukan banyak aktivitas di rumah karena Covid-19 dan sesekali keluar jika ada keperluan penting dan mendesak, membuat kita kadang-kadang lupa hari dan tanggal, minggu dan bulan. Atau barangkali juga ada yang selalu menghitung hari atau mengingat tanggal, minggu dan bulan saking jenuh tinggal di rumah. Entahlah. Setiap orang memiliki cara menikmati masa Covid-19 yang mengacaukan dunia ini.  Setiap orang juga punya pergulatan masing-masing di tengah situasi  yang tak dirindukan ini.

Saya hanya mau katakan kepadamu bahwa  hari ini kita sudah mulai menginjakkan kaki pada bulan kelima tahun 2020 ini, bulan Mei. Seharusnya  bagi  yang mengabdi di sekolah  (seperti saya) sudah mulai mempersiapkan diri untuk membuat Penilaian Akhir Semester (PAS)  dan anak-anak didik juga sudah  mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian. Akan tetapi, semuanya berantakan karena Covid-19 ini. Mau apa lagi.

Saya juga mau mengatakan bahwa bagi orang Katolik, bulan ini adalah kesempatan yang sangat istimewa untuk berdevosi kepada Bunda Maria secara bersama-sama sebagai persekutuan (komunitas) umat beriman. Ini bulan Maria: Kesempatan mendekatkan diri dengan Yesus melalui Maria (Per Mariam ad Jesum). Kalau bulan-bulan lain umat Katolik berdevosi kepada Maria secara pribadi atau melakukannya di keluarga atau komunitas masing-masing, pada bulan Mei (juga Oktober), umat Katolik melakukannya secara bersama-sama. Devosi yang umumnya dilakukan adalah berdoa Rosario dari rumah ke rumah. Kadang-kadang juga diakhiri dengan ziarah ke tempat  gua Maria tertentu.

Kesempatan berdevosi bersama kepada Maria ini biasanya dirindukan oleh umat Katolik. Sebab tak hanya doa bersama yang dirasakan, tetapi juga kehangatan suasana persaudaraan yang dirasakan setiap malam. Ada sharing iman; juga juga sharing canda-tawa. Jika bulan-bulan lain, umat tak memiliki waktu untuk saling mengunjungi karena pelbagai kesibukan, pada bulan Mei ini, biasanya umat berusaha sedemikian rupa agar memiliki waktu untuk berjumpa dengan umat lain. Saya menemukan, suasana persekutuan dalam suasana kasih-persaudaraan  sebagai umat Katolik benar-benar dirasakan selama berdevosi bersama pada bulan Mei.

Sayangnya, Covid-19 mengubur mimpi umat Katolik untuk membangun persekutuan (communio) melalui devosi kepada Maria pada bulan ini. Umat Katolik diminta untuk menahan diri di rumah masing-masing untuk menghindari kedekatan fisik dengan umat lain. Ini cara mencegah penyebaran Covid-19. Begitulah kata para ahlinya. Kita menghargai kebijakan ini. Tentu saja demi keselamatan diri kita sendiri dan sesama, juga demi Gereja dan dunia.

Apakah karena tak ada devosi bersama kepada Maria membuat bulan Maria ditiadakan tahun ini? Tentu saja tidak. Bulan Mei tahun ini tetap bulan Maria. Perbedaannya adalah bulan Maria tahun ini kita memaknainya secara pribadi di dalam keluarga dan komunitas kita masing-masing. Kita berdevosi kepada Maria  melalui doa Rosario atau doa Marial lainnya secara bersama-sama dalam keluarga dan komunitas.

Saya yakin, kalau setiap keluarga dan komunitas memanfaatkan bulan Maria ini sebaik mungkin melalui berdoa Rosario bersama atau doa Marial lainnya, pasti banyak hal positif yang dirasakan dan didapatkan. Pasti ada pertumbuhan iman  yang menggembirakan dari setiap anggota keluarga; ada juga kehangatan kasih-persaudaraan yang barangkali sudah mulai redup selama ini. Kebersamaan dalam doa biasanya selalu mendatangkan rahmat secukupnya bagi diri, teristimewa bagi keluarga dan komunitas. Kebersamaan yang terus terbentuk melalui doa bersama menjadi kekuatan  bagi keluarga dalam  merajut kebersamaan mencari nafkah atau membangun keluarga secara ekonomis dan sosial. Bagi saya, kebersamaan seperti inilah yang menjadi inti hidup keluarga  Katolik yang tak lain adalah Gereja Rumah Tangga itu (ecclesia domestica) atau yang lazim juga disebut Gereja mini atau Gereja kecil. Allah yang menjadi pusat kehidupan keluarga, bukan yang lain.

Pesan Paus Fransiskus

Sehubungan dengan berdoa Rosario dalam keluarga  yang tak lain adalah Gereja Rumah Tangga itu, pada tanggal 25 April yang lalu, Paus Fransiskus secara khusus menulis pesan kepada semua umat Katolik. Berikut ini saya tampilkan pesan Bapa Suci tersebut yang saya ambil dari dokpenkwi.org.

Saudara-saudari terkasih,

Bulan Mei hampir tiba, bulan di mana Umat Allah mengungkapkan dengan intensitas istimewa kasih dan devosi mereka kepada Perawan Maria Terberkati. Telah merupakan suatu tradisi di bulan ini untuk mendoakan Rosario di rumah bersama-sama dengan keluarga. Pembatasan-pembatasan yang diakibatkan oleh pandemi ini menjadikan kita terlebih lagi menghargai aspek “keluarga” ini, juga dari sudut pandang rohani.

Untuk alasan inilah, saya ingin mendorong semua orang untuk menemukan kembali keindahan mendoakan Rosario di rumah selama bulan Mei. Ini dapat dilakukan baik dalam sebuah kelompok maupun secara perorangan; Anda bisa memutuskannya sesuai dengan situasi Anda, dengan memanfaatkan kedua peluang tersebut sebaik-baiknya. Kunci untuk melakukan ini adalah selalu dengan kesederhanaan, dan tidaklah sulit juga untuk menemukan di internet contoh-contoh doa yang baik untuk diikuti.

Saya juga memberikan dua buah doa kepada Bunda kita yang dapat Anda daraskan di akhir doa Rosario, dan yang akan saya doakan juga selama bulan Mei ini dalam kesatuan batin dengan Anda sekalian. Saya menyertakan doa-doa tersebut dalam surat ini agar dapat digunakan oleh semua orang.

Saudara-saudari terkasih, merenungkan wajah Kristus dengan hati Maria, Bunda kita, akan terlebih erat lagi mempersatukan kita sebagai keluarga rohani dan akan membantu kita untuk mengatasi masa pencobaan ini. Saya mengingat Anda sekalian dalam doa-doa saya, terutama mereka yang menderita dengan amat sangat, dan saya memohon kepada Anda semua untuk mendoakan saya juga. Saya berterimakasih, dan dengan kasih yang besar memberikan berkat saya kepada Anda sekalian.

Roma, St. Yohanes Lateran, 25 April 2020

Pesta St. Markus Penginjil

Paus Fransiskus

 

Doa Penutup Rosario

Selain memberikan pesan yang indah di atas, Paus Fransiskus juga menyusun dua buah doa yang indah dan ia tawarkan kepada umat Katolik agar menggunakannya pada akhir setiap doa Rosario dalam keluarga. Berikut ini juga saya tampilkan dua buah doa yang dibuat oleh Bapa Suci tersebut yang saya ambil dari dokpenkwi.org.

  1. Doa Pertama

Ya Bunda Maria, engkaulah kesembuhan orang-orang sakit. Kami mempercayakan diri kami kepadamu yang pada salib telah dipersatukan dalam penderitaan Yesus, dengan tetap teguh dalam imanmu.

Engkau, keselamatan bangsa Romawi, mengetahui apa yang kami butuhkan, dan kami tahu bahwa engkau akan memenuhinya, sehingga sebagaimana di Kana yang di Galilela, sukacita dan perayaan boleh kembali setelah masa pencobaan ini.

Tolonglah kami, Bunda Kasih Ilahi, untuk menyelaraskan diri kami dengan kehendak Bapa, dan untuk melakukan yang diperintahkan Yesus kepada kami. Karena ia telah menanggung di dalam diri-Nya penderitaan kami, dan membebani diri-Nya dengan kesusahan-kesusahan kami,  untuk membawa kami melalui salib kepada sukacita kebangkitan.

Kami berlindung kepadamu, ya Bunda Allah yang kudus. Janganlah mengabaikan doa kami bila kami dirundung nestapa. Bebaskanlah kami selalu dari segala mara bahaya, ya Perawan mulia yang terpuji. Amin.

 

  1. Doa Kedua

“Kami mencari perlindunganmu ya Bunda Allah yang kudus.”

Dalam situasi tragis saat ini, ketika seluruh dunia menjadi mangsa kecemasan dan penderitaan, kami datang kepadamu, Bunda Allah dan Bunda kami, dan mencari pertolongan di bawah perlindunganmu.

Perawan Maria, palingkanlah matamu yang penuh belas kasih kepada kami di tengah pandemi virus Corona ini. Hiburlah mereka yang putus asa dan meratapi orang-orang terkasih mereka yang meninggal, dan kadang dimakamkan dengan cara yang mendukakan hati mereka.  Tinggallah dekat kepada mereka yang mengkhawatirkan orang-orang terkasih mereka yang sedang sakit, dan demi mencegah penyebaran penyakit ini, tidak dapat berada dekat dengan mereka. Penuhilah dengan pengharapan mereka yang disusahkan oleh ketidakpastian masa depan serta akibat-akibat dari wabah ini terhadap pekerjaan dan perekonomian mereka.

Bunda Allah dan Bunda kami, doakanlah kami pada Allah Bapa segala kerahiman, agar penderitaan besar ini boleh berakhir dan agar fajar pengharapan dan damai boleh kembali menyingsing. Mohonkalah kepada Putra ilahimu, sebagaimana dulu engkau lakukan di Kana, agar keluarga-keluarga dari para korban dan mereka yang sakit dihibur, dan hati mereka dibukakan bagi keyakinan dan kepercayaan.

Lindungilah para dokter, perawat, petugas kesehatan dan sukarelawan yang berada di garis depan situasi yang genting ini, dan mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan yang lain. Dukunglah upaya-upaya heroik mereka dan anugerahkanlah kepada mereka kekuatan, kemurahan hati dan kesehatan yang tiada henti.

Tinggallah dekat kepada mereka yang membantu orang-orang sakit siang dan malam,  dan kepada para imam yang karena kepedulian mereka akan pelayanan dan kesetiaan kepada Injil, berusaha membantu dan mendukung semua orang.

Perawan Terberkati, terangilah pikiran para pria dan wanita, yang tergabung dalam penelitian-penelitian ilmiah, agar mereka dapat menemukan solusi yang efektif untuk mengatasi virus ini.

Dukunglah para pemimpin bangsa-bangsa, agar dengan kebijaksanaan, kepedulian dan kemurahan hati dapat membantu mereka yang berkekurangan dalam kebutuhan-kebutuhan hidup yang mendasar dan dapat menciptakan solusi-solusi ekonomi dan sosial yang diilhami oleh solidaritas dan pandangan yang jauh ke depan.

Bunda Maria yang tersuci, gugahlah hati nurani kami, agar dana yang sangat besar yang diinvestasikan dalam pengembangan dan penyediaan senjata dapat digunakan untuk mendukung penelitian yang efektif untuk mencegah agar tragedi serupa tidak lagi terjadi pada masa yang akan datang.

Bunda terkasih, tolonglah kami untuk menyadari bahwa kami semua merupakan anggota dari suatu keluarga besar dan untuk mengakui ikatan yang mempersatukan kami, sehingga dalam semangat solidaritas dan persaudaraan, kami dapat membantu meringankan situasi kekurangan dan kemiskinan yang tak terhitung banyaknya. Jadikanlah kami kuat dalam iman, tekun dalam pelayanan, dan teguh dalam doa.

Bunda Maria, Penghibur orang yang berduka, rangkullah semua anakmu dalam kesukaran ini, dan berdoalah agar Allah mengulurkan tangan-Nya yang penuh kuasa dan membebaskan kami dari pandemi ini, sehingga kehidupan dapat meneruskan jalannya kembali dengan tenteram.

Kepadamu, yang menyinari perjalanan kami sebagai tanda pengharapan dan keselamatan, kami mempercayakan seluruh diri kami, ya Perawan Maria yang manis, penuh cinta dan belas kasih. Amin.

Semoga pesan Paus Fransiskus ini meresap dalam hati kita dan kita memaknainya dengan baik selama bulan Maria ini. Kedua doa  indah dan mendalam yang ditawarkan  Bapa Suci Fransiskus  di atas bisa kita pakai pada akhir doa Rosario bersama keluarga.

Akhirnya, saudara/i terkasih, selamat mendekatkan diri kepada Yesus melalui Maria pada bulan Mei, bulan Maria ini. Teruslah yakin dan berharap bahwa Tuhan tidak sedang tidur. Ia masih memperhatikan kesusahan dunia ini. Barangkali juga ia sedang mendidik kita saat ini agar mengarahkan pandangan kepada-Nya dan mengakui dengan rendah hati bahwa tanpa Tuhan, kita tak ada apa-apanya. Ia pasti memulihkan dan menyembuhkan kita dan dunia ini pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan pada waktu yang manusia kehendaki. Bukankah waktu Tuhan selalu yang terbaik?

Selain mendoakan diri dan keluarga/komunitas sendiri, janganlah lupa doakan dunia ini; doakan orang lain yang sedang berkesusahan karena Corona dan penyakit lainnya, doakan yang berkesusahan karena kelaparan dan situasi lain yang tak bisa dihindari; doakan juga para pemimpin kita (daerah, negara, Gereja dan dunia) agar bisa bekerja sama dengan baik dan bijak dalam memulihkan dunia ini. Secara khusus, doakan para pelayan kesehatan di seluruh dunia yang tengah mengabdi Tuhan dan sesama melalui perutusan mereka, juga relawan/ti yang tiada kenal lelah melakukan banyak hal baik pada situasi yang tak dirindukan ini demi kebaikan dan kesembuhan dunia ini; kebaikan kita semua dan alam ciptaan-Nya.***

Selamat memasuki Bulan Maria bersama keluarga terkasih.  Tuhan Yesus memberkati kita!

Ave Maria! Per Mariam ad Jesum!

 

Labuan Bajo, 1 Mei 2020

 

 

Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM) yang berkarya sebagai Pendidik di SMAK (Sekolah Menengah Agama Katolik) Seminari Santo Yohanes Paulus II, Labuan Bajo-Manggarai Barat-Flores Barat-Nusa Tenggara Timur. Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.