0.2 C
New York
Saturday, March 6, 2021

Hanya dalam Yesus Ada Kelegaan dan Ketenangan

Hanya dalam Yesus Ada Kelegaan dan Ketenangan: Renungan Harian, 9 Desember 2020 — JalaPress.com; Bacaan I: Yes. 40:25-31; InjilMat. 11:28-30

Covid-19 telah menyita perhatian dan tenaga kita; yang membuat keseharian kita tak seperti dulu lagi. Sekarang, kita hanya bisa beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah. Belum lagi segala sesuatunya harus dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19: jaga jarak aman, cuci tangan pakai sabun sesering mungkin, dan mengenakan masker.

Cara hidup seperti ini bukanlah cara hidup yang menyenangkan. Tak ada orang yang ingin hidup dengan berjaga jarak, selalu mencuci tangan, apalagi selalu mengenakan masker. Tapi apa hendak dikata, demi kebaikan bersama, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita toh harus patuh terhadap protokol kesehatan ini.

Keadaan yang kita sebut sebagai ‘new normal’ ini memang bukan hal yang mudah; sebab ini bukan cara hidup kita dari dulu. Cara hidup seperti ini terpaksa kita lakukan karena situasi Covid-19 saja. Jika ditanya apakah kita tidak lelah dengan cara hidup seperti ini? Jawabannya: tentu saja lelah. Bahkan, bukan hanya lelah, tapi juga menjadi beban tersendiri.

Jika sudah seperti ini, ke mana kita akan mencari kelegaan dan ketenangan? Tentu ini bukan pertanyaan yang mudah. Tapi, hari ini, Tuhan Yesus memberitahu kita jawaban atas pertanyaan yang sulit itu. Ia berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28).

Di dunia ini belum ada orang yang setegas Yesus dalam menawarkan kelegaan dan ketenangan. Mungkin saja ada orang yang menawarkan kelegaan, tapi yang didapat hanya kelegaan palsu. Sebab, pada akhirnya bukan ketenangan yang didapat melainkan kegaduhan dan kekacauan. Hanya Yesus satu-satunya yang bisa memberikan kelegaan dan ketenangan sekaligus. Mengapa? Yesus menjawab: “Karena Aku lemah lembut dan rendah hati” (Mat. 11:29).

Hiruk pikuk dunia akibat maraknya Covid-19 mungkin saja sudah menyita perhatian dan tenaga kita, tapi jangan sampai merampas hati kita juga. Apalagi saat ini kita sedang menantikan kedatangan-Nya. Apapun situasi yang kita hadapi sekarang, hati kita harus tetap tertuju pada kedatangan Tuhan. Mengapa? Karena “Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yes. 40:31). Yakinlah, ‘Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya’ (Yes. 40:29). —JK-IND—

avatar
RP Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Ikuti Kami

10,513FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini