17.5 C
New York
Saturday, June 12, 2021

Hanya dalam Yesus Kita dapat Hidup dan Berbuah — Renungan Hari Minggu

Hanya dalam Yesus Kita dapat Hidup dan Berbuah: Renungan Hari Minggu, 02 Mei 2021 — JalaPress.com; Injil: Yoh. 15:1-8

Hari ini kita memasuki Hari Minggu Paskah V. Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus mengibaratkan kita, manusia, sebagai ranting-ranting anggur, dan diri-Nyalah pokok anggurnya. Yesus berkata: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya(Yoh. 15:5).

Mengapa kita disebut ranting? Jawabannya: karena kita tak dapat hidup dari kemampuan sendiri, tetapi sebaliknya selalu bergantung pada pokok anggur, yaitu Yesus. Dengan kata lain, kita tak dapat hidup tanpa Yesus.

Lantas, apa yang diharapkan dari ranting anggur? Tentu saja buahnya. Tapi, bagaimana kita, sebagai ranting anggur, bisa menghasilkan buah? Jawabannya: sejauh kita menjadi bagian dari pokoknya, yaitu Kristus.

Ranting tak dapat hidup apalagi berbuah jika ia terpisah dari pokok anggur. Yang ada dia akan mati seketika. Begitu juga dengan kita. Kita tidak dapat hidup apalagi berbuah jika kita terpisah dari Yesus. Sebaliknya, kita hanya akan hidup dan berbuah jika kita mau terus menjadi satu dengan pokok itu. Yesus berkata: “Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yoh. 15:4).

Di luar sana ada banyak hal yang membuat kita terkecoh. Mereka juga tampak seperti ‘pokok anggur’. Masing-masing berusaha meyakinkan kita bahwa hidup kita bergantung pada mereka. Seolah tanpa mereka kita tidak dapat hidup dan berbuah. Apa saja itu?  Ada yang berupa harta benda, kedudukan, popularitas, dan sebagainya.

Namun, sekali lagi, dari Injil hari ini kita jadi tahu bahwa hanya Kristuslah pokok anggur sejati, yang lain-lain itu cuma artifisial. Sebab, Yesus sendiri berkata: “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya” (Yoh. 5:1).

Hanya dalam Yesus kita dapat hidup. Dan, hanya dalam Dia pula kita dapat berbuah. Bahkan bukan sekedar berbuah, tapi berbuah banyak. Sebaliknya, di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Yesus bersabda: “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh. 15:5).

Tapi, perlu disadari bahwa ranting tak berbuah untuk dirinya sendiri. Ranting anggur tak memakan buahnya sendiri. Sebagai ranting, kita menghasilkan buah dan buah yang kita hasilkan itu tentu bukan untuk diri kita sendiri melainkan untuk dinikmati oleh orang lain. Dengan berbuah untuk orang lain, kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menjangkau orang-orang lain.

Karena itu, jika selama ini kita cenderung memikirkan kepentingan diri saja, itu berarti sudah saatnya bagi kita untuk berubah. Kita perlu membersihkan dari dan mau dibersihkan. Sebab, ajakan Yesus jelas, “Tinggalah dalam Aku dan Aku akan tinggal di dalam kamu” (Yoh. 15:4). Jadi, kita hidup dari dan oleh Yesus, dan kita berbuah untuk sesama.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini