Harta dan Takhta Hanya Titipan Tuhan — Renungan Hari Minggu

1
179

Harta dan Takhta Hanya Titipan Tuhan: Renungan Hari Minggu, 24 Agustus 2020 — JalaPress.com; Bacaan I: Yes. 22:19-23; Bacaan IIRm. 11:33-36

Kadang kita terjebak untuk besar kepala dan tinggi hati. Kita merasa diri hebat dan seperti tidak ada lagi orang lain yang sehebat kita. Kita merasa seperti orang yang tak akan pernah tergantikan. Hanya kita yang bisa, orang lain tidak. Padahal, kita tak sepantasnya bersikap begitu.

Bacaan pertama hari ini mengingatkan kita bahwa segala rezeki, jabatan atau posisi, yang kita miliki saat ini,  semuanya hanyalah titipan Tuhan. mengapa? Paulus memberi alasan, katanya: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Rm. 11:36).

Di sini kita diajarkan untuk tidak menjadi sombong jika mempunyai kekayaan yang banyak atau duduk pada jabatan yang tinggi, sebab itu semua semata-mata titipan dari Tuhan. Jika Tuhan yang menitipkannya kepada kita menarik kembali semuanya itu dari kita, maka terjadilah seperti yang dikehendaki-Nya.

Lihat saja pengalaman Sebna dalam bacaan pertama hari ini. Tuhan menurunkannya dari jabatannya dan memberikan jabatannya itu kepada orang lain, yaitu kepada Elyakim. Tuhan berfirman kepadanya:

“Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan. Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia: Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda” (Yes. 22:19-21).

Di sini kita bisa melihat bahwa Tuhan berkuasa penuh atas hidup manusia. Jalan hidup kita bukan kita sendiri yang atur, tapi Tuhan yang atur. Tidak ada orang yang bisa menyogok Tuhan untuk bisa mengubah keputusan-Nya. Sebab, kata Paulus, “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Rm. 11:34).

Jika titipan Tuhan yang kita terima tidak kita jalankan dengan baik, maka bukan tidak mungkin Tuhan akan menariknya kembali dari kita dan memberikannya kepada orang lain.

Jadi, pelajaran berharga yang kita petik hari ini adalah bahwa apapun jabatan kita, sebanyak apapun harta yang kita dapatkan, jangan sombong. Itu semua hanya titipan. Semua bisa berubah kalau Tuhan mau. Tidak ada yang bisa mengetahui pikiran Tuhan.

avatar
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.