6.2 C
New York
Sunday, November 27, 2022

Ketika Yesus Memanggil Kedua Belas Rasul, Ia Memanggil Kita Juga

Ketika Yesus Memanggil Kedua Belas Rasul, Ia Memanggil Kita Juga: Renungan Harian, 28 Oktober 2022 — JalaPress.com; Bacaan I: Ef. 2:19-22; Injil: Luk. 6:12-19

Kitab Suci mencatat bahwa murid Tuhan Yesus ada banyak jumlahnya. Ia memanggil mereka semua dan dari antara mereka, dipilih-Nya dua belas orang sebagai anggota kelompok inti, yang disebut-Nya rasul, dari kata bahasa Yunani apostello, yang berarti ‘mengutus’.

Ketika memilih kedua belas rasul-Nya itu, Ia tidak menggunakan cara aklamasi, voting, ataupun musyawarah. Ia memilih dengan cara-Nya sendiri. Tentu Ia tidak sembarang memilih. Pentingnya keputusan Yesus dalam memilih kedua belas rasul itu, Injil Lukas menekankan bahwa sebelum diadakan-Nya pemilihan itu, Ia pergi ke bukit dan berdoa di sana semalam-malaman.

Dua belas nama dipilih-Nya menjadi rasul-Nya. Tradisi Gereja menyebutkan bahwa pada abad pertama Masehi, para rasul itu pergi ke seantero wilayah Kekaisaran Romawi, bahkan juga ke kawasan-kawasan lain di Timur Tengah, Afrika, dan India; dan mereka membentuk komunitas-komunitas kristiani di sana.

Rasul-rasul itu masih ada sampai sekarang. Tentu bukan fisiknya, tapi semangatnya. Semangat mereka masih ada pada kita hingga saat ini. Semangat misi yang kita kerjakan hari ini adalah semangat yang sama yang diwariskan dari para rasul itu. Sebab, sebagaimana Tuhan Yesus memilih kedua belas rasul itu untuk suatu tugas dan karya tertentu, demikianlah juga Ia memilih kita untuk mengemban misi yang telah dirancang-Nya bagi kita. Pertanyaannya adalah: apakah kita mempunyai keberanian untuk pergi ke mana pun kita diutus?

Misi ini adalah milik dari Dia yang mengutus.

Tiap daerah misi tentu mempunyai tingkat kesulitannya masing-masing. Sebagai orang yang diutus, entah kita suka atau tidak, harus selalu siap. Setidaknya itu yang saya sendiri alami. Tiga tahun yang lalu, saya diutus untuk berkarya di Pegunungan Meratus, suatu daerah pedalaman yang barangkali bagi banyak orang bukanlah daerah misi impian. Dibilang sulit, ya sulit. Dibilang mampu, saya sendiri justru merasa tidak mampu. Namun, saya percaya bahwa misi ini adalah milik Dia yang mengutus; dan ketika Dia mengutus, Dia juga memberikan segenap kemampuan dan perlengkapan. Karena itu, dengan meminjam kata-kata Petrus, saya pun berkata: “Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga” (Luk. 5:5). Ucapan Rasul Petrus, yang kemudian menjadi moto tahbisan saya inilah yang menguatkan saya hingga sekarang.

Mari kita belajar untuk taat pada perutusan-Nya. Sebab, kita ini hanyalah orang-orang yang diutus. Pemilik misi sesungguhnya bukan kita, melainkan Dia. Misi ini adalah milik dari Dia yang mengutus. Dia yang mengutus, Dia pula yang merancang-Nya. Dan Dia adalah perancang terbaik. Kita hanyalah alat di tangan-Nya. Salam MeRaTus, menjadi rasul Kristus.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

2 COMMENTS

Subscribe
Notify of
avatar
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Nama
Nama
20 days ago

Wow keren

avatar
Editor
2 days ago
Reply to  Nama

Terima kasih.

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini