-4.9 C
New York
Saturday, February 4, 2023

Senjata Allah dan Perang Melawan Tipu Muslihat Iblis

Senjata Allah dan Perang Melawan Tipu Muslihat Iblis: Renungan Harian, 27 Oktober 2022 — JalaPress.com; Bacaan I: Ef. 6:10-20; Injil: Luk. 13:31-35

Entah kita percaya atau tidak, roh jahat itu ada. Kitab Suci secara berulangkali bercerita tentang keberadaannya. Kemunculan roh-roh jahat di sekitar manusia merupakan pengaruh yang mengancam. Setiap saat ia mengamati kehidupan manusia untuk mencari waktu terbaik menyerang manusia. Namanya juga ‘si jahat’ sudah pasti tujuannya adalah merusak. Sebab itu, jangan sekali-kali bersekutu dengannya. Dia bukanlah pihak yang bisa dijakan sahabat. Justru sebaliknya, dia adalah musuh yang harus dilawan.

Nah, bagaimana seharusnya orang Kristen bertindak supaya kuat dalam melawan roh-roh jahat itu, dalam bacaan pertama hari ini Paulus mengambil gambaran dari dunia militer. Seperti bersiap untuk maju berperang, kita dinasihati oleh Paulus supaya dikuatkan ‘dalam Tuhan’ dan dalam kuasa dari kekuatan-Nya. Penting untuk diperhatikan bahwa kita tidak bisa berperang sendirian dan atau mengandalkan kekuatan sendiri. Kekuatan sendiri tentu tak seberapa, kita rapuh dan lemah. Jangan sampai yang terjadi malah kita tunduk dan menyerah. Sebab, yang kita hadapai ini bukanlah lawan yang bisa diajak main-main. Iblis adalah musuh yang serius yang harus dihadapi dengan serius pula.

Musuh kita kali ini adalah mereka yang tidak kelihatan, yakni roh-roh jahat di udara.

Paulus menasehati kita supaya mengenakan senjata Allah agar dapat teguh berdiri melawan strategi pasukan iblis itu. Ingat, iblis itu licik. Dia penuh tipu muslihat. Dia akan memanfaatkan segala cara dan upaya, misalnya dengan menyerupai apa saja yang kita anggap menyenangkan dan menarik, dengan maksud untuk membuat kita terkecoh.

Tak ada cara lain untuk melawan tipu muslihat setan selain dengan mengenakan senjata Allah. Senjata Allah ini perlu karena peperangan kita kali ini bukanlah melawan musuh yang kelihatan, yang berjalan di tanah, dan yang berasal dari dari daging dan darah (2 Kor. 10:4). Musuh kita kali ini adalah mereka yang tidak kelihatan, yakni roh-roh jahat di udara.

Dua kali dalam perikop hari ini Paulus meminta kita agar mengenakan senjata Allah, sebab senjata inilah yang akan memungkinkan kita untuk mengadakan perlawanan terhadap yang jahat. Adapun senjata Allah yang dikemukakan oleh Paulus ini terdiri dari kebenaran sebagai ikat pinggang, keadilan sebagai baju zirah, Injil kedamaian sebagai kasut kaki, iman sebagai perisai, keselamatan sebagai ketopong (1 Tes. 5:8), dan Roh sebagai pedang.

Dipersenjatai demikian, kita diminta supaya bertahan dalam doa dan permohonan untuk meminta Allah melindungi kita. Ketika kita memperoleh perlindungan dari Tuhan, maka kita aman dari segala tipu daya setan. Apa yang perlu ditakutkan oleh seseorang yang memiliki Allah sebagai pelindung hidupnya? Jawabannya: tidak ada. Karena itu, marilah kita berdoa dan memohon perlindungan itu dari Tuhan:

Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus. Amin.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini