Maksud dari Halangan Menerima Komuni dalam Gereja Katolik

3
2535

Biasanya di paroki-paroki, sesaat sebelum penerimaan komuni pada setiap Misa, selalu disampaikan pengumuman yang bunyinya seperti ini, “Yang boleh menerima Komuni Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis secara Katolik atau yang sudah diterima secara resmi di dalamnya, sudah menerima Komuni Pertama, dan tidak mempunyai halangan”.

Tidak jarang, frasa ‘tidak mempunyai halangan’ disalahartikan oleh sebagian umat Katolik. Mereka mengira bahwa larangan itu ditujukan bagi para perempuan yang sedang haid. Benarkah demikian? Tidak. Sama sekali tidak ada larangan bagi perempuan yang sedang datang bulan untuk menyambut komuni. Hal ini disebabkan karena yang disyaratkan untuk menyambut komuni adalah persiapan batin, bukan kondisi fisik.

Persiapan batin yang dimaksud adalah kondisi berdamai dengan Tuhan (in the state of grace) yaitu tidak sedang dalam keadaan berdosa berat. Jika dalam keadaan berdosa, maka seharusnya ia mengaku dosa terlebih dahulu. Persyaratan lainnya adalah kita harus berpuasa terlebih dahulu, yaitu minimal satu jam sebelum komuni, tidak boleh makan dan minum, kecuali air putih dan obat. Maksudnya adalah supaya kita dapat sungguh-sungguh menyambut Kristus dalam Komuni Kudus sebagai Roti Hidup dan santapan rohani, yang lebih utama daripada santapan jasmani.

Persyaratan itu dikatakan dalam Katekismus Gereka Katolik dan Kitab Hukum Kanonik:

KGK 1385 – Untuk menjawab undangan ini, kita harus mempersiapkan diri untuk saat yang begitu agung dan kudus. Santo Paulus mengajak supaya mengadakan pemeriksaan batin: “barang siapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu, hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya” (1 Kor 11:27-29). Siapa yang sadar akan sebuah dosa besar, harus menerima Sakramen Pengakuan sebelum ia menerima komuni.

Kan. 916 – Yang sadar berdosa berat, tanpa terlebih dahulu menerima sakramen pengakuan, jangan merayakan Misa atau menerima Tubuh Tuhan, kecuali ada alasan berat serta tiada kesempatan mengaku; dalam hal demikian hendaknya ia ingat bahwa ia wajib membuat tobat sempurna, yang mengandung niat untuk mengaku sesegera mungkin.

KGK 1387 – Supaya mempersiapkan diri secara wajar untuk menerima Sakramen ini, umat beriman perlu memperhatikan pantang yang diwajibkan Gereja. Di dalam sikap (gerak-gerik, pakaian) akan terungkap penghormatan, kekhidmatan, dan kegembiraan yang sesuai dengan saat di mana Kristus menjadi tamu kita.

Kan. 919 – § 1. Yang akan menerima Ekaristi Mahakudus hendaknya berpantang dari segala macam makanan dan minuman selama waktu sekurang-kurangnya satu jam sebelum komuni, terkecuali air semata-mata dan obat-obatan.

Memang dalam Perjanjian Lama, hal datang bulan disebutkan sebagai sesuatu yang najis (lihat Im 15:19), namun hal ini telah diperbaharui di dalam Perjanjian Baru oleh Kristus, yang membebaskan umat beriman dari hukum seremonial seperti ini. Jadi jelaslah bahwa yang dimaksudkan dengan ‘berhalangan’ menerima Komuni Kudus bukan keadaan ‘datang bulan’ melainkan kondisi batin yang tidak siap.

Diolah dan dikembangkan dari: Katolistas.org

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & CICM Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.