Mencari Kerajaan Allah

0
150
Mariamichelle / Pixabay

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33)

Alkisah ada seorang pemuda yang hidupnya bergelimang harta. Suatu hari ketika berada di sebuah mall, ia melihat ada seorang pengemis tua dan sudah susah berjalan di pinggiran mall tersebut. Ketika si pengemis ini meminta sedekah kepada sang pemuda, pemuda ini menolaknya dan langsung masuk ke mall untuk berbelanja. Namun, tepat sebelum ia memasuki mall tersebut, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang teman yang hidupnya sangat sederhana yang kebetulan berpapasan dengan dia dan temannya itu langsung memberi sejumlah uang kepada si pengemis miskin ini. Pemuda ini kemudian bertanya,” Apakah kamu tidak khawatir akan hidupmu jika kamu memberi uang sebanyak ini kepada pengemis ini? Sedangkan hidupmu kan serba pas-pasan?” Lalu sang teman menjawab,” Teman, aku sangat bersyukur karena hidupku ini selalu dicukupkan oleh-Nya. Bukankah hidup ini akan lebih berarti bila kita memberi apapun yang kita miliki kepada sesama yang membutuhkan?” Pemuda itu pun tertegun dengan jawaban temannya itu tadi dan merenungkan bahwa di dunia ini begitu banyak orang yang masih hidup dalam kekurangan. Ia pun menyadari akan hidupnya yang kurang berhemat dan terlalu mengandalkan diri sendiri dalam berbagai hal. Maka ia pun memberi sejumlah uang kepada mereka yang miskin.

Ilustrasi di atas memperlihatkan betapa kita sebagai manusia masih sering khawatir akan hidup kita sendiri sampai enggan memberi sesama kita yang membutuhkan. Khawatir tidak bisa makan jika harus memberi sedekah kepada mereka yang miskin, khawatir tidak bisa selevel dengan teman yang memiliki kelebihan harta, takut menjadi miskin bila berteman dengan orang yang miskin, dan masih banyak hal lagi. Sesungguhnya, khawatir adalah sifat kedagingan kita sebagai manusia. Namun, Tuhan Yesus meginginkan kita untuk menyerahkan semua kekhawatiran kita sehingga kita bisa menjadi manusia yang merdeka.

Dalam perikop lain Tuhan Yesus bersabda, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mat 11:28)

Satu-satunya cara agar kita bisa bebas merdeka dan hidup tanpa beban adalah Datang kepada Yesus, Tuhan kita. Sebab kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang bebas merdeka dan tidak mengandalkan diri kita sendiri, melainkan hanya Yesus saja yang menjadi kekuatan dan andalan kita.

Kalau hidup kita ini masih penuh dengan kekhawatiran, itu artinya kita masih hidup penuh dengan kelekatan akan hal-hal yang berbau duniawi. Akan tetapi, bila kita mengandalkan Yesus Tuhan kita dalam segala aspek kehidupan kita, kita akan menjadi orang yang lebih mudah bersyukur dan berbagi berkat karena sesungguhnya semua yang ada di dunia ini hanya berasal dari Tuhan.

Marilah kita berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, berani melangkah dalam iman, mau berbagi berkat, dan mencari Kerajaan Allah dengan melakukan apa yang Ia kehendaki. Amin. GBU

Aku adalah seorang pria yang sangat suka dengan berbagai ungkapan Cinta. Salah satunya adalah "I love you". Aku seorang OMK dari Paroki St Yohanes Evangelista Kudus.