0.2 C
New York
Saturday, March 6, 2021

Menghidupkan Kembali Iman yang Kering bersama Anthony de Mello

Saat ini kita sedang dihadapkan dengan sebuah virus yang kehadirannya sangat tidak terduga sebelumnya, yaitu COVID-19. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan pada pertengahan November 2019 dan kini telah tersebar hingga seluruh dunia termasuk Indonesia.

Saat ini kita telah memasuki masa sulit dan krisis akibat adanya pandemi COVID-19. Kehadiran pandemi ini sangat berdampak pada ekonomi, politik, bahkan kerohanian dan keagamaan. Sebagai contoh, ada banyak aktivitas yang sebelumnya bisa dilakukan secara bebas dan leluasa, namun sekarang harus dengan aturan yang ketat sesuai protokol kesehatan.

Adanya pandemi Covid-19 membuat orang bertanya-tanya: apakah Tuhan masih peduli pada kita umat-Nya? Jika Ia masih peduli, mengapa Ia memberikan cobaan dan tega membiarkan umat-Nya dilanda permasalahan yang begitu berat dan menakutkan ini?

Kondisi pandemi ini membuat banyak umat lupa akan kegiatan rohani. Sebagai solusinya, maka dibuatlah kegiatan ibadah secara online. Namun demikian, bagi sebagian umat, kegiatan ibadah secara online ini dirasa tidak terlalu efektif.

Di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini, kita dihadapkan dengan berbagai persoalan duniawi yang tentu saja membuat banyak orang lelah. Akibatnya, mereka menjadi terasing dan lambat laun imannya pun ikut menjadi kering.

Adanya pandemi seperti sekarang ini tidak menutup kemungkinan membuat iman seseorang dapat luntur dan goyah. Kepanikan dan ketakutan yang berlebih dalam menghadapi sebuah permasalahan terutama pandemi saat ini juga tidaklah ada gunanya. Hal tersebut justru dapat menambah beban dan memperburuk kondisi.

Padahal, kita hanya perlu menerapkan cara untuk menghidupkan kembali  kekeringan batin. Kita harus percaya bahwa setiap peristiwa yang terjadi pasti telah direncanakan oleh Tuhan. Kita hanya perlu belajar untuk tetap berserah diri kepada Sang Pencipta kita.

Di sini, kita perlu belajar dari Anthony de Mello, tokoh yang mengajarkan kepada kita tentang bagaimana caranya kembali ke jalan Tuhan di tengah situasi dan kondisi yang dapat menggoyahkan iman kita.

Anthony de Mello lahir di Mumbai, India, dari pasangan Frank de Mello dan Louisa née de Mello, pada pada 4 September 1931. Pemikiran-pemikiran dan karyanya telah tersebar di seluruh dunia. Ia sangat terbuka dan bebas sehingga ajarannya dapat diterapkan oleh semua umat beragama.

Di dalam bukunya yang berjudul “Jalan menuju Tuhan”, Anthony de Mello mengajak kita untuk berpikir dan berproses melalui enam langkah, yaitu hening, damai, sukacita, hidup, kemerdekaan, dan cinta. Tak lupa ia memberikan arti dari enam langkah itu serta bagaimana cara mempraktekkan setiap langkah yang telah ia utarakan itu dalam kehidupan. Melalui enam tahap tersebut, kita dapat menumbuhkan kembali iman kita yang semakin memudar di tengah permasalahan dunia seperti pandemi COVID-19 ini.

Anthony de Mello mengajak kita untuk selalu berpasrah, namun bukan tanpa usaha. Berusalah untuk melakukan sesuatu yang baik bagi diri sendiri dan sesama; dan sisanya kita serahkan kepada Tuhan; sebab apa yang direncanakan oleh Tuhan pasti indah pada waktunya.

avatar
Felicia Angela Prasetyo
Penulis adalah Mahasiswi Semester 1 Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, Surabaya.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Ikuti Kami

10,513FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini