1.8 C
New York
Tuesday, January 18, 2022

Prospero Grech: Kardinal Cerdas yang Mengedepankan Kemanusiaan

Prospero Grech atau dengan nama asli Stanley Grech, lahir pada tanggal 24 Desember 1925 di Birgu, Malta. Ia belajar filsafat di St. Mark Priory di Rabat, Malta, dan Pendidikan teologi ditempuhnya di St. Monica’s College di Roma.

Grech mendapat gelar doktor dalam bidang teologi dari Gregorian University. Ia juga memperoleh lisensi Kitab Suci dari Pontifical Biblical Institute, Roma, pada tahun 1954, serta gelar diploma dalam bidang pendidikan psikologi dari University of Fribourg, Swiss.

Karena riwayat pendidikannya yang menakjubkan, Grech pun mengajar di berbagai institusi, misalnya di Pontifical Biblical Institute di Roma dan Augustinian Theological College di Rabat. Ia juga menjadi professor di bidang Teologi Kitab Suci di Lateran University, Roma.

Grech menerbitkan banyak buku dan artikel mengenai kajian keagamaan dan teologi. Beberapa buku tersebut di antaranya adalah Ermeneutica e Teologia Biblica, ‘What Was From the Beginning’: The Emergence of Orthodoxy in Early Christianity, serta An Outline of New Testament Spirituality.

Selain prestasi dan karya yang diperolehnya, ternyata Grech merupakan pribadi yang hangat dan humoris. Menurut Liza Bingley Miller yang merupakan teman masa kecil Grech, Grech memiliki sisi yang menyenangkan dengan selera humor yang baik. Liza mengatakan bahwa mereka sering mengusili satu sama lain saat masih kanak-kanak dan bahkan memiliki nama panggilan spesial untuk satu sama lain.

Grech merupakan pribadi yang ceria, baik hati, dan memiliki kecerdasan yang membuat orang-orang terkesan. Menurut Uskup Agung Charles Scicluna (2020), Grech merupakan hadiah dari Tuhan.

Pada 6 Januari 2012, bersama dengan 21 orang lainnya, Grech diangkat oleh Paus Benediktus XVI menjadi kardinal. Ia meninggal dunia pada tanggal 30 Desember 2019 di Holy Spirit Hospital, Roma, Italia.

Pelajaran apa yang kita dapat dari Kardinal Grech? Kebijaksanaan hidup dan penghargaan terhadap kemanusiaan, itulah yang dapat kita contoh dari Kardinal Grech. Dua sikap itu patut kita implementasikan di masa pandemi ini. Sebagai contoh, pemerintah harus bijaksana dalam mengambil keputusan agar penyebaran Covid-19 tidak semakin parah. Kita sebagai rakyat juga harus bijaksana dalam mengikuti protokol kesehatan. Selain itu, kita juga bisa membantu orang-orang yang kesusahan melalui kegiatan bakti sosial.

avatar
Beata Maria Trinidya
Penulis adalah Mahasiswi Psikologi semester 1 Universitas Airlangga, Surabaya.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini