0.2 C
New York
Saturday, March 6, 2021

Prospero Grech: Kardinal Cerdas yang Mengedepankan Kemanusiaan

Prospero Grech atau dengan nama asli Stanley Grech, lahir pada tanggal 24 Desember 1925 di Birgu, Malta. Ia belajar filsafat di St. Mark Priory di Rabat, Malta, dan Pendidikan teologi ditempuhnya di St. Monica’s College di Roma.

Grech mendapat gelar doktor dalam bidang teologi dari Gregorian University. Ia juga memperoleh lisensi Kitab Suci dari Pontifical Biblical Institute, Roma, pada tahun 1954, serta gelar diploma dalam bidang pendidikan psikologi dari University of Fribourg, Swiss.

Karena riwayat pendidikannya yang menakjubkan, Grech pun mengajar di berbagai institusi, misalnya di Pontifical Biblical Institute di Roma dan Augustinian Theological College di Rabat. Ia juga menjadi professor di bidang Teologi Kitab Suci di Lateran University, Roma.

Grech menerbitkan banyak buku dan artikel mengenai kajian keagamaan dan teologi. Beberapa buku tersebut di antaranya adalah Ermeneutica e Teologia Biblica, ‘What Was From the Beginning’: The Emergence of Orthodoxy in Early Christianity, serta An Outline of New Testament Spirituality.

Selain prestasi dan karya yang diperolehnya, ternyata Grech merupakan pribadi yang hangat dan humoris. Menurut Liza Bingley Miller yang merupakan teman masa kecil Grech, Grech memiliki sisi yang menyenangkan dengan selera humor yang baik. Liza mengatakan bahwa mereka sering mengusili satu sama lain saat masih kanak-kanak dan bahkan memiliki nama panggilan spesial untuk satu sama lain.

Grech merupakan pribadi yang ceria, baik hati, dan memiliki kecerdasan yang membuat orang-orang terkesan. Menurut Uskup Agung Charles Scicluna (2020), Grech merupakan hadiah dari Tuhan.

Pada 6 Januari 2012, bersama dengan 21 orang lainnya, Grech diangkat oleh Paus Benediktus XVI menjadi kardinal. Ia meninggal dunia pada tanggal 30 Desember 2019 di Holy Spirit Hospital, Roma, Italia.

Pelajaran apa yang kita dapat dari Kardinal Grech? Kebijaksanaan hidup dan penghargaan terhadap kemanusiaan, itulah yang dapat kita contoh dari Kardinal Grech. Dua sikap itu patut kita implementasikan di masa pandemi ini. Sebagai contoh, pemerintah harus bijaksana dalam mengambil keputusan agar penyebaran Covid-19 tidak semakin parah. Kita sebagai rakyat juga harus bijaksana dalam mengikuti protokol kesehatan. Selain itu, kita juga bisa membantu orang-orang yang kesusahan melalui kegiatan bakti sosial.

avatar
Beata Maria Trinidya
Penulis adalah Mahasiswi Psikologi semester 1 Universitas Airlangga, Surabaya.

Artikel Terkait

8 COMMENTS

  1. Hello there! I could have sworn I’ve visited this site before but after browsing through a few of the posts I realized it’s new to me.
    Regardless, I’m certainly delighted I found it and I’ll be bookmarking it and checking back regularly!

  2. Undeniably believe that that you said. Your favorite reason seemed to be at the web the
    simplest factor to take into account of. I say to you, I certainly get annoyed even as folks consider issues that they just do not recognize about.
    You managed to hit the nail upon the top and also defined out the entire thing
    without having side-effects , people can take a signal.
    Will probably be back to get more. Thank you

  3. Hmm it seems like your website ate my first comment (it
    was super long) so I guess I’ll just sum it up what I wrote and
    say, I’m thoroughly enjoying your blog. I as well am an aspiring blog writer but I’m still new to the whole thing.
    Do you have any points for novice blog writers? I’d really appreciate it.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Ikuti Kami

10,513FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini