22.6 C
New York
Monday, September 27, 2021

Nama Perawan Itu Maria: Jawaban Berkenaan dengan Asal-usul Kandungan Maria

Seorang warganet, Pak Yulius Kurung, pada salah satu komentarnya di Grup Facebook, menulis demikian: “Katolik itu seperti pohon yang buahnya manis. Saking manis buahnya, banyak orang tergoda untuk melemparnya.” Dan, menurut saya, kalimat itu tepat sekali. Gereja Katolik memang menyimpan sejuta ajaran dan tradisi yang unik; yang membuat banyak orang tergoda untuk mengintip, melirik, menyenggol, atau bahkan melemparnya.

Jika kita perhatikan, ada begitu banyak kesalahpahaman dari saudara-saudara kita non-Katolik terhadap ajaran Gereja Katolik. Sebagai contoh, beberapa hari yang lalu beredar luas di Twitter sebuah video seorang penceramah dari agama tertentu yang menyinggung agama Katolik. Belum selesai dengan video viral yang satu itu, dalam tiga hari ini muncul lagi video lain yang juga isinya menyenggol ajaran Gereja Katolik.

Dalam video yang terakhir ini, si penceramah mempertanyakan asal-usul kandungan Bunda Maria. Bukan hanya mempertanyakan, ia bahkan juga menuduh bahwa Bunda Maria berzina sehingga melahirkan Tuhan Yesus. Tuduhan seperti ini barangkali disebabkan karena si penceramah mengetahui sedikit kisah tentang Bunda Maria, entah dari Injil yang pernah dibacanya atau dari cerita orang lain, lalu membuat kesimpulan semaunya. Mirip seperti warganet yang hanya melihat judul postingan lalu langsung membuat kesimpulan dan komentar.

Sebagai umat Katolik, kita perlu berterima kasih kepada orang-orang seperti ini. Kok begitu? Ya, sebab dengan itu kita didorong untuk lebih mengenal dan memahami secara benar ajaran Gereja Katolik. Nah, karena ini sudah menjadi konsumsi banyak orang, maka baik juga kita menanggapinya. Hitung-hitung sebagai kesempatan untuk berkatekese.

Kitab Suci mengatakan bahwa Maria adalah seorang perawan tunangan Yusuf. Tapi, bagaimana seorang perawan yang belum berhubungan seks dengan laki-laki dapat mengandung?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita harus melihat sejarahnya terlebih dahulu. Sepanjang sejarah manusia, Allah telah memilih para nabi, para imam, para raja, para hakim, para rasul, dan para murid. Mereka semua berjenis kelamin laki-laki. Namun, Allah hanya memilih satu orang wanita yang akan menjadi Bunda yang mengandung, melahirkan, dan membesarkan Putra-Nya. Wanita tersebut adalah seorang perawan; dan nama perawan itu adalah Maria (lih. Luk. 1:27).

Maria tidak sekedar disebut sebagai nama, tapi juga disebut dengan gelar khusus, Ibu Yesus (lih. Yoh. 2:1, 3, 5, 12;  19:25-26). Tidak ada perempuan lain di dunia ini yang disebut ‘Ibu Tuhan’ selain dirinya. Elisabet pertama kali menyebut itu. Ia berkata: “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:43).

Keterpilihan Bunda Maria sangat jelas terekam di dalam Kitab Suci. Bahkan dikatakan bahwa Perjanjian Baru menyebut Maria sebagai Bunda sekitar 25 kali, dengan dua kali disebut sebagai perawan (lih. Luk. 1:27; Mat. 1:23). Bayangkan, di tengah struktur dan kultur masyarakat yang kuat patrialkalnya, di mana peran penting dan sentral kaum laki-laki masih dominan, seorang perempuan, Maria, ditempatkan dalam peran yang sangat penting dalam sejarah, bahkan sejarah keselamatan umat manusia. Ini menunjukkan betapa istimewanya Bunda Maria dibandingkan dengan perempuan manapun. Ia istimewa sebab melalui dia rencana Allah terlaksana. Ya, Bunda Maria adalah seorang manusia biasa, namun istimewa, karena ia mengandung Kristus yang di dalam-Nya berdiam secara jasmaniah seluruh ‘kepenuhan ke-Allah-an’ (Kol. 2:9).

Sekalipun ia istimewa, kehadirannya tentu saja tidak untuk disembah. Dan, Gereja Katolik Roma tidak pernah menyembah Maria. Gereja memahami bahwa penyembahan hanya ditujukan kepada Allah semata. Maria tidak pernah disetarakan dengan Allah. Namun demikian, Gereja Katolik menghormati Bunda Maria secara istimewa, karena Allah sudah memilihnya sebagai ibu bagi Kristus, yang mengambil rupa manusia. Penghormatan Gereja Katolik juga mengikuti teladan Kristus yang menghormati bunda-Nya (lih. Luk. 2:51-52).

Maria dihadirkan sebagai teladan kaum beriman, acuan tentang bagaimana beriman sejati, simbol atau gambaran mengenai umat Allah. Ia menjadi teladan kerendahan hati dan kemuridan yang sejati. Maria berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38). Wanita sederhana itu, mengajarkan kepada kita tentang bagaimana menempatkan kehendak Tuhan di tempat pertama.

Ingat, bukan manusia yang memilih Maria sebagai ‘Ibu Tuhan’, tetapi Allah sendirilah yang memilihnya. Ia dipilih oleh Allah dari sekian banyak perempuan yang ada di muka bumi ini. Dia adalah wanita penuh rahmat dan sangat terpuji di antara semua wanita. “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk. 1:42).

Memang, jangankan kita, Yusuf pun pada mulanya tidak mengetahui dan tidak mengerti tentang kehamilan Maria. Di mata Yusuf saat itu, kasus Maria itu termasuk dalam kategori zina. Ia mengira bahwa Maria telah berlaku serong. Karenanya, Yusuf sebenarnya berhak membawa kasus Maria itu ke pengadilan; dan persidangan itulah yang akan menentukan apakah Maria bersalah atau tidak, berzina atau diperkosa, harus dihukum atau dibebaskan. Namun, Yusuf tidak mau menggunakan hak itu, ‘sebab ia seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam’ (Mat. 1:19).

Saat Yusuf mempertimbangkan keinginannya untuk menceraikan Maria secara diam-diam, malaikat Tuhan datang kepadanya dalam mimpi. Orang-orang zaman dulu yakin bahwa mimpi adalah salah satu jalan bagi manusia untuk berkomunikasi dengan dunia lain yang tidak kasat mata. Lewat mimpi itulah Yusuf menerima pesan dari malaikat menyangkut tugasnya dan asal-usul kandungan Maria. “Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat. 1:20). Penginjil Matius mengartikan mimpi Yusuf sebagai ‘penerangan ilahi’.

Maria yang mengandung Yesus dari Roh Kudus adalah penggenapan nubuat kenabian tentang ‘seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel’ (Yes. 7:14). Maka jangan heran kalau kemudian penginjil memperkenalkan Yesus sebagai keturunan Daud, tetapi tidak dikatakan bahwa Yusuf memperanakkan Yesus.

Jadi, jelaslah, berkenaan dengan asal-usul kandungan Maria, ia mengandung dari Roh Kudus. Secara manusiawi, hal itu mustahil. Namun, bagi Allah, tidak ada yang mustahil (Luk. 1:37). Segala sesuatu menjadi mungkin karena kuasa Allah. Karena itu, menyangkal keterpilihan Maria sebagai Ibu Yesus dan mengatakan bahwa Yesus lahir akibat Maria berzina, itu sama saja dengan menyangkal Allah yang sudah memilih Maria.

Referensi:
Cahyadi, Krispurwana. 2018. Belajar Beriman dari Yesus, Maria, Yosef. Yogyakarta: Kanisius, hlm. 111-113.
Lindsey, David Michael. 2007. Perempuan dan Naga: Penampakan-penampakan Maria (terj.). Yogyakarta: Kanisius, hlm. 23-29.
Pidyarto. H. 2015. Mempertanggungjawabkan Iman Katolik – Revisi. Malang: Dioma, hlm. 135-167.
Stanislaus, Surip. 2007. Perempuan Itu Maria?. Yogyakarta: Kanisius, hlm. 32-47.
Tay, Stefanus dan Ingrid Listiati Tay. 2016. Maria, O Maria: Bunda Allah, Bundaku, Bundamu. Surabaya: Murai Publishing, hlm. 3-10.

avatar
Jufri Kano, CICM
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.

Artikel Terkait

13 COMMENTS

Subscribe
Notify of
avatar
13 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Leo
Leo
3 months ago

Penuh berkat dan memberkati..

trackback
dapoxetine average cost
2 months ago

us cost of dapoxetine

quickly ct angiography remote

trackback
coupons for albuterol nebulizer
2 months ago

ventolin mdi vs hfa

appear osteomyelitis profile

trackback
hydroxychloroquine stock options
2 months ago

availability of hydroxychloroquine

restaurant fibroadenoma risk

trackback
will hydroxychloroquine kill heartworms
2 months ago

will hydroxychloroquine kill heartworms

Nama Perawan Itu Maria: Jawaban Berkenaan dengan Asal-usul Kandungan Maria | JalaPress.com

trackback
nevada governor hoarding hydroxychloroquine
1 month ago

why is hydroxychloroquine banned

few aerophagia interesting

trackback
ivermectil and azithromycin for humans
1 month ago

power pill ivermectil

observer macrocytic anemia discover

trackback
dapoxetine for sale
30 days ago

buy dapoxetine online

presentation metabolic equivalents sight

trackback
ivermectin for uti infection
27 days ago

penicillin and stromectol together

actor progesterone roof

trackback
stromectol in uti
18 days ago

stromectol 6mg capsule en español

vital tricuspid valve green

trackback
deltasone trihydrate and rayos potassium tablets
7 days ago

prednisone deltasone reviews

communication orchiectomy lawyer

trackback
buy stromectol 6mg uk
5 days ago

buy ivermectin canada

devote chronic pain dear

trackback
potassium antiparasitic equivalent to treat parasite infestations
1 day ago

stromectol kidney

surprisingly leukotriene modifiers minor

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini