5.1 C
New York
Saturday, February 28, 2026

Panasnya Kursi Pengadilan Pilatus

Kaum Farisi dan Saduki menuduh Yesus sebagai penista agama dan penghujat Allah. Mereka menghasut rakyat agar mendukung rencana licik mereka untuk membelenggu Yesus. Rakyat yang tergolong minim pengetahuan dan mudah terprovokasi pun menghendaki Yesus dihukum mati.

[postingan number=3 tag= ‘salib’]

Seketika teriakkan ‘Hosana’ berubah menjadi ‘Salibkan dia.’ Pengadilan Pilatus tidak dapat menjamin hak asasi manusia. Meskipun ia tidak menemukan kesalahan dari tindakan Yesus, namun ia terprovokasi pula karena pengaruh kaum Farisi dan Saduki serta rakyat.

Pilatus terpaksa memberikan pilihan kepada mereka. Dalam tahanan ada seorang bernama Barabas yang dipenjara karena pemberontakan. Ia berharap Yesus, seorang rabbi bijaksana akan terbebas.

Namun pilihan tersebut menjadi bumerang bagi Pilatus. Rakyat menghendaki Barabas, seorang penjahat sebagai jawara yang harus dibebaskan. Yesus, sang bijaksana dibelenggu karena rasa dengki. Barabas dipilih karena rakyat lebih menghendaki kebusukan dan kejahatan.

Rakyat pada kisah itu adalah kita. Kita yang sering menghakimi sesama, kita yang sering berlaku tidak adil, kita yang sering menyebarkan kebencian, dan kita yang merendahkan harkat dan martabat sesama.

Mari sejenak kita memeriksa diri kita, benarkah kita telah bertindak sesuai tuntutan Yesus, sang guru? Atau selama ini, kita justru sering mengikuti tindakan kaum Farisi dan Saduki?.

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan Strata 1 (S1) Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Menyelesaikan Strata 2 (2023). Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022), Kuntum-Kuntum Kasih Sayang Vol. 3, Keluargaku Bahagiaku Vol. 2, Ibu Matahari Hidupku Vol. 1 (2023), Ibu Matahari Hidupku (2024), Menulis Itu Sehat & Hidup Itu Anugrah (2025), Ikut menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama penerbit Ethos Logos Pathos (2024-sekarang), Menulis buku "Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti" bersama PT. Mitra Laksana Pelita (2025-sekarang). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com dan floresnews.net(2018-sekarang), Author jalapress.com/, dan mengajar di Sekolah Tarsisius Vireta (Website:https://www.tarsisiusvireta.sch.id/) (2019-2024), menjadi Wakil Kepala Sekolah SD Tarsisius 1 (Juli 2024-sekarang), Wakabid. Marketing, Humas & Pengembangan Usaha, Yayasan Bunda Hati Kudus (2025) Penulis dapat dihubungi melalui: Email: detianus.634@gmail.com Facebook: Silvester Detianus Gea. Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465. Akun tiktok https://www.tiktok.com/@orang_muda.katolik1. Akun Youtube: https://www.youtube.com/@Degeasofficial. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/de-gea-000825389/.

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Artikel Terkini