Pantang Mencerca di Media Sosial

0
53
Sumber: Google.com

Hari ini (Jumat) hari pantang bagi umat Katolik. Pantang artinya menahan diri untuk tidak menikmati apa yang paling disukai atau bahkan yang membuat kita kecanduan. Bisa pantang makanan atau minuman tertentu. Bisa juga kebiasaan tertentu, misalnya merokok, menonton TV, main HP atau berselancar di internet. Anda bisa pilih sendiri sesuai situasi-kondisimu.

Ada baiknya kita merenungkan dan berusaha menghayati salah satu pesan penting Paus Fransiskus tentang pantang. Apa itu? Bapa Suci meminta-mengajak umat Katolik agar pantang MENCERCA di media sosial. Pesan ini relevan dengan situasi dunia saat ini yang mana umat manusia seringkali saling mencerca di media sosial, terutama media sosial online.

Atas nama kebebasan berpikir, berbicara dan berpendapat, tampaknya begitu mudah manusia zaman ini mencerca, memfitnah, menghina, mengungkapkan-mempertontonkan kebencian, menyebarkan kebohongan dan sebagainya di media sosial. Aneka tindakan ini mengacaukan kehidupan bersama, bahkan melahirkan kehancuran dalam dunia.

Karena itu, yang terlibat di dalam aneka tindakan di atas perlu BERTOBAT. Lagi pula, Tuhan yang Maharahim itu menghendaki pertobatan orang berdosa sebagaimana yang dikatakan dalam Yehezkiel 18:23, “Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada PERTOBATANnya supaya ia hidup?” Pertobatan kita memang dirindukan Tuhan supaya kita hidup.

Maukah kita berhenti mencerca, menghujat, memfitnah, menghina, menyebarkan-mempertontonkan kebencian di media sosial?Jika kita pengikut Kristus yang baik, seharusnya kita MAU.***

Imam Misionaris Serikat Maria Montfortan (SMM) yang berkarya sebagai Pendidik di SMAK (Sekolah Menengah Agama Katolik) Seminari Santo Yohanes Paulus II, Labuan Bajo-Manggarai Barat-Flores Barat-Nusa Tenggara Timur. Ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 17 Juni 2016 di Novisiat SMM - Ruteng - Flores - NTT. Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana - Malang - Jawa Timur.