Paus Fransiskus Mengunjungi Thailand

0
636
Paus Fransiskus mengikuti upacara penyambutan yang dipimpin oleh Perdana Mentri Thailand, Prayut Chan-O-Cha/ Sumber foto: https://en.tempo.co/

Umat Katolik dengan antusias berkumpul di sekitar Kedutaan Vatikan di Bangkok dan Rumah Sakit St. Louis. Mereka ingin berswafoto dengan Paus Fransiskus. “Sekali seumur hidup, saya ingin melihatnya dan dapat menerima doa dari Paus,” kata Orawan Thongjamroon (60) di luar Kedutaan Vatikan, seperti dilansir Reuters.

Paus tiba di Thailand pada Rabu (20/11). Kunjungan tersebut merupakan agenda Paus Fransiskus untuk bertemu dengan minoritas umat Katolik. Pesawat Paus Fransiskus mendarat sekitar tengah hari dan kemudian Paus Fransiskus berjalan di atas karpet merah.

Paus Fransiskus disambut oleh para pemimpin Gereja untuk kunjungan yang bertepatan dengan peringatan 350 tahun misi kepausan pertama di Thailand. Di antara mereka yang menyambutnya adalah sepupu dan teman masa kecilnya dari Argentina, Suster Ana Rosa Sivori, biarawati berusia 77 tahun yang telah bekerja di sekolah-sekolah Thailand selama lebih dari 50 tahun.

Sivori akan menjadi penerjemah pribadi Paus Fransiskus selama berada di Thailand. Keduanya tampak berseri-seri saat berjalan melintasi aspal melalui kerumunan pastor, anak-anak, dan pejabat pemerintah ke iring-iringan mobil yang menunggu.

Paus Fransiskus memulai program resminya pada Kamis (21/11) saat dia dijadwalkan untuk bertemu Raja Maha Vajiralongkorn serta tokoh tertinggi Buddha sebelum mempersembahkan misa di Stadion Nasional. Paus Fransiskus akan mengadakan misa lainnya di Katedral Assumption Bangkok sebelum berangkat ke Jepang pada Sabtu (23/11). Paus Fransiskus akan mengunjungi titik peringatan ledakan nuklir di Hiroshima dan Nagasaki.

Seperti diketahui, mayoritas masyarakat Thailand beragama Buddha. Jumlah umat Katolik di negara itu tidak lebih dari 2 persen dari seluruh populasi. Agama Katolik pertama kali masuk di Thailand pada pertengahan 1500-an melalui para misionaris dan pedagang Portugis, dan selama bertahun-tahun umat Katolik membangun sekolah dan rumah sakit.

“Teman-teman yang terkasih di Thailand dan Jepang, sebelum kita bertemu, mari kita berdoa bersama agar kita dipenuhi rahmat dan sukacita,” demikian pesan yang tertulis di akun resmi Paus Fransiskus sebelum meninggalkan Vatikan.

Selain itu, di Gereja St. Louis di Bangkok, seorang wanita Katolik Thailand, Nuchnaree Praresri (49) dengan bangga menunjukkan foto-foto dirinya dan Paus Fransiskus dari kunjungannya ke Vatikan bersama suaminya. “Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan memiliki kesempatan lain untuk bertemu dengannya lagi,” kata Nuchnaree Praresri.*

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289