Renungan Masa Adven: Persiapkanlah di Padang Gurun Jalan untuk Tuhan

0
283
Nabi Yesaya tiada henti mewartakan kabar baik mengenai apa kata Tuhan untuk kita. Ia getol sekali menyampaikan kabar mengenai kedatangan Tuhan. Kabar mengenai kedatangan Tuhan merupakan kabar baik yang penuh dengan pengharapan.

Pada Masa Adven seperti ini, suara Nabi Yesaya kembali bergema di telinga kita. Ia berseru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya” (Yes. 40:3-5).

Ada beberapa kata di sini yang menurut saya perlu kita artikan secara lebih mendalam. ‘Padang gurun’ kiranya melambangkan hati yang gersang dan tak berpengharapan; ‘lembah’ melambangkan kekurangan kita sebagai manusia; ‘gunung’ melambangkan kosombangan dan keangkuhan; ‘tanah yang berlekuk-lekuk’ melambangkan perilaku kita yang seringkali menyimpang dari apa yang seharusnya.

Sebagai manusia, kadang kita merasa bahwa masalah yang kita hadapi terlalu berat untuk dijalani; sehingga energi kita habis terkuras hanya memikirkan masalah-masalah. Kita lupa bahwa Tuhan lebih besar dari masalah kita. Jika Ia mau datang kepada kita, itu artinya Ia juga mau membantu kita mengangkat masalah-masalah kita.

Tuhan Yesus sendiri sudah mengatakan bahwa Ia adalah sahabat kita. Ia bersabda: “Kamu adalah sahabat-Ku” (Yoh. 15:14). Dan, sebagai seorang sahabat yang baik, tidak mungkinlah Ia membiarkan kita tenggelam dalam masalah. Sebaliknya, Ia pasti membantu kita, sahabat-Nya.

Maka, jangan pernah menutup pintu hati kita untuk Dia. Apapun situasi yang kita hadapi, pahit getirnya hidup kita, segala pergumulan kita, tetaplah ‘persiapkan jalan untuk TUHAN’. Biarlah Tuhan masuk ke dalam kehidupan kita, terutama ke hati kita; sebab pada Dia ada harapan.

Memang, terkadang kita mengambil jarak dari Yesus. Kita bertingkah seperti bukan sahabat-Nya. Kita terus saja ‘menikmati’ kekurangan kita, kita berlaku sombong, dan menyimpang dari jalan-Nya. Padahal, Yesus sendiri bilang bahwa kita hanya akan menjadi sahabat-Nya jikalau kita berbuat apa yang diperintahkan-Nya kepada kita (bdk. Yoh. 15:14).

Karena itu, tidak ada cara lain lagi untuk bisa kembali menjadi sahabat Yesus selain cara-cara ini: siapkan jalan untuk Dia, luruskan kembali segala hal yang sudah menyimpang, perbaiki apa yang menjadi kekurangan kita, jauhkan diri dari sikap sombong, dan sebagainya.

Yohanes Pembaptis menyederhanakan cara-cara itu dengan satu kata: bertobat. Ia bilang: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat. 3:2). Ya, inilah masanya bagi kita untuk bertobat. Masa Adven, masa penantian akan kedatangan Tuhan, harus diisi dengan upaya untuk bertobat. Semoga.

avatar
Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.