Renungan Masa Adven: Tuhan Datang untuk Memberi Kelegaan

0
234
Yesus berjanji kepada pengikutNya bahwa Ia akan datang kembali. Ada dalam Alkitab,“ Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Tuhan Datang untuk Memberi Kelegaan: Renungan Masa Adven, Rabu 11 Desember 2019 — JalaPress.com; Injil: Mat. 11:28-30

Setiap hari kita bekerja, mungkin delapan jam dalam sehari. Ada yang pekerjaannya ringan dan enteng, ada pula yang berat. Pekerjaan yang kita lakoni seringkali menuntut tenaga yang extra dari kita.

Banyaknya tugas dan pekerjaan membuat kita merasa kehabisan tenaga dan tidak berdaya. Sampai-sampai kita tidak tahu lagi apa yang harus kita lakukan. Mau berhenti bekerja, tidak mungkin. Kita mau makan apa. Kita masih butuh makan minum yang harus kita beli. Kredit motor yang belum lunas, uang anak sekolah yang masih harus dibayar, dan sebagainya. Mau tetap lanjut bekerja, tenaga habis. Tulang-tulang remuk dan pinggang seperti mau patah.

Pekerjaan menguras pikiran dan tenaga kita; dan membuat kita mudah letih. Kita tidak tahu mau bikin apa lagi. Ketika kita lelah, selera makan hilang; bahkan orang ajak ngobrol pun tidak senang. Kita benar-benar kehilangan semangat. Banyak orang lelah menjadi frustrasi.

Yesus melalui bacaan Injil hari ini berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). Ia memahami bahwa hidup kita memang susah. Ia mengerti keadaan kita. Makanya, Ia mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya dan menerima pertolongan dari-Nya.

Kita bersyukur sebab Tuhan yang kita imani bukan Tuhan yang mati; kita percaya pada Tuhan yang hidup. Tuhan yang hidup itu sangat peduli dengan keadaan kita. Ia bahkan mau bergaul dengan kita dan ikut menderita bersama kita. Hanya Yesus yang pernah melakukan seperti itu, tidak ada yang lain.

Kita beruntung sekali karena kita mempunyai Tuhan yang sungguh amat baik seperti Yesus.  Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang sebaik Tuhan kita. Tuhan Yesus mengasihi kita lebih dari apapun di dunia ini. Ia senantiasa ada bersama kita dalam seluruh perjalanan hidup kita, terutama saat kita berada pada titik tersulit hidup kita.

Yesus ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa diri-Nya adalah juruselamat. Sebagai juruselamat tentu tujuan utama kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan. Hal itu ditunjukkan-Nya selama hidup dan karya-Nya. Yesus sudah membuktikan bahwa Ia datang untuk membebaskan orang-orang kecil, menyembuhkan mereka yang sakit, bahkan menghidupkan kembali orang yang sudah mati.

Tuhan mau supaya kita menyandarkan diri kita pada-Nya. Maka, jika beban hidup kita sudah semakin berat, datanglah kepada Tuhan. Semakin kita lelah, seharusnya kita semakin dekat dengan Dia; sebab Dia adalah sandaran hidup kita. Yakinlah, Ia pasti mengerti keadaan kita. Ia pasti akan memberi kita KEMAMPUAN sehingga pekerjaan-pekerjaan yang tadinya menguras tenaga dan melelahkan, akan terasa ringan.

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: [email protected]