Tuhan Tidak Tidur, Ia Tak Pernah Membiarkan Manusia Berjalan Sendiri

0
166

Realitas penderitaan yang dialami manusia mengundang banyak tanya. Di manakah Tuhan pada saat manusia menderita? Mengapa Tuhan hanya menonton penderitaan manusia?

Persoalan itu terjadi juga dalam kehidupan bangsa Israel dan sudah dikatakan dengan sangat jelas dalam Kitab Mazmur 115:2 yang bertanya di mana Allah mereka? Pertanyaan  ini membuat pemazmur mengeluh kepada Tuhan dan memberikan jawaban. Kadang kala sebagai manusia kita tidak bisa mengerti rencana dan kehendak Allah dalam hidup. Pikiran kita yang kecil itu tidak dibandingkan dengan pikiran Allah yang besar.

Persolan besar tentang realitas penderitaan manusia tidak bisa dijawab dengan gambang. Akan tetapi sebagai orang Kristen kita percaya bahwa Tuhan melakukan sesuat yang lebih. Tuhan tidak pernah mencintai yang lain dan membenci yang lain, Ia tidak merangkul yang lain dan membiarkan yang lain. Tuhan akan selalu memberikan kepada manusia sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Karena Dia adalah Tuhan kita yang melakukan segala sesuatu dalam diam. Terhadap hal ini kita hanya bisa berseru kepada Tuhan “Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!” (Mzm 4:1).

Sesungguhnya Tuhan kita tidak tertidur. Sekalipun manusia berdosa. Ia tetap berusaha membangunkan mereka dari dosanya. Bukti bahwa Tuhan tidak tertidur ketika Ia berada di atas salib. Salib itu lambang kekalahan sekaligus kemenangan. Kekalahan bagi orang-orang yang menghukum-Nya karena mereka telah puas, bahwa Ia telah mati di atas kayu salib sebagai manusia yang tidak punya apa-apa. Mereka pun bersorak sorai atas kemenangannya. Di samping kekalahan bagi mereka yang menghukum-Nya. Bagi kita yang percaya, salib itu kemenangan. Bahwa setiap penderitaan pasti ada akhir. Akhir dari penderitaan ialah pemulihan pengangkatan martabat kita sebagai anak-anak Allah. Kita akan masuk ke dalam tempat perjamuan abadi. Di sana kita mendapat kebahagian dan sukacita sejati.

Iman kristiani mengajarkan bahwa sebenarnya dalam setiap penderitaan Tuhan tidak pernah tertidur. Ia membiarkan penderitaan itu, untuk menempa manusia agar dari hari ke hari semakin murni. Semakin manusia mengalami penderitaan dalam hidupnya semakin ia akan bersatu dengan Tuhan. Tuhan tidak pernah membiarkan manusia seorang diri. Karena Tuhanlah yang mengetahui, menyelidiki dan mengenal kita (Bdk Mzm 139).

avatar
Fr. Patrisius Epin Du, SMM tinggal di seminari Montfort Pondok Kebijaksanaan Malang dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Widya Sasana-Malang.