17.2 C
New York
Wednesday, May 25, 2022

Ajaran Sesat Antidicomarianisme & Penghujatan Terhadap Bunda Maria (Seri Ajaran Sesat 3)

Penghujatan dan penghinaan terhadap Bunda Maria berasal dari bidat Antidicomarianisme (vs. Collydirianisme) yang muncul di wilayah Arab abad ke 3 hingga abad 5. Kelompok ini adalah sekte sesat yang anti dengan Bunda Maria. Mereka juga disebut Dimoerites.
St. Epiphanius dalam bukunya berjudul Panarion (Kotak Obat) menceritakan tentang keberadaan sekte tersebut.

Kemudian St. Epiphanius memberikan bantahan terhadap tuduhan sekte Antidicomarianisme. St. Ephipanius menjelaskan bahwa Yusuf adalah seorang yang kudus dan bukan seorang yang tidak dapat menahan nafsunya (Lihat Luk 1: 19 . Dan Yusuf pada saat menjadi bapak pemelihara Yesus berusia kira-kira 90 tahun. Sementara Bunda Maria berusia sekitar lima belas tahun.

Ajaran Antidicomarianisme

a. Menolak setiap devosi atau penghormatan yang diberikan kepada Bunda Maria.
b. Menolak doktrin keperawanan abadi Bunda Maria
c. (pada awalnya) mereka menolak bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan, sehingga mereka beranggapan bahwa Yesus anak biologi Yusuf.
d. (Kemudian) mereka menerima bahwa Yesus dilahirkan oleh seorang perawan namun mereka berpendapat bahwa Maria dan Yusuf melakukan hubungan seksual setelah kelahiran Yesus.
e. Mereka mengajarkan bahwa saudara-saudari Yesus yang disebutkan dalam Injil adalah anak kandung/anak biologis Maria dan Yusuf.

BACA JUGA:

Sekte Antidicomarianisme sebenarnya merupakan reaksi atas aliran Collydirianisme. St. Epiphanius menghubungkan Antidicomarianisme dengan Apollinaris dari Laodekia. Pandangan Antidikomarianisme pada abad ke-4 ternyata ditemukan pula dalam pandangan Helvidius. Dikemudian hari pandangan dan paham Antidikomarianisme menjadi standar sebagaian ajaran Protestan tentang Maria.

Penjelasan Kitab Suci

Mat. 1: 24-25 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. >>>ἕως
heōs: until yang mempunyai banyak arti yaitu sampai, kepada. Mat. 28: juga memakai kata Heos ketika Yesus berkata bahwa ia menyertai para murid “sampai” kepada akhir zaman. Tidak diartikan bahwa setelah akhir zaman Yesus tidak menyertai lagi. Jadi pengertian sampai tidak dapat dimutlakkan bahwa setelah itu Yusuf bersetubuh dengan Bunda Maria. Lagi pula tidak ada bukti scriptura bahwa Bunda Maria melahirkan anak selain Yesus.
Contoh lain dalam 1 Petrus 5: 2 3, Petrus menyebut Markus sebagai “Anakku”, padahal Markus adalah Keponakan Petrus. Dan menurut St. Papias, Markus adalah juru tulis Petrus.

Maria Dalam Alkitab

Maria Ibu Yesus, Maria Isteri Klopas/Alfeus, Maria Salome (Isteri Zebedeus), Maria saudara Marta dan Lazarus, Maria Magdalena.

Catatan Tertua

Uskup Yerusalem yang pertama bernama Yakobus saudara Yesus, atau Yakobus Muda/Yakobus Anak Alfeus. Alfeus (Aramaic)/Klopas (Yunani). Catatan kehidupan dan kematian orang-orang Kudus (Synaxarion) mencatat informasi yang sama bahwa Yakobus yang dimaksud adalah anak Alfeus/Klopas.

Dalam Synaxarion diceritakan bagaimana Yakobus Uskup Yerusalem menjadi martir dengan cara dirajam. St. Papias (70-163 merupakan murid Rasul Yohanes) juga menceritakan dalam fragmen X Papias menjelaskan hal yang sama bahwa Yakobus yang dimaksud adalah Yakobus anak Alfeus/Klopas.

St. Papias juga menjelaskan bahwa Maria Isteri Klopas/Alfeus memiliki anak bernama Yakobus (uskup Yerusalem), Simon, Thadeus, dan Yusuf. Sementara Maria Salome (Sepupu Bunda Maria Isteri Zebedeus) memiliki anak bernama Yohanes Penginjil dan Yakobus anak Zebedeus.

Jadi Klopas/Alfeus memiliki isteri bernama Maria (lihat Injil Yohanes 19: 25) “saudara (Sepupu Bunda Maria)” Bunda Maria ibu Yesus. Klopas dan Maria inilah yang memiliki anak-anak yang disebut dalam Kitab Suci.

Ajaran Bapa Gereja

Pertama, St. Epifanus (374): Allah Putera …. telah lahir sempurna dari Maria yang suci dan tetap Perawan oleh Roh Kudus….” (St. Epiphanus, Well Anchored Man, 120).

Kedua, St. Hieronimus (347- 420) tidak hanya menyebutkan keperawanan Maria, tetapi juga keperawanan Yusuf (lih. St. Jerome, The Perpetual Virginity of Blessed Mary, Chap 21).

Ketiga, St. Agustinus dan St. Ambrosius (415), mengajarkan keperawanan Maria sebelum, pada saat dan ssudah melahirkan Yesus Kristus, sehingga Maria adalah perawan selamanya (lih. St. Augustine, Sermons, 186, Heresies, 56; Jurgens, vol.3, n. 1518 dan 1974d).

Keempat, St. Petrus Kristologus (406- 450): “Sang Perawan mengandung, Sang Perawan melahirkan anaknya, dan ia tetap perawan” (St. Petrus Kristologus, Sermon 117).
Kelima, Paus St. Leo Agung (440-461) : “… a Virgin conceived, a Virgin bare and a Virgin she remained. – [Ia adalah seorang Perawan yang mengandung, Perawan melahirkan, dan ia tetap Perawan” (Paus St. Leo Agung, On the Feast of the Nativity, Sermon 22:2).
Keenam, St. Yohanes Damaskus (676- 749) juga mengatakan hal yang serupa: “Ia yang tetap Perawan, bahkan tetap perawan setelah kelahiran [Kristus] tak pernah sampai akhir hidupnya berhubungan dengan seorang pria… Sebab meskipun dikatakan Ia [Kristus] sebagai yang ‘sulung’…. arti kata ‘sulung’ adalah ia yang lahir pertama kali, dan tidak menunjuk kepada kelahiran anak- anak berikutnya.” (St. Yohanes Damaskinus, Orthodox Faith, 4:14 ).

avatar
Silvester Detianus Gea
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Sedang menyelesaikan program Pascasarjana (S2) Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (Antologi); “Ibuku Surgaku” jilid III (2020), Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV (2021), Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku (2022). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465

Artikel Terkait

Subscribe
Notify of
avatar
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Ikuti Kami

10,700FansLike
680FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Artikel Terkini