Menerobos Pintu Sempit: Kunci Utama untuk Masuk Surga menurut Yesus

0
466
santiagotorrescl95 / Pixabay

Kunci Utama untuk Masuk Surga: Renungan Harian Katolik, Rabu 30 Oktober 2019 — JalaPress.com; Bacaan I: Rm. 8:26-30; Injil: Luk. 13:22-3

Cerita Injil hari ini cukup menarik. Diceritakan bahwa seseorang, yang tidak disebutkan namanya, mengajukan satu pertanyaan penting kepada Yesus, katanya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” (Luk. 13:13). Yesus tidak bilang ‘ya’, juga tidak bilang ‘tidak’. Tapi, dari jawaban yang diberikan-Nya kepada orang tersebut kita bisa tahu maksud-Nya.

Yesus berkata kepada orang itu: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Luk. 13:24).

Jawaban Yesus ini mau mengatakan kepada kita bahwa tidak ada orang yang secara otomatis bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga; sebab masuk Surga itu susah. Tidak enteng. Maka dari itu, semua orang yang ingin masuk surga harus berusaha dan berjuang.

Jika kita bertanya, “Apakah semua orang mau masuk surga?” Jawabannya: ya hampir pasti semua orang mau masuk surga. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia: dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan, semuanya mau masuk Surga. Sayangnya, pintu surga itu sesak; sehingga tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya.

Memang, surga merupakan ‘tempat’ yang dijanjikan oleh Tuhan untuk semua orang. Yesus sendiri pernah berkata: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (lih. Yoh. 14:2).

Tapi, sekali lagi, Surga itu tidak gratis. Orang hanya bisa masuk ke dalamnya sejauh ada usaha dan kerja keras. Ingat, di sini Yesus menekankan kata ‘usaha’. Apa yang perlu kita usahakan untuk menerobos pintu yang sempit itu? Tidak ada yang lain kecuali  menuruti segala perintah-Nya.

Ya, tiap-tiap orang dipanggil untuk menuruti perintah-Nya. Namun, tidak semua orang mau menanggapi panggilan itu. Hanya orang yang mengasihi Tuhan yang bersedia melakukannya. Yesus sendiri berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh. 14:15).

Mereka yang menanggapi panggilan Tuhan, merekalah yang dibenarkan oleh Tuhan. Tuhan akan menaruh orang-orang seperti itu di tempat yang mulia, yakni Surga. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, menuliskan: “Mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya” (Rm. 8:30). Mengapa? Karena ‘Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (lih. Rm. 8:28).

Jawaban Yesus ini mau mengatakan kepada kita bahwa tidak ada orang yang secara otomatis bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga; sebab masuk Surga itu susah.

Sekali lagi, kita harus menuruti perintah Tuhan untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga; dan hal itu kita lakukan selagi masih di sini, yaitu di dunia ini. Jangan sampai terlambat; sebab jika terlambat, percuma. Yesus berkata: “Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu” (Luk. 13:25). Pesannya: berjuanglah untuk menerobos pintu yang sempit itu selagi masih ada kesempatan.

Selama masih ada di dunia ini, Tuhan memberi kita kesempatan seluas-luasnya untuk menuruti perintah-Nya. Kita hanya akan diselamatkan apabila semasa hidup di dunia ini kita mampu menyelaraskan pikiran, perkataan, dan perbuatan kita  dengan perintah Tuhan. Jika tidak, kita akan menyesal seperti orang kaya dalam cerita Lazarus.

Orang kaya itu berkata kepada Bapa Abraham: “Aku minta kepadamu, Bapa Abraham, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini” (Luk. 16:27-28).

Marilah kita berusaha dan berjuang untuk menerobos pintu yang sesak itu. Memang tak ada yang mudah. Tak ada yang gampang. Ingat, waktu kita terbatas. Hanya di sini, yakni di dunia ini, saat dan tempatnya kita berusaha dan berjuang. Kiranya kita mampu menyelaraskan hidup kita dengan perintah Tuhan; agar kita pun dibenarkan-Nya, dan kelak dimuliakan-Nya dalam Kerajaan Surga. Amin.

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & CICM Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.