Tanda Akhir Zaman menurut Alkitab: Tuhan Mau Kita Bertahan

0
994
Gambar ilustrasi diambil dari Pixabay.com

Tanda Akhir Zaman menurut Alkitab: Renungan Harian Katolik, Minggu 17 November 2019 — JalaPress.com; Bacaan I: Mal. 4:1-2a; Bacaan II: 2 Tes. 3:7-12; Injil: Luk. 21:5-19

Kitab Suci jelas menyebutkan bahwa hari Tuhan itu akan tiba; meski tidak ada seorang pun yang tahu kapan persisnya. Kedatangan-Nya ibarat musim panen (bdk. Mat. 13:30). Ia akan datang untuk memilah dan memilih dari antara jerami dan padi; ilalang dan gandum.

Gandum dan padi menggambarkan orang-orang yang selama hidupnya takut akan Tuhan; mereka yang senantiasa menjaga tutur kata dan perbuatannya. Sebaliknya, jerami dan ilalang menggambarkan mereka yang selama hidupnya berlaku jahat, tidak sabar, dan suka menyakiti orang lain. Jerami, termasuk akar dan cabangnya, akan dibakar habis; sedangkan padi dan gandum dikumpulkan-Nya ke dalam lumbung. Apa artinya? Yaitu bahwa Tuhan datang untuk memisahkan orang baik dari orang jahat. Satu hal yang pasti: Ia tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah.

Kedatangan Tuhan itu didahului dengan tanda-tanda. Dalam Injil hari ini, murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Yesus menjawab (bahwa tanda-tandanya adalah):

“Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.

Kedatangan Tuhan ditandai dengan berbagai kejadian dan situasi sulit. Tapi, Yesus meminta kita supaya tetap waspada agar jangan sampai disesatkan; sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Nya dan berkata “Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat.”

Yesus dengan sangat tegas bilang: “Janganlah kamu mengikuti mereka (orang-orang yang menyesatkan itu). Sebab semuanya itu (tanda-tanda itu) harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Justru sebaliknya, segala kejadian itu dimaksudkan supaya menjadi kesempatan bagi kita untuk bersaksi. Kesaksian seperti apa yang diinginkan Tuhan? Kesaksian bahwa kita mampu bertahan. Yesus sendiri bilang: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

Yesus mau supaya apapun situasi sulit yang kita hadapi, tetaplah bertahan. Bekerjalah seperti biasanya. Jangan panik. Jangan takut. Kita tidak akan dibiarkan berjalan sendiri; Tuhan akan menolong kita. Ia menjamin hidup kita; bahkan Ia sendiri bilang bahwa tidak sehelai pun dari rambut kepala kita akan hilang. Tetaplah bertahan dan percayalah pada Tuhan.

Terlahir sebagai 'anak pantai', tapi memilih - bukan menjadi penjala ikan - melainkan 'penjala manusia' karena bermimpi mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus. Penulis adalah alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta & CICM Maryhill School of Theology, Manila - Philippines. Moto tahbisan: "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga" (Luk. 5:5). Penulis dapat dihubungi via email: jufri_kano@jalapress.com.