Katolik Menjawab: Ajaran Bapa-Bapa Gereja Tentang Allah Tritunggal (3)

1
348

Tidak henti-hentinya aliran bidat modern menyerang ajaran Gereja Katolik tentang Allah Tritunggal. Sebagian mereka secara terang-terangan memfitnah Bapa-Bapa Gereja melalui youtube, website dan lain sebagainya. Betapa pun kejinya fitnah mereka, namun Gereja Katolik tetap kokoh dan teguh dalam iman kepada Allah Tritunggal. Ajaran tentang Allah Tritunggal bukanlah karangan Gereja atau Bapa-Bapa Gereja.

Ajaran Allah Tritunggal adalah ajaran Alkitabiah, ajaran para rasul yang diteruskan kepada Bapa-Bapa Gereja. Bapa-Bapa Gerejalah yang kemudian menegaskan ajaran tersebut ketika bidat-bidat bermunculan dan menamakan diri ‘kristen’. Sebenarnya, klaim para bidat bahwa mereka “kristen” tidak tepat, karena salah satu identitas kekristenan adalah ajaran Allah Tritunggal, Maha Kudus.

Pada bagian ke-2 saya telah membahas bahwa bukan Tertulianus yang menciptakan Allah Tritunggal. Tertulianus juga tidak pernah menyangkal ajaran Tritunggal hingga akhir hayatnya. Bapa-Bapa Gereja lainnya juga dalam tulisan-tulisan mereka menjelaskan kepercayaan mereka kepada Allah Tritunggal. Santo Irenaeus (115-202) dalam bukunya Against Heresy, buku 4, bab 20, halaman 148 mengatakan, “Sebab bersama Dia selalu hadir Sabda dan kebijaksanaan-Nya, yaitu Putera-Nya dan Roh Kudus-Nya, yang dengan-Nya dan di dalam-Nya,…Ia menciptakan segala sesuatu, yang kepada-Nya Ia bersabda, “Marilah menciptakan manusia sesuai dengan gambaran Kita.”

Baca Juga:

Tidak hanya itu, Santo Athenagoras (133-190) mengatakan secara gamblang bahwa “…kita mengakui satu Tuhan, dan PuteraNya yang adalah Sabda-Nya, dan Roh Kudus yang bersatu dalam satu kesatuan, Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.” Bapa-Bapa Gereja sepanjang masa tidak pernah menyangkal Allah Tritunggal. Mereka terus berjuang sepenuh jiwa dan raga untuk membela iman akan Allah Tritunggal. Mereka melawan bidat-bidat yang terus memutarbalik kebenaran. Bahkan, mereka menulis buku berjilid-jilid untuk melawan para bidat anti-tritunggal.

Ajaran tentang Allah Tritunggal dijelaskan pula secara sederhana oleh Santo Clement dari Alexandria (150-215). Santo Clement mengatakan “Sang Sabda Kristus adalah penyebab dari asal mula kita-karena Ia ada di dalam Allah-dan penyebab dari kesejahteraan kita. Dan sekarang, Sang Sabda yang sama ini telah menjelma menjadi manusia. Ia sendiri adalah Tuhan dan manusia, dan sumber dari semua yang baik yang ada pada kita.”

Penjelasan lainnya juga dapat kita temukan dalam buku Santo Hippolitus yang berjudul Refutation of All Heresies 10:33. Santo Hippolitus mengatakan, “Hanya Sabda Allah adalah dari diri-Nya sendiri dan karena itu adalah juga Allah, menjadi substansi Allah*

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289