Surat Cinta Dari Roma: Ikuti Himbauan Pemerintah, Tetap Tinggal di Rumah

0
221
Faithfuls fill Saint Peter's Square in Vatican City 16 June 2002 to attend the canonization ceremony of Italian priest Padre Pio. Padre Pio, who is the second most popular figure in the country after Pope John Paul II, became the Catholic Church's 758th saint on Sunday. AFP PHOTO EPA/ANSA MARIO DE RENZIS hh

Oleh: P. Kasianus Nana, SDV

Untukmu yang tercinta bapak, mama kakak dan ade sebangsa dan setanah air. Sejujurnya saya tidak ingin menuliskan surat ini, karena tentunya kalian sudah menyaksikan dan membaca lewat berbagai media yang menampilkan berbagai kisah sedih dan duka mendalam yang dialami oleh masyarakat Negara Italia dan Negara Vatikan.

Namun, saya ingin memberikan kesaksian kepadamu sekalian bahwa apa yang ditampilkan oleh Televisi Italia saat ini adalah BENAR. Benar bahwa terdapat korban dari wabah corona virus ini semakin hari semakin tinggi. Dalam catatan yang sempat direkam oleh para medis di seluruh italia, bahwa hanya kemarin terdapat 793 orang, tidak terhitung hari-hari sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa betapa kejamnya Corona Virus.

Tentunya kalian menonton video ada beberapa mobil tentara yang sedang mengantarkan peti untuk dibuatkan kremasi. Kematian yang terus menerus melonjak ini bukan karena virus sekali kena langsung meninggal, akan tetapi semenjak awal ketika pemerintah menginstruksikan kepada masyarakat agar tetap tinggal di rumah, hanya masyarakat begitu APATIS atau CUEK dengan himbauan pemerintah.

Baca Juga:

Himbauan ini, kemudian lewat mimbar agama yang mana para pemimpin agama dipercayakan oleh pemerintah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar tetap tinggal di rumah.

Dan barulah mereka mau tinggal di rumah. Akan tetapi, memang sudah banyak yang terkontaminasi.

Maka melalui goresan yang sederhana ini, terutama lewat media ini, saya ingin menyampaikan kepada bapak mama ade, kakakku sekalian sebangsa dan setanah air INDONESIA, untuk tetap tinggal di rumah, untuk menghindari korban di dalam rumah kita. Marilah kita mencintai keluarga kita.

Tuhan itu Maha penyayang dan maha pengasih, tidak akan membiarkan kita menderita atas kelalaian orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas pengetahuan yang tidak tepat.

Namun, INGAT, bahwa Tuhan membutuhkan tanggung jawab kita untuk menjaga dan melindungi diri kita dan diri orang lain di sekitar kita.

INGAT, TETAP TINGGAL DI RUMAH, SESUAI DENGAN HIMBAUAN PEMERINTAH. SAYA SENDIRI SAAT INI SEDANG BERADA DI ROMA, HAMPIR 2 MINGGU LEBIH TIDAK LIHAT JALAN RAYA.

Roma, Via Cortina d’Ampezzo, 14.

 

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: detianus.634@gmail.com atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289