Mengenal Nama dan Fungsi Perlengkapan Misa

0
625

Perlengkapan Misa dalam Gereja Katolik cukup banyak. Banyak orang yang mengetahui perlengkapan itu, namun tidak semua perlengkapan Misa diketahui fungsi dan namanya. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini tim JalaPress.com akan memberikan penjelasan singkat tentang perlengkapan Misa.

  1. Navikula

Navikula merupakan sebuah bejana yang digunakan sebagai wadah serbuk dupa.

  1. Aspergilum

Aspergilum berasal dari bahasa Latin Aspergere yang berarti memerciki. Aspergilum berbentuk tongkat pendek yang pada bagian ujungnya mengembung dengan lubang-lubang kecil atau berbentuk serabut. Aspergilum biasanya digunakan dalam perayaan pemberkatan atau pembaharuan janji baptis.

  1. Sacramentarium

Sacramentarium merupakan buku panduan Misa yang digunakan oleh para imam. Buku tersebut berisi doa-doa dan tata perayaan Ekaristi.

  1. Piala (Calix/Cawan)

Piala atau cawan adalah tempat yang digunakan untuk anggur sebelum dikonsekrasi atau setelah dikonsekrasi. Biasanya dibuat dari logam mulia, atau logam yang disepuh dengan emas.

  1. Purifikatiroum (Purificatorium)

Purifikatorium berasal dari bahasa Latin Purificatorium adalah sehelai kain lenan berwarna putih berbentuk segi empat. Purificatorium berfungsi untuk membersihkan piala, sibori, dan patena. Biasanya setelah digunakan kain lenan ini dilipat menjadi tiga bagian dan diletakkan di atas piala membentuk kain yang memanjang.

  1. Patena

Patena dapat diartikan sebagai ‘Piring’. Bentuknya bundar, pipih, ada yang datar atau sedikit melengkung. Patena digunakan sebagai tempat hosti yang akan dikonsekrasi. Biasanya patena diletakkan di atas purifikatorium. Patena terbuat dari dari emas atau logam yang disepuh dengan emas.

  1. Palla

Palla Corporalis dapat diartikan kain untuk menutupi Tubuh Kristus. Palla merupakan kain lenan berwarna putih. Palla biasanya keras dan kaku berbentuk persegi. Palla digunakan untuk menutup piala yang diletakkan di atas patena.

Baca Juga:

8. Corporal/Corporale

Corporale merupakan kain lenan berwarna putih berbentuk segi empat, di tengahnya terdapat gambar salib. Corporale berfungsi sebagai alas untuk bejana suci roti dan anggur. Biasanya corporale diletakkan di atas palla.

  1. Monstrans

Monstrans berasal dari bahasa latin monstrare, artinya memperlihatkan, menunjukkan, mempertontonkan. Monstrans biasanya digunakan sebagai tempat pentahtaan Sakramen Mahakudus.

  1. Ampul

Ampul merupakan dua bejana yang terbuat dari kaca atau logam, bentuknya seperti gelas atau tabung kecil dan terdapat tutup di atasnya. Ampul berfungsi sebagai tempat anggur dan air sebelum dituangkan ke dalam piala.

  1. Lavabo

Lavabo berasal dari bahasa latin ‘Lavare’ artinya membasuh. Lavabo berbentuk bejana dan memiliki alas seperti mangkuk. Lavabo berfungsi sebagai tempat air untuk membasuh tangan imam. Biasanya dilengkapi dengan kain putih untuk mengeringkan tangan.

  1. Turibulum

Turibulum biasanya lebih akrab disebut wiruk atau dupa. Dupa atau Wiruk berasal dari bahasa Latin ‘Thuris’ yang artinya dupa. Turibulum digunakan sebagai tempat dibakarnya dupa, sehingga sering diisi dengan arang atau bara api sebelum dituangkan serbuk.

  1. Sibori

Sibori berasal dari bahasa Latin ‘Cyborium’ artinya piala logam. Sibori mempunyai bentuk seperti piala, namun memiliki tutup pada bagian atasnya yang terbuat dari logam mulia, atau logam yang disepuh emas. Sibori digunakan sebagai tempat hosti yang dibagikan kepada umat.

  1. Piksis

Piksis berasal dari bahasa Latin ‘Piyx’ yang berarti kotak atau wadah. Piksis memiliki bentuk bundar kecil dan engsel penutup. Piksi berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan Sakramen Mahakudus.

Demikianlah penjelasan tentang nama perlengkapan misa dan fungsi dari setiap perlengkapan tersebut. Semoga bermanfaat.

avatar
Lahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017), Menulis buku berjudul "MENGENAL BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUKU NIAS" (2018). Saat ini menjadi Wartawan komodopos.com (2018-sekarang), kontributor website Media Dialogika Indonesia (Madilog.id), kontributor website Societasnews.id, Author JalaPress.com, dan mengajar di salah satu sekolah (2019-sekarang). Penulis dapat dihubungi melalui email: [email protected] atau melalui Facebook: Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana: https://www.kompasiana.com/silvesterdetianusgea8289