8.9 C
New York
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 29

Delapan tahun bersama Paus Fransiskus: “Sukacita Injil bagi seluruh dunia”

0
vatican.va

Pada 13 Maret 2013, Jorge Mario Bergoglio terpilih untuk duduk di tahta Santo Petrus. Dia adalah Yesuit pertama, Paus Amerika Latin pertama, dan yang pertama bernama Fransiskus. Delapan tahun kepausannya telah ditandai dengan inisiatif dan reformasi untuk melibatkan semua orang Kristen dalam dorongan misionaris baru dengan tujuan membawa kasih Yesus ke seluruh umat manusia.

****

Kedekatan, sinodalitas dan dorongan misionaris adalah landasan kepausan Paus Fransiskus, yang terpilih delapan tahun lalu menduduki tahta Santo Petrus. Perspektif kepausannya dimulai dari bawah, dari perhatian yang diberikan kepada “pinggiran” eksistensial dan geografis yang bertindak sebagai tandingan dari keberadaan dan tindakannya. Mengundang semua untuk memulihkan “kesegaran asli Injil,” ia mendesak umat beriman untuk mengambil semangat dan dinamika baru sehingga kasih Yesus benar-benar dapat menjangkau semua orang. Gereja yang diinginkan Paus Fransiskus adalah Gereja yang “terbuka”, dengan “pintu terbuka”, “rumah sakit lapangan” yang tidak takut dengan “revolusi kelembutan” atau “keajaiban kebaikan.”

Kebaruan dan “Evangelii Gaudium”, teks panduan Kepausan

Sebagai Paus pertama dengan nama “Fransiskus”, Yesuit pertama dan penduduk asli pertama Amerika Latin, tetapi juga Paus pertama di zaman modern yang dipilih setelah pengunduran diri pendahulunya, Paus Fransiskus memulai kepausannya di bawah panji kebaruan, terutama memimpin Misa harian di Casa Santa Marta, di mana dia memutuskan – fakta baru lainnya – untuk berdiam.

Dalam homili singkat itu, yang disampaikan secara spontan dalam gaya pastor paroki, Paus mengadakan dialog langsung dengan umat beriman, mendesak mereka untuk segera melakukan konfrontasi dengan Sabda Allah. Tahun 2013 juga ditandai dengan terbitnya Seruan Apostolik “Evangelii gaudium”, sebuah ‘manifesto panduan’ sejati dari Kepausan baru, di mana Paus Fransiskus menyerukan evangelisasi baru yang bercirikan kegembiraan, serta reformasi struktur gerejawi. dan pertobatan kepausan, agar mereka lebih misioner dan lebih dekat dengan tujuan yang dimaksudkan oleh Yesus. Untuk alasan ini, juga pada tahun 2013, Paus membentuk “Dewan Kardinal” yang tugasnya meninjau proyek untuk merevisi Konstitusi Apostolik “Gembala yang baik” (Pastor Bonus) di Kuria Roma, sejak tahun 1988.

Keluarga

Keluarga  adalah fokus pastoral  Paus Fransiskus pada tahun 2014, yang mendedikasikan sinode luar biasa untuknya. Bagi Paus, masyarakat individualistis kontemporer menyerang keluarga dengan parah, membahayakan hak-hak anak dan orang tua, terutama di bidang pendidikan moral dan agama. Tema keluarga ini menemukan titik tertingginya dalam Seruan Apostolik “Amoris Laetitia,” yang dirilis pada 8 April 2016, di mana Paus Fransiskus menekankan penting dan indahnya keluarga berdasarkan pernikahan yang tak terpisahkan antara seorang pria dan seorang wanita. Paus juga melihat secara realistis pada kerapuhan yang dialami oleh beberapa orang, seperti orang yang bercerai dan menikah lagi, mendorong imam untuk memahami.

Dari segi reformasi, pembentukan “Komisi Kepausan Perlindungan Anak di Bawah Umur” pada tahun 2014 cukup signifikan. Tujuannya adalah untuk mengusulkan inisiatif kepada Paus untuk “mempromosikan tanggung jawab Gereja dalam melindungi semua anak di bawah umur dan orang dewasa yang rentan.” Pada tahun 2014 juga, di bidang diplomatik ditandai dengan dua inisiatif besar: yang pertama adalah “Doa untuk Perdamaian” di Tanah Suci, yang diadakan pada 8 Juni di Taman Vatikan bersama dengan presiden Israel, Shimon Peres, dan presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Kedua, pembentukan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kuba. Paus menunjukkan komitmen untuk tujuan ini dalam surat yang dikirimkan kepada kepala negara kedua negara.

Memelihara Ciptaan

Tahun 2015 dipusatkan pada pemeliharaan ciptaan. Pada tanggal 24 Mei, Paus Fransiskus menandatangani Ensiklik “Laudato si’ tentang Pemeliharaan Rumah kita Bersama,” yang intinya adalah ekologi integral, di mana kepedulian terhadap alam, perlakuan yang adil terhadap orang miskin dan komitmen kepada masyarakat tidak dapat dipisahkan. Sehubungan dengan hal ini, Paus melembagakan “Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan”, yang akan dirayakan setiap tahun pada tanggal 1 September. Sementara itu, di bidang reformasi, pekerjaan dilanjutkan pada konstitusi apostolik baru tentang Kuria Roma, yang nantinya akan berjudul, meskipun sementara, “Mewartakaan Injil”.

Sementara itu, kasus “Vatileaks 2”, tentang kebocoran dokumen rahasia Tahta Suci, pecah. Paus menyebutnya “tindakan tercela” dalam Angelus pada 8 November, karena “mencuri dokumen adalah kejahatan.” Setelah proses hukum di Pengadilan Vatikan, kasus tersebut ditutup pada Juli 2016, dengan  vonis dua orang dihukum dan dua orang dibebaskan.

Tahun Yubilium Agung Kerahiman Ilahi

Belas kasih adalah benang merah tahun 2016. Ini adalah tahun di mana Yubileum Luar Biasa Kerahiman Ilahi diumumkan oleh Paus Fransiskus, dengan tema “Berbelas kasih seperti Bapa.”  Perhatian untuk  orang-orang kecil dikonkretkan dengan “Hari Jumat Belas Kasih”, di mana Paus melakukan kunjungan pribadi ke fasilitas yang didedikasikan untuk menyambut orang miskin, orang sakit dan yang terpinggirkan. Ini adalah Jubileum yang “tersebar luas” yang juga melihat kemungkinan dibukanya Pintu Suci di setiap gereja di dunia. Paus Fransiskus sendiri, bahkan sebelum membuka Basilika Vatikan, secara simbolis membuka yang lain: Katedral Bangui, di Republik Afrika Tengah, tempat ia berkunjung selama perjalanan apostolik pada November 2015.

Selain itu, pada tahun 2016, sebuah peristiwa penting terjadi: pada 12 Februari, di Kuba, Paus bertemu dengan Patriark Kirill dari Moskow dan seluruh Rusia. Bersama-sama, mereka menandatangani deklarasi bersama, di mana mereka berjanji untuk menanggapi tantangan dunia kontemporer, termasuk mengakhiri penganiayaan terhadap orang Kristen dan perang; mempromosikan dialog antaragama; membantu para migran dan pengungsi; dan melindungi kehidupan dan keluarga.

Hari Orang Miskin Sedunia

Tahun 2017 juga ditandai dengan tindakan luar biasa, yang merupakan bagian dari diplomasi perdamaian yang dipromosikan oleh Paus Fransiskus. Pada 20 September 2017, di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Takhta Suci adalah salah satu negara pertama yang menandatangani dan meratifikasi “Perjanjian tentang Larangan Senjata Nuklir”. Namun, di sisi pastoral, tahun itu ditandai dengan perayaan “Hari Orang Miskin Sedunia” yang pertama, sebuah peristiwa yang bertujuan menjadi sebuah pengingat bahwa justru di kalangan fakir “kehadiran Yesus dimanifestasikan”. Oleh karena itu, mereka “membuka jalan ke surga” dan merupakan “paspor ke surga” kita.

Perjanjian dengan China

Namun, ada dua hal yang menarik dari Paus Fransiskus pada tahun 2018. Pada tingkat pastoral, Sinode tentang pemuda mewakili momen refleksi gerejawi. Paus meminta kaum muda untuk “mendengarkan, mendekatkan diri, bersaksi,” karena “iman adalah masalah perjumpaan, bukan teori.” Ini adalah seruan yang akan menjadi lebih kuat dalam Seruan Apostolik pasca-sinode “Christus vivit,” yang ditandatangani pada tahun 2019. “Kamu adalah milik Tuhan sekarang,” tulis Paus Fransiskus dalam dokumen itu, meminta kaum muda untuk tidak mundur dalam menghadapi tantangan dunia kontemporer dan mencurahkan perhatian kepada yang terkecil. Di sisi diplomatik, bagaimanapun, Perjanjian Sementara antara Takhta Suci dan Republik Rakyat China, yang ditandatangani di Beijing pada 22 September tentang pengangkatan uskup, menonjol pada 2018. Kemudian, pada 2020, perjanjian ini  diperbarui untuk dua tahun.

Perang melawan pelecehan

Tahun 2018 membuka halaman yang sangat pahit bagi Gereja Katolik, yaitu tentang pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa anggota klerus: kasus-kasus yang berkaitan dengan Kardinal George Pell yang diadili di Australia dan kemudian dibebaskan setelah 13 bulan dihukum dengan tidak adil di penjara, dan mantan pastor Chili Ferdinand Karadima, yang kemudian dibebaskan dari status klerus oleh Paus Francis, serta penerbitan “Pennsylvania Report” di Amerika Serikat, menyoroti pentingnya perang melawan kejahatan ini dilakukan dengan tekad oleh Paus. Pada bulan Agustus, di akhir Perjalanan Apostoliknya ke Irlandia, Paus Fransiskus membuat “Tindakan Penitensi” yang menyentuh untuk meminta pengampunan atas nama Gereja. Di periode yang sama, “Kasus McCarrick” terkait mantan Kardinal yang bertanggung jawab atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang kemudian diberhentikan dari status klerus pada tahun 2019 menjadi sorotan media. Itu adalah masalah yang ditanggapi Takhta Suci dengan “Laporan” khusus, yang disiapkan oleh Sekretaris Negara di bawah mandat dari Paus dan dirilis pada 10 November 2020.

Perjuangan melawan pelecehan berlanjut selama 2019 dengan pertemuan di Vatikan tentang “Perlindungan Anak di Bawah Umur.” Dari pertemuan itu muncullah Motu proprio “Vos estis lux mundi,” yang mewajibkan klerus dan religius untuk melaporkan pelecehan, sedangkan setiap keuskupan memiliki sistem yang mudah diakses oleh publik untuk menerima laporan. Pada bulan Desember, Paus juga menghapus kerahasiaan kepausan dalam kasus pelecehan seksual melalui Rescript.

Persaudaraan, perdamaian dan persatuan umat kristiani

Tahun 2019 memberikan latar belakang untuk tiga gerakan utama: yang pertama adalah penandatanganan Dokumen tentang “Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama,” yang ditandatangani oleh Paus dan Imam Besar Al-Azhar Ahamad al-Tayyib di Abu Dhabi pada tanggal 4 Februari. Ini merupakan tonggak penting dalam hubungan antara Kristen dan Islam, dan dokumen tersebut mendorong penguatan dialog antaragama dan mempromosikan rasa saling menghormati, mengutuk terorisme dan kekerasan.

Gerakan kedua adalah penyelenggaraan retret spiritual di Vatikan bagi para pemimpin sipil dan gerejawi Sudan Selatan. Pertemuan tersebut berlangsung pada bulan April dan diakhiri dengan tindakan yang mengejutkan: Paus Francis berlutut dan mencium kaki Presiden Republik Sudan Selatan, Salva Kiir Mayardit, dan wakil presiden yang ditunjuk yang hadir. Dia melakukannya untuk “memohon agar api perang dipadamkan untuk selamanya” di negara muda Afrika itu.

Gerakan ketiga, akhirnya, ditujukan untuk persatuan umat kristiani: pada tanggal 29 Juni, Paus Fransiskus memberikan kepada delegasi dari Patriarkat Ekumenis Konstantinopel beberapa fragmen relikwi Santo Petrus. Seperti yang Paus sendiri tulis dalam Surat kepada Patriark Bartholomew I, pemberian ini “dimaksudkan sebagai konfirmasi dari perjalanan yang telah dilakukan Gereja-Gereja kita untuk mendekatkan diri.”

Reformasi ekonomi dan keuangan

Sebagai bagian dari reformasi, pada Agustus 2019, Paus memperbarui Statuta IOR (Insitute of Works for Religion) dengan chirograph (keputusan kepausan yang peredarannya terbatas pada kuria Romawi), memperkenalkan posisi auditor eksternal untuk mengaudit akun. Keputusan tersebut, pada akhir tahun 2020, diikuti oleh Statuta baru Otoritas Informasi Keuangan yang selanjutnya disebut Otoritas Pengawas dan Informasi Keuangan (ASIF), dan dengan Motu proprio “Mengenai kompetensi tertentu di bidang ekonomi dan keuangan,” di mana pengelolaan dana dan properti Sekretariat Negara, termasuk Peter’s Pence (Sumbangan yang diberikan kepada tahta suci), dialihkan ke Administrasi Warisan Takhta Apostolik (APSA), sementara peran pengawasan sekretariat untuk ekonomi diperkuat.

Doa selama pandemi

Pada tahun 2020, tahun pandemi Covid-19, Paus Fransiskus tetap dekat dengan umat dengan kekuatan doa yang konstan. Seluruh dunia mengingat “Statio Orbis” yang dipimpin pada 27 Maret oleh Paus di depan Lapangan Santo Petrus yang sepi dan basah kuyup. Jarak diperpendek oleh teknologi, yang diperlukan untuk mencegah penularan. Untuk beberapa waktu, Audiensi Umum dan pembacaan Angelus disiarkan langsung dalam audio-video, seperti halnya Misa pagi di Casa Santa Marta.

Pada bulan Februari, Seruan Apostolik kelima “Querida Amazonia” diterbitkan. Itu mengumpulkan buah-buah Sinode khusus untuk Wilayah Pan-Amerika (mencakup Amerika utara dan selatan) yang diadakan di Vatikan pada tahun 2019. Kemudian di bulan Oktober, Ensiklik ketiga Paus, “Fratelli tutti” diterbitkan. Ensiklik ini, yang menjelaskan lebih lanjut ciri-ciri yang menonjol dari kepausan ini, menyerukan persaudaraan dan persahabatan sosial dan menegaskan kembali penolakan perang untuk membangun dunia yang lebih baik, dengan komitmen dari semua.

Perjalanan apostolik dengan pandangan ke pinggiran

Tahun 2020 ditutup dengan pengumuman perjalanan apostolik bersejarah ke Irak, yang berakhir dalam beberapa hari terakhir ini (05-08 Maret 2021). Ini adalah pertama kalinya penerus  Santo Petrus mengunjungi negara itu. Setelah 15 bulan absen karena pandemi, Paus Fransiskus terus membawa terang dan keindahan Injil ke seluruh dunia, sekali lagi mengalihkan pandangannya ke pinggiran, di mana “persaudaraan dan harapan” sangat dibutuhkan.

Namun, perjalanan pertamanya sebagai Paus, pada 8 Juli 2013, menjadikan Lampedusa sebagai tujuannya. Dari pulau itu – tempat pendaratan yang putus asa- Paus menyoroti drama migrasi, tema utama kepausannya. Paus Fransiskus sering menegaskan kembali bagaimana migran adalah yang pertama dan terpenting bagi semua orang, bukan hanya angka atau masalah sosial, dan dia melakukannya tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan. Cukup mengingat keputusan yang dia buat pada bulan April 2016, sekembalinya dari kunjungan ke kamp pengungsi Lesvos: dalam penerbangan kepausan, ia menyambut 12 pengungsi Suriah dan menemani mereka ke Roma sehingga mereka dapat dibantu.

Beberapa data statistik

Sejauh ini, Paus Fransiskus telah melakukan 25 perjalanan di Italia dan 33  perjalanan di luar semenanjung. Ia telah berbicara pada lebih dari 340 Audiensi Umum, lebih dari 450 Angelus / Regina Coeli, hampir 790 homili di Casa Santa Marta dan sekitar 900 orang kudus baru, termasuk 800 martir Otranto. Paus Fransiskus juga telah mengadakan 7 konsistri, melahirkan 101 Kardinal, dan mengadakan beberapa tahun khusus, seperti yang didedikasikan untuk Hidup Bakti (2015-2016), St Joseph (2020-2021) dan Keluarga, Amoris Laetitia (2021-2022). Ada juga beberapa “Hari” yang dilembagakan oleh Fransiskus: yang terakhir adalah Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia, yang akan dirayakan pertama kali pada Juli 2021,  kira-kira waktu yang sama dengan peringatan Santo Yoakim dan Santa Ana, “kakek-nenek” Yesus. ***

 

Diterjemahkan dari  Isabella Piro dalam https://www.vaticannews.va/en/church/news/2021-03/pope-francis-eight-gospel-joy-church-pontificate.html

 

Wejangan Paus Fransiskus  di Gereja Katolik Syria  “Maria Dikandung tanpa Noda” Qaraqosh-Irak: “Pengampunan diperlukan untuk tetap dalam cinta dan tetap menjadi Kristen”

0
Catholicnewsagency.com

Qaraqosh adalah salah satu kota yang dihancurkan oleh  ISIS tahun 2014. Kota ini juga disebut sebagai salah satu kota Kristen tertua di Irak. Pada Minggu pagi, 07 Maret 2021, hari ketiga di Irak, Paus Fransiskus mengunjungi Qaraqosh. Selain menyaksikan puing-puing kehancuran kota ini,  paus juga mengadakan pertemuan dengan umat kristiani setempat dan beberapa undangan lain. Berikut ini adalah wejangan yang disampaikan oleh Paus Fransiskus pada pertemuan itu, yang diterjemahkan dari catholicnewsagency.com.

****

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Saya bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan berada di antara Anda pagi ini. Saya telah menantikan saat ini. Saya berterima kasih kepada yang mulia Patriak Ignace Youssif Younan atas kata-kata sambutannya, dan ibu Doha Sabah Abdallah dan Pastor Ammar Yako atas kesaksian mereka.

Saat saya melihat Anda, saya dapat melihat keragaman budaya dan agama dari orang-orang Qaraqosh, dan ini menunjukkan sesuatu dari keindahan yang dilestarikan oleh seluruh wilayah ini di masa depan. Kehadiran Anda di sini adalah pengingat bahwa keindahan bukanlah warna tunggal, tetapi bersinar dalam variasi dan perbedaan. Di saat yang sama, dengan kesedihan yang luar biasa, kami melihat sekeliling dan melihat tanda-tanda lain, tanda-tanda kekuatan destruktif dari kekerasan, kebencian dan perang. Berapa banyak yang telah dirobohkan! Berapa banyak yang perlu dibangun kembali!

Pertemuan kita di sini hari ini menunjukkan bahwa terorisme dan kematian tidak pernah berakhir. Kata terakhir adalah milik Allah dan Putra-Nya, penakluk dosa dan maut. Bahkan di tengah kerusakan akibat terorisme dan perang, kita dapat melihat, dengan mata iman, kemenangan hidup atas kematian.

Anda memiliki di hadapanmu teladan ayah dan ibu Anda dalam iman, yang menyembah dan memuji Tuhan di tempat ini. Mereka bertahan dengan harapan yang tak tergoyahkan di sepanjang perjalanan duniawi mereka, percaya kepada Tuhan yang tidak pernah mengecewakan dan yang terus-menerus menopang kita oleh kasih karunia-Nya. Warisan spiritual besar yang mereka tinggalkan terus hidup di dalam Anda. Rangkullah warisan ini! Itu adalah kekuatanmu!

Sekaranglah waktunya untuk membangun kembali dan memulai dari awal, bersandar pada kasih karunia Tuhan, yang membimbing takdir semua individu dan bangsa. Anda tidak sendiri! Seluruh Gereja dekat dengan Anda, dengan doa dan amal nyata. Dan di wilayah ini, begitu banyak orang membukakan pintu untuk Anda pada saat dibutuhkan.

Teman-teman sekalian, ini saatnya merestorasi bukan hanya bangunan tetapi juga ikatan komunitas yang mempersatukan komunitas dan keluarga, tua dan muda bersama. Nabi Yoel berkata, “Anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan” (lih. Yoel 2:28). Ketika yang tua dan yang muda bersatu, apa yang terjadi? Mimpi lama bermimpi, mereka memimpikan masa depan untuk kaum muda. Dan kaum muda dapat mengambil mimpi dan ramalan itu, menjadikannya kenyataan. Ketika tua dan muda berkumpul, kita melestarikan dan meneruskan karunia yang Tuhan berikan.

Kita memandang anak-anak kita, mengetahui bahwa mereka akan mewarisi tidak hanya tanah, budaya dan tradisi, tetapi juga buah hidup iman yang merupakan berkat Tuhan atas tanah ini. Jadi saya mendorong Anda: jangan lupa siapa Anda dan dari mana Anda berasal! Jangan lupakan ikatan yang menahan Anda bersama! Jangan lupa untuk melestarikan akarnya!

Tentunya akan ada saat-saat iman bisa goyah, ketika seolah-olah Tuhan tidak melihat atau bertindak. Ini nyata bagi Anda di hari-hari tergelap saat perang, dan itu juga berlaku di hari-hari krisis kesehatan global dan ketidakamanan yang luar biasa ini. Pada saat-saat seperti ini, ingatlah bahwa Yesus ada di sisimu.

Jangan berhenti bermimpi! Jangan menyerah! Jangan kehilangan harapan! Dari surga orang-orang kudus memperhatikan kita. Marilah kita berdoa kepada mereka dan jangan pernah bosan memohon doa mereka. Ada juga orang-orang kudus di hadapan kita, “yang tinggal di tengah-tengah kita, mencerminkan hadirat Tuhan” (Gaudete et Exsultate, 7). Tanah ini memiliki banyak dari mereka, karena ini adalah tanah banyak orang suci, biarkan mereka menemani Anda ke masa depan yang lebih baik, masa depan yang penuh harapan.

Satu hal yang dikatakan ibu Doha sangat menyentuh saya. Dia mengatakan bahwa pengampunan dibutuhkan dari pihak mereka yang selamat dari serangan teroris. Pengampunan; itulah kata kuncinya. Pengampunan diperlukan untuk tetap dalam cinta, untuk tetap menjadi Kristen.

Jalan menuju pemulihan penuh mungkin masih panjang, tetapi saya mohon, jangan berkecil hati. Yang dibutuhkan adalah kemampuan memaafkan, tetapi juga keberanian untuk tidak menyerah. Saya tahu ini sangat sulit. Tapi kita percaya bahwa Tuhan bisa membawa perdamaian ke negeri ini. Kita percaya pada-Nya dan, bersama dengan semua orang yang berkehendak baik, kita mengatakan “tidak” kepada terorisme dan manipulasi agama.

Pastor Ammar, mengingat semua yang terjadi selama serangan teroris dan perang, Anda bersyukur kepada Tuhan yang selalu memenuhi Anda dengan sukacita, di saat-saat baik dan buruk, di saat sakit dan sehat. Rasa syukur lahir dan tumbuh saat kita mengingat pemberian dan janji Tuhan. Kenangan masa lalu membentuk masa kini dan menuntun kita maju ke masa depan.

Setiap saat, mari kita bersyukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya dan meminta-Nya untuk memberikan kedamaian, pengampunan dan persaudaraan di negeri ini dan rakyatnya. Mari kita berdoa tanpa lelah untuk pertobatan hati dan untuk kemenangan budaya hidup, rekonsiliasi dan cinta persaudaraan antara semua pria dan wanita, dengan menghormati perbedaan dan tradisi agama yang beragam, dalam upaya membangun masa depan persatuan dan kerjasama antara semua orang yang berkehendak baik. Cinta persaudaraan yang mengakui “nilai-nilai dasar kemanusiaan kita bersama, nilai-nilai yang atas nama itu kita dapat dan harus bekerja sama, membangun dan berdialog, memaafkan dan bertumbuh” (Fratelli Tutti, 283).

Ketika saya tiba dari helikopter, saya melihat patung Maria di Gereja Dikandung Tanpa Noda ini. Kepadanya saya mempercayakan kelahiran kembali kota ini. Bunda Maria tidak hanya melindungi kita dari tempat tinggi, tetapi turun kepada kita dengan kasih seorang ibu.

Bayangannya di sini telah bertemu dengan penganiayaan dan penghinaan, namun wajah Bunda Allah terus memandang kita dengan cinta. Karena itulah yang ibu lakukan: menghibur, memberi kenyamanan dan memberi hidup. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua ibu dan wanita di negeri ini, wanita pemberani yang terus memberikan kehidupan, walau mengalami ketidakadilan dan rasa sakit. Semoga wanita dihormati dan dilindungi! Semoga mereka dihormati dan diberi kesempatan!

Dan sekarang, marilah kita berdoa bersama kepada Ibu kita, memohon perantaraannya untuk kebutuhan dan rencana masa depanmu. Saya menyerahkan Anda semua di bawah perantaraannya. Dan saya mohon, jangan lupa berdoa untuk saya.

 

Sumber: https://www.catholicnewsagency.com/news/full-text-pope-francis-angelus-address-in-nineveh-plains-61389

 

Homili Paus Fransiskus di Stadion Franso Hariri, Erbil-Irak: “Saya dapat melihat secara langsung bahwa Gereja di Irak hidup”

0
Catholicnewsagency.com

Pada hari Minggu, 07 Maret 2021 yang lalu, hari ketiga di Irak, Paus Fransiskus merayakan Ekaristi bersama ribuan umat di stadion Franso Hariri, Erbil-Irak. Berikut ini adalah teks homili Paus Fransiskus, yang diterjemahkan dari catholicnewsagency.com.

***

Santo Paulus telah memberi tahu kita bahwa “Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah” (1 Kor 1: 22-25). Yesus mengungkapkan kekuatan dan hikmat itu di atas segalanya dengan menawarkan pengampunan dan menunjukkan belas kasihan. Dia memilih untuk melakukannya bukan dengan menunjukkan kekuatan atau dengan berbicara kepada kita dari tempat tinggi, dalam ceramah yang panjang dan terpelajar. Dia melakukannya dengan menyerahkan hidupnya di kayu salib. Dia mengungkapkan kebijaksanaan dan kekuatan-Nya dengan menunjukkan kepada kita, sampai akhir, kesetiaan kasih Bapa; kesetiaan Allah perjanjian, yang membawa umat-Nya keluar dari perbudakan dan memimpin mereka dalam perjalanan kebebasan (lih. Kel 20: 1-2).

Betapa mudahnya untuk jatuh ke dalam perangkap pemikiran bahwa kita harus menunjukkan kepada orang lain bahwa kita kuat atau bijak, ke dalam perangkap membuat gambaran palsu tentang Allah yang dapat memberi kita kenyamanan (lih. Kel 20: 4-5). Namun kebenarannya adalah bahwa kita semua membutuhkan kekuatan dan hikmat Tuhan yang diungkapkan oleh Yesus di kayu salib. Di Kalvari, dia mempersembahkan kepada Bapa luka-luka yang dengannya kita disembuhkan (lih. 1 Ptr 2:24).

Di sini, di Irak, berapa banyak saudara laki-laki dan perempuan, teman dan sesama warga yang menanggung luka perang dan kekerasan, luka yang terlihat dan tidak terlihat! Godaannya adalah untuk bereaksi terhadap hal ini dan pengalaman menyakitkan lainnya dengan kekuatan manusia, kebijaksanaan manusia. Sebaliknya, Yesus menunjukkan kepada kita jalan Tuhan, jalan yang Dia ambil, jalan yang Dia panggil kita untuk mengikutinya.

Dalam bacaan Injil yang baru saja kita dengar (Yoh 2: 13-25), kita melihat bagaimana Yesus mengusir keluar dari Bait Suci di Yerusalem para penukar uang dan semua pembeli dan penjual. Mengapa Yesus melakukan sesuatu yang begitu kuat dan provokatif ini? Dia melakukannya karena Bapa mengutus-Nya untuk membersihkan bait suci: tidak hanya Bait Suci dari batu, tetapi di atas semua itu adalah bait hati kita. Yesus tidak bisa mentolerir rumah Bapa-Nya menjadi pasar (lih. Yoh 2:16); Dia juga tidak ingin hati kita menjadi tempat yang kacau, berantakan dan huru-hara.

Hati kita harus dibersihkan, ditertibkan dan dimurnikan. Dari apa? Kepalsuan yang menodainya, dari kemunafikan. Kita semua punya ini. Itu adalah penyakit yang merusak hati, mengotori hidup kita dan membuat kita tidak tulus. Kita perlu dibersihkan dari jaminan yang menipu yang akan mempertukarkan iman kita kepada Tuhan dengan hal-hal yang sepintas lalu, dengan keuntungan sesaat. Kita perlu membersihkan hati dan Gereja dari godaan kekuasaan dan uang yang merusak.

Untuk membersihkan hati kita, kita perlu mengotori tangan kita, perlu bertanggung jawab, dan tidak hanya berpangku tangan memandang saudara dan saudari kita yang menderita. Bagaimana kita memurnikan hati kita? Jika hanya dengan usaha dan kemampuan kita sendiri, kita tidak bisa; kita membutuhkan Yesus. Dia memiliki kuasa untuk menaklukkan kejahatan kita, untuk menyembuhkan penyakit kita, untuk membangun kembali bait suci hati kita.

Untuk menunjukkan hal ini, dan sebagai tanda otoritas-Nya, Yesus melanjutkannya dengan berkata: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (ayat 19). Yesus Kristus dapat membersihkan kita dari perbuatan jahat. Yesus, yang mati dan bangkit! Yesus, Tuhan!

Saudara dan saudari yang terkasih, Tuhan tidak membiarkan kita mati dalam dosa-dosa kita. Bahkan ketika kita berpaling dari-Nya, Ia tidak pernah meninggalkan kita. Ia mencari kita, mengejar kita, memanggil kita untuk bertobat dan untuk menyucikan kita dari dosa-dosa kita. “Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakukannya supaya ia hidup” (Yeh 33:11). Tuhan ingin kita diselamatkan dan menjadi bait suci yang hidup dari kasih-Nya, dalam persaudaraan, pelayanan, dan belas kasihan.

Yesus tidak hanya membersihkan kita dari dosa-dosa kita, tetapi memberi kita bagian dalam kuasa dan kebijaksanaan-Nya sendiri. Dia membebaskan kita dari pemahaman sempit dan  yang memecah belah tentang keluarga, iman dan komunitas yang memecah belah, menentang dan meniadakan, sehingga kita dapat membangun Gereja dan masyarakat yang terbuka untuk semua orang dan peduli kepada saudara dan saudari kita yang paling membutuhkan. Pada saat yang sama, Dia memperkuat kita untuk menahan godaan untuk membalas dendam, yang hanya menjerumuskan kita ke dalam pola pembalasan tanpa akhir.

Dalam kuasa Roh Kudus, Dia mengutus kita, bukan sebagai imam, tetapi sebagai murid misionaris, pria dan wanita yang dipanggil untuk bersaksi tentang kuasa Injil yang mengubah hidup. Tuhan yang bangkit menjadikan kita sarana belas kasihan dan damai Tuhan,  pribadi yang sabar dan berani  dari  tatanan sosial baru.

Dengan cara ini, dengan kuasa Kristus dan Roh Kudus, nubuat Rasul Paulus kepada jemaat Korintus digenapi: “Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia” (1 Kor 1:25). Komunitas Kristen yang terdiri dari orang-orang sederhana dan rendah menjadi tanda datangnya kerajaan-Nya, kerajaan cinta, keadilan dan perdamaian.

“Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (Yoh 2:19). Yesus sedang berbicara tentang bait suci tubuh-Nnya, dan tentang Gereja juga. Tuhan berjanji kepada kita bahwa, dengan kuasa kebangkitan, Dia dapat membangkitkan kita, dan komunitas kita, dari reruntuhan yang ditinggalkan oleh ketidakadilan, perpecahan dan kebencian. Itulah janji yang kita rayakan dalam Ekaristi ini.

Dengan mata iman, kita mengenali kehadiran Tuhan yang tersalib dan bangkit di tengah-tengah kita. Kita belajar untuk menerima kebijaksanaan-Nya yang membebaskan, untuk membenamkan diri dalam luka-luka-Nya, dan untuk menemukan kesembuhan dan kekuatan untuk melayani kedatangan kerajaan-Nya di dunia kita. Dengan luka-luka-Nya, kita telah disembuhkan (lih. 1 Ptr 2:24). Dalam luka-luka itu, saudara dan saudari terkasih, kita menemukan kelegaan kasih-Nya. Karena Dia, seperti orang Samaria yang baik hati, ingin mengurapi setiap luka, untuk menyembuhkan setiap kenangan yang menyakitkan dan untuk menginspirasi masa depan perdamaian dan persaudaraan di negeri ini.

Gereja di Irak, dengan rahmat Tuhan, telah melakukan banyak hal untuk mewartakan hikmat salib yang luar biasa ini dengan menyebarkan belas kasihan dan pengampunan Kristus, terutama kepada mereka yang paling membutuhkan. Bahkan di tengah kemiskinan dan kesulitan yang luar biasa, banyak dari Anda telah dengan murah hati menawarkan bantuan dan solidaritas nyata kepada orang miskin dan yang menderita.

Itulah salah satu alasan yang membuat saya datang sebagai peziarah di tengah-tengah Anda, untuk berterima kasih dan untuk meneguhkan Anda dalam iman dan kesaksian Anda. Hari ini, saya dapat melihat secara langsung bahwa Gereja di Irak hidup, bahwa Kristus hidup dan bekerja di dalamnya, di dalam umat-Nya yang kudus dan setia.

Saudara/i terkasih, saya memuji Anda, keluarga Anda dan komunitas Anda, untuk perlindungan keibuan Perawan Maria, yang dipersatukan dengan Putranya dalam penderitaan dan kematian-Nya, dan yang berbagi dalam kegembiraan kebangkitan-Nya. Semoga dia menjadi perantara bagi kita dan menuntun kita kepada Kristus, kekuatan dan kebijaksanaan Tuhan. ***

 

Sumber: https://www.catholicnewsagency.com/news/full-text-pope-francis-homily-at-mass-in-the-franso-hariri-stadium-in-erbil-70618

Paus Fransiskus: “Persaudaraan adalah tantangan bagi Irak dan seluruh dunia”

0
Vatican Media

Pada kesempatan Audiensi Umum mingguan, Rabu, 10 Maret 2021, Paus Fransiskus merefleksikan Perjalanan Apostoliknya ke Irak pada 05-08 Maret yang lalu. Berikut ini adalah hal-hal penting yang disampaikan oleh Paus Fransiskus, yang diterjemahkan dari www.vaticannews.va.

***

“Dalam beberapa hari terakhir, Tuhan mengizinkan saya mengunjungi Irak, mewujudkan rencana Santo Yohanes Paulus II,” kata Paus Fransiskus.

“Belum pernah sebelumnya seorang Paus berada di tanah Abraham. Tuhan menghendaki hal ini terjadi sekarang, sebagai tanda harapan, setelah bertahun-tahun perang dan terorisme, dan selama pandemi.”

Paus Fransiskus memfokuskan katekese pada Audiensi Umum hari Rabu – yang pertama setelah kembali dari Perjalanan Apostolik ke Irak – pada refleksi kunjungannya selama empat hari ke negara Timur Tengah dari tanggal 5 – 8 Maret.

Syukur

Paus mengatakan jiwanya dipenuhi dengan rasa syukur: pertama kepada Tuhan, dan kepada semua pihak yang memungkinkan kunjungan terlaksana dengan baik, antara lain: presiden dan pemerintah Irak, para Patriark dan uskup, serta para menteri dan umat beriman di gereja masing-masing.

Dia juga mengakui otoritas agama lainnya, dimulai dengan imam besar Ayatollah Al-Sistani, dengannya Paus mengadakan pertemuan “tak terlupakan” di kediamannya di Najaf.

Gereja yang penuh harapan meskipun menghadapi cobaan

“Saya sangat merasakan penyesalan dalam ziarah ini,” kata Paus.

“Saya tidak bisa mendekati orang-orang yang tersiksa itu, ke Gereja-martir itu, tanpa mengambil ke atas diri saya sendiri, atas nama Gereja Katolik, salib yang telah mereka pikul selama bertahun-tahun; salib besar, seperti yang ditempatkan di pintu masuk Qaraqosh. ”

Paus Fransiskus menjelaskan bahwa dia merasakan perasaan ini secara khusus ketika dia melihat luka-luka kehancuran yang masih terbuka, dan terlebih lagi, ketika dia bertemu dan mendengarkan para saksi yang selamat dari kekerasan dan penganiayaan.

Namun, pada saat yang sama, Paus mencatat bahwa dia melihat sekelilingnya, “sukacita menyambut pesan Kristus” dan “harapan untuk terbuka ke cakrawala perdamaian dan persaudaraan” yang terangkum dalam kata-kata Yesus yang diungkapkan dalam motto kunjungan Apostoliknya ke Irak: “Kamu semua adalah saudara” (Mat 23: 8).

Harapan ini, tegas Paus, dia lihat dalam pidato presiden Irak, dalam banyak salam dan kesaksian, dalam nyanyian dan gerak tubuh orang-orang, dan pada wajah-wajah yang bercahaya dari orang-orang muda dan di mata orang-orang tua yang bersemangat.

Perang menghancurkan perdamaian

“Rakyat Irak memiliki hak untuk hidup damai; mereka memiliki hak untuk menemukan kembali martabat yang menjadi milik mereka,” kata Paus Fransiskus.

Mengingat akar agama dan budaya negara yang berusia ribuan tahun, Bapa Suci mencatat bahwa Mesopotamia adalah tempat lahir peradaban.

Secara historis, tambahnya, Baghdad adalah kota yang paling penting, “menjadi pusat perpustakaan terkaya di dunia selama berabad-abad.”
“Dan apa yang menghancurkannya? Perang!”

Perang, jelasnya, “selalu merupakan monster yang terus menyesuaikan dirinya dengan perubahan zaman dan terus melahap umat manusia.”

“Tetapi tanggapan terhadap perang bukanlah perang lain, tanggapan terhadap senjata bukanlah senjata lain … Tanggapannya adalah persaudaraan. Ini adalah tantangan tidak hanya bagi Irak tetapi juga bagi banyak wilayah yang berkonflik dan, pada akhirnya, bagi seluruh dunia,” tegas Paus.

Kamu semua adalah saudara

Mengingat pertemuannya dengan para pemimpin agama di Ur selama perjalanan Apostoliknya, Paus Fransiskus mengatakan bahwa umat Kristen, Muslim dan perwakilannya berkumpul untuk berdoa di Ur, tempat Abraham menerima panggilan Tuhan sekitar empat ribu tahun yang lalu.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa Abraham adalah bapa kita dalam iman. Ketika ia mendengarkan suara Tuhan yang menjanjikan keturunan, dia meninggalkan segalanya dan pergi. Dan di Ur, kita berdiri bersama di bawah langit yang sama di mana bapa kita Abraham melihat kita, keturunannya. Kalimat “Kamu semua adalah saudara” tampaknya bergema sekali lagi.

“Tuhan setia pada janji-Nya,” kata Paus. Dia “membimbing langkah kita menuju perdamaian hingga saat ini. Dia memandu langkah-langkah mereka yang melakukan perjalanan di bumi dengan pandangan mereka mengarah ke Surga. ”

Pesan persaudaraan: Baghdad, Mosul, Qaraqosh dan Erbil

Lebih jauh menekankan pentingnya persaudaraan, Paus Fransiskus mencatat bahwa pesan persaudaraan datang dari pertemuan gerejawi di Katedral Katolik Suriah di Baghdad di mana empat puluh delapan orang, termasuk dua imam dibunuh selama perayaan Misa Kudus pada tahun 2010.

Dia mengatakan bahwa di gereja yang menyandang nama-nama para martir yang tertulis di batu itu, kegembiraan perjumpaan bergema saat “kekagumannya berada di tengah-tengah mereka bercampur dengan kegembiraan mereka karena memiliki Paus di antara mereka.”

Bapa Suci juga menggaungkan pesan persaudaraan lain dari Mosul dan Qaraqosh, di Sungai Tigris, dekat reruntuhan Niniwe kuno. Di sana, pendudukan oleh kelompok yang disebut “Negara Islam” menyebabkan beberapa ribu orang mengungsi, termasuk Kristen dan minoritas teraniaya lainnya, khususnya komunitas Yazidi.

Paus mencatat bahwa upaya rekonstruksi sedang berlangsung di sana dan Muslim dan Kristen bekerja sama untuk memulihkan gereja dan masjid. Paus meminta semua orang untuk berdoa bagi mereka agar “mereka memiliki kekuatan untuk memulai kembali”. Dia juga mengingat banyak emigran Irak dan mengingatkan mereka, yang telah meninggalkan segalanya seperti Abraham, untuk “menjaga iman dan harapan” dan menjadi penenun persahabatan dan persaudaraan di mana pun mereka berada.

Pesan persaudaraan lainnya datang dari dua perayaan Ekaristi di Baghdad dan Erbil. Paus Fransiskus menjelaskan bahwa “harapan Abraham, dan harapan keturunannya terpenuhi dalam misteri yang kita rayakan, di dalam Yesus, Putra yang tidak disisihkan oleh Allah Bapa, tetapi diberikan untuk keselamatan semua orang: melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia membuka jalan ke tanah perjanjian, ke kehidupan baru di mana air mata mengering, luka disembuhkan, saudara dan saudari didamaikan. ”

Doa untuk Irak, Timur Tengah

Mengakhiri pidatonya di Audiensi Umum, Paus memuji Tuhan untuk Perjalanan Apostolik yang telah berlangsung dengan baik, dan mendorong semua untuk berdoa bagi Irak dan Timur Tengah, di mana, terlepas dari kehancuran dan senjata, pohon palem, simbol negara dan harapannya, terus bertumbuh dan menghasilkan buah.

“Jadi ini untuk persaudaraan,” kata Paus. “Itu tidak membuat keributan, tapi berbuah dan membuat kita bertumbuh.”

Sumber: Fr. Benedict Mayaki, SJ, https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2021-03/pope-francis-general-audience-apostolic-journey-iraq.html

“Doa Putra dan Putri Abraham” dari Paus Fransiskus

0
Vaticannews.va

Paus Fransiskus melakukan perjalanan ke selatan Baghdad ke kota kuno Ur untuk mengadakan pertemuan antaragama bersejarah pada hari Sabtu yang lalu (06-03-2021), hari kedua kunjungan Apostoliknya ke Irak.

Tempatnya mencolok, tapi menyedihkan: struktur sederhana seperti tenda, dengan tirai putih untuk melindungi peserta dari matahari, dipasang di sebelah rumah Abraham. Di latar belakang, sisa-sisa kuil Sumeria berusia 4.000 tahun yang sangat terawat dengan kompleks perumahan dan istana yang berdekatan yang dikenal sebagai Ziggurat Agung Ur (Great Ziggurat of Ur).

Setelah pertemuan tersebut, Paus berkumpul dalam doa bersama Muslim, Yahudi, perwakilan dari Gereja Kristen Irak, dan anggota agama minoritas Irak, termasuk Yazidi dan Saba, yang bersama-sama memohon kepada Tuhan untuk perdamaian, rekonsiliasi dan kekuatan untuk membangun kembali bangsa yang telah porak-poranda karena konflik.

Teks Doa “Putra dan Putri Abraham”

Tuhan Yang Mahakuasa, Pencipta kami, Engkau mencintai kami, keluarga manusia dan setiap karya tangan-Mu.

Sebagai anak-anak Abraham: Yahudi, Kristen dan Muslim, bersama dengan orang-orang beriman lainnya dan semua orang yang berkehendak baik, kami berterima kasih kepada-Mu karena telah memberi kami Abraham, putra terhormat dari negeri yang mulia dan tercinta ini, untuk menjadi bapa kami yang sama dalam iman.

Kami berterima kasih atas teladannya sebagai orang yang beriman, yang sepenuhnya menaati-Mu, meninggalkan keluarganya, sukunya, dan tanah kelahirannya, dan berangkat ke tanah yang tidak ia ketahui.

Kami juga berterima kasih, atas teladan keberanian, keuletan, kekuatan semangat, kemurahan hati, dan keramahan yang diberikan oleh bapa kami yang sama dalam iman.

Kami berterima kasih secara khusus atas keyakinan heroiknya, yang ditunjukkan oleh kesiapannya bahkan untuk mengorbankan putranya dalam ketaatan pada perintah-Mu. Kami tahu bahwa ini adalah ujian yang ekstrim, namun ujian yang darinya, ia muncul sebagai pemenang, karena ia percaya sepenuhnya kepada-Mu, yang penuh belas kasihan dan selalu menawarkan kemungkinan untuk memulai yang baru.

Kami berterima kasih karena, dengan memberkati bapa kami Abraham, Engkau menjadikannya berkat bagi semua orang.

Kami memohon kepada-Mu, Tuhan kami dan Tuhan dari bapa kami Abraham, untuk memberikan kami iman yang kuat, iman yang berlimpah dalam pekerjaan baik, iman yang membuka hati kami untuk-Mu dan untuk semua saudara dan saudari kami; dan harapan tak terbatas yang mampu memahami dalam setiap situasi kesetiaan-Mu pada janji-janji-Mu.

Jadikanlah kami masing-masing saksi atas kepedulian-Mu yang penuh kasih bagi semua, terutama para pengungsi, para janda dan yatim piatu, yang miskin dan yang lemah.

Buka hati kami untuk saling memaafkan dan dengan cara ini jadikanlah kami pejuang rekonsiliasi, pembangun masyarakat yang lebih adil dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Sambutlah dalam kediaman damai dan terang-Mu, semua yang telah meninggal, terutama para korban kekerasan dan perang.

Bantulah pihak berwenang dalam upaya mencari dan menemukan korban penculikan dan dengan cara khusus melindungi perempuan dan anak.

Bantulah kami untuk merawat bumi, rumah kami bersama, yang dalam kebaikan dan kemurahan hati-Mu telah Engkau berikan kepada kami semua.

Bimbing tangan kami dalam pekerjaan membangun kembali negara ini, dan berikan kami kekuatan yang dibutuhkan untuk membantu mereka yang terpaksa meninggalkan rumah dan tanah mereka; memungkinkan mereka untuk kembali dalam keadaan aman dan bermartabat, dan untuk memulai kehidupan baru, tenang dan sejahtera. Amin.

Diterjemahkan dari https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2021-03/pope-francis-prayer-interreligious-ur-abraham.html

 

Homili Paus Fransiskus di Katedral St. Yosef di Baghdad , Irak: “Kebijaksanaan, Kesaksian dan Janji”

0

Pada 06 Maret 2021, hari kedua di Irak, Paus Fransiskus merayakan Ekaristi di Katedral Khaldea St.Yosef di Baghdad, Irak. Berikut ini adalah  teks homili yang disampaikan oleh Paus Fransiskus pada perayaan itu. Teks ini diterjemahkan dari catholicnewsagency.com.

***

Hari ini sabda Tuhan berbicara kepada kita tentang kebijaksanaan, kesaksian dan janji.

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan di negeri ini telah dilestarikan sejak zaman kuno. Memang pencarian kebijaksanaan selalu menarik pria dan wanita. Namun, seringkali, mereka yang memiliki lebih banyak kemampuan dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan dan memiliki kesempatan yang lebih besar, sementara mereka yang memiliki lebih sedikit disisihkan. Ketimpangan seperti itu – yang telah meningkat di zaman kita – tidak dapat diterima. Kitab Kebijaksanaan mengejutkan kita dengan membalikkan perspektif ini. Itu memberi tahu kita bahwa “yang bawahan saja dapat dimaafkan karena belas kasihan, tetapi yang berkuasa akan disiksa dengan berat” (Keb 6:6). Di mata dunia, mereka yang memiliki lebih sedikit dibuang, sementara mereka yang lebih banyak memiliki hak istimewa. Tidak demikian bagi Tuhan: yang lebih berkuasa tunduk pada pengawasan yang ketat, sedangkan yang paling kecil diistimewakan oleh Tuhan.

Yesus, yang adalah Kebijaksanaan dalam pribadi, menyelesaikan pembalikan ini dalam Injil, dan dia melakukannya dengan khotbah pertamanya, dengan Sabda Bahagia. Pembalikannya total: yang miskin, mereka yang berduka, yang dianiaya semuanya disebut diberkati. Bagaimana ini mungkin? Bagi dunia, yang diberkati adalah yang kaya, yang berkuasa dan yang terkenal! Mereka yang kaya dan makmurlah yang menghitung! Tetapi tidak untuk Tuhan: Bukan lagi orang kaya yang besar, tetapi orang miskin dalam roh; bukan mereka yang bisa memaksakan kehendaknya pada orang lain, tapi mereka yang lembut dengan semua. Bukan mereka yang disanjung oleh orang banyak, tapi mereka yang menunjukkan belas kasihan kepada saudara laki-laki dan perempuan mereka. Pada titik ini, kita mungkin bertanya-tanya: jika saya hidup seperti yang Yesus minta, apa yang saya dapatkan? Bukankah saya mengambil risiko membiarkan orang lain menguasai saya? Apakah undangan Yesus berharga? Undangan itu bukannya tidak berharga, tapi bijaksana.

Ajakan Yesus itu bijak karena cinta yang merupakan inti dari Sabda Bahagia, meski tampak lemah di mata dunia, nyatanya selalu berjaya. Di kayu salib, itu terbukti lebih kuat dari dosa, di dalam kubur, ia mengalahkan maut. Cinta yang sama itu membuat para martir menang dalam pencobaan mereka – dan berapa banyak martir pada abad terakhir, bahkan lebih banyak daripada di masa lalu! Kasih adalah kekuatan kita, sumber kekuatan bagi saudara-saudari kita yang di sini juga telah menderita prasangka dan penghinaan, penganiayaan dan penganiayaan atas nama Yesus. Namun sementara kekuatan, kemuliaan dan kesia-siaan dunia lenyap, cinta tetap ada. Seperti yang Rasul Paulus katakan kepada kita: “Kasih tidak berkesudahan” (1Kor 13:8). Maka, menjalani kehidupan yang dibentuk oleh Sabda Bahagia berarti menjadikan hal-hal yang lewat menjadi kekal, membawa surga ke bumi.

Kesaksian

Tapi bagaimana kita mempraktikkan Sabda Bahagia? Sabda Bahagia tidak meminta kita melakukan hal-hal luar biasa, prestasi di luar kemampuan kita, tetapi meminta kesaksian  hidup harian. Yang diberkati adalah mereka yang hidup dengan lemah lembut, yang menunjukkan belas kasihan di mana pun mereka berada, yang murni hatinya di mana pun mereka tinggal. Untuk diberkati, kita tidak perlu sesekali menjadi pahlawan, tetapi menjadi saksi hari demi hari. Kesaksian adalah cara untuk mewujudkan hikmat Yesus. Begitulah cara dunia diubah: bukan dengan kekuatan dan kekuatan, tetapi oleh Sabda Bahagia. Karena itulah yang Yesus lakukan: dia hidup sampai akhir apa yang dia katakan sejak awal. Semuanya bergantung pada memberikan kesaksian tentang kasih Yesus, kasih amal yang sama yang dijelaskan oleh Santo Paulus dengan luar biasa dalam bacaan kedua hari ini. Mari kita lihat bagaimana dia menyajikannya.

Paulus berkata bahwa “kasih itu sabar” (1Kor 13:4).  Kasih tampaknya identik dengan kebaikan, kemurahan hati, dan perbuatan baik, namun Paulus berkata bahwa kasih itu di atas segalanya adalah kesabaran. Pertama dan terpenting, Alkitab berbicara tentang kesabaran Tuhan. Sepanjang sejarah, pria dan wanita terbukti terus-menerus tidak setia pada perjanjian dengan Tuhan, jatuh ke dalam dosa lama yang sama. Namun alih-alih menjadi lelah dan menjauh, Tuhan selalu tetap setia, mengampuni dan memulai dari awal. Kesabaran untuk memulai yang baru setiap saat adalah kualitas pertama dari kasih, karena kasih tidak mudah tersinggung, tetapi selalu dimulai dari awal lagi. Kasih tidak menjadi letih dan putus asa, tetapi selalu terarah ke depan. Ia tidak berkecil hati, tetapi tetap kreatif. Menghadapi kejahatan, ia tidak menyerah. Mereka yang mengasihi tidak menutup diri ketika ada yang salah, tetapi menanggapi kejahatan dengan kebaikan, memperhatikan kebijaksanaan kemenangan di kayu salib. Saksi-saksi Tuhan itu seperti itu: tidak pasif atau fatalistik, tergantung pada kejadian, perasaan atau kejadian langsung. Sebaliknya, mereka terus-menerus penuh harapan, karena didasarkan pada kasih yang “menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor 13:7).

Kita bisa bertanya pada diri sendiri: bagaimana kita bereaksi terhadap situasi yang tidak benar? Dalam menghadapi kesulitan, selalu ada dua godaan. Yang pertama adalah lari: kita bisa lari, membelakangi, berusaha menjauhkan diri dari semuanya. Yang kedua adalah bereaksi dengan amarah, dengan unjuk kekuatan. Begitulah kasus para murid di Getsemani: dalam kebingungan mereka, banyak yang melarikan diri dan Petrus mengangkat pedang. Namun baik melarikan diri maupun pedang tidak mencapai apa-apa. Yesus, sebaliknya, mengubah sejarah. Bagaimana? Dengan kekuatan kasih yang rendah hati, dengan kesaksiannya yang sabar. Inilah yang harus kita lakukan; dan begitulah cara Tuhan memenuhi janjinya.

Janji

Kebijaksanaan Yesus, yang diwujudkan dalam Sabda Bahagia, memanggil untuk bersaksi dan menawarkan rahmat yang terkandung dalam janji-janji ilahi. Karena setiap Sabda Bahagia segera diikuti oleh sebuah janji: mereka yang mempraktekkannya akan memiliki kerajaan surga, mereka akan dihibur, mereka akan dipuaskan, mereka akan melihat Allah… (lih. Mat 5: 3-12). Janji Tuhan menjamin kegembiraan yang tak tertandingi dan tidak pernah mengecewakan. Tapi bagaimana mereka terpenuhi? Melalui kelemahan kita. Tuhan memberkati orang-orang yang menempuh jalan kemiskinan batin mereka sampai akhir. Inilah caranya; tidak ada yang lain. Mari kita lihat bapa Abraham. Tuhan menjanjikan dia keturunan yang banyak, tapi dia dan Sarah sudah tua dan tidak punya anak. Namun justru di usia tua yang sabar dan setia itulah Tuhan membuat keajaiban dan memberi mereka seorang putra. Marilah kita juga melihat kepada Musa: Tuhan berjanji bahwa Dia akan membebaskan orang-orang dari perbudakan, dan untuk itu dia meminta Musa untuk berbicara dengan Firaun. Meskipun Musa berkata bahwa dia tidak pandai berbicara, namun melalui perkataannya Tuhan akan memenuhi janjinya. Mari kita lihat Bunda Maria, yang menurut hukum tidak dapat memiliki anak, namun dipanggil untuk menjadi seorang ibu. Dan marilah kita melihat ke Petrus: dia menyangkal Tuhan, namun dia adalah pribadi yang Yesus panggil untuk memperkuat saudara-saudaranya. Saudara-saudari  terkasih, terkadang kita mungkin merasa tidak berdaya dan tidak berguna. Kita tidak boleh menyerah pada kenyataan ini, karena Tuhan ingin melakukan keajaiban dengan tepat melalui kelemahan kita.

Tuhan senang melakukan itu, dan malam ini, delapan kali, Dia telah berbicara kepada kita kata ţūb’ā [diberkati], untuk membuat kita menyadari bahwa, dengan Dia, kita benar-benar “diberkati”. Tentu saja, kita mengalami pencobaan, dan kita sering jatuh, tetapi jangan lupa bahwa, bersama Yesus, kita diberkati. Apa pun yang diambil dunia dari kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kasih yang lembut dan sabar yang dengannya Tuhan memenuhi janjinya. Saudara-saudari terkasih, mungkin ketika Anda melihat tangan Anda, tangan Anda tampak kosong, mungkin Anda merasa putus asa dan tidak puas dengan kehidupan. Jika demikian, jangan takut: Sabda Bahagia itu untuk Anda. Untuk kamu yang menderita, yang lapar dan haus akan keadilan, yang dianiaya, Tuhan berjanji kepada Anda bahwa nama Anda tertulis di hatinya, tertulis di surga! Hari ini saya bersyukur kepada Tuhan bersama Anda dan untuk Anda, karena di sini, di mana kebijaksanaan muncul di zaman kuno, begitu banyak saksi telah muncul di zaman kita sekarang, sering kali terabaikan oleh berita, namun berharga di mata Tuhan. Saksi-saksi yang, dengan menjalani Sabda Bahagia, membantu Tuhan memenuhi janji-janji damai-Nya.***

 

Sumber: Full text: Pope Francis’ homily at Mass in Baghdad’s St. Joseph Cathedral (catholicnewsagency.com)

Pidato Paus Fransiskus pada Pertemuan Antaragama di Dataran Ur-Irak: “Memandang ke Surga; Melakukan Perjalanan di Bumi”

0

Paus Fransiskus mengunjungi Irak pada 05-08 Maret 2021. Ini kunjungan bersejarah dan sangat penting. Ia adalah paus pertama yang mengunjungi Irak. Pada 06 Maret 2021 yang lalu, hari kedua berada di Irak, Paus Fransiskus mengadakan pertemuan dengan para pemimpin agama. Pertemuan ini diadakan di dataran Ur-Irak. Berikut ini adalah teks pidato Paus Fransiskus yang diterjemahkan dari catholicnewsagency.com .

*******

Saudara dan saudari yang terkasih, tempat yang diberkati ini membawa kita kembali ke asal kita, ke sumber pekerjaan Tuhan, ke kelahiran agama kita. Di sini, tempat tinggal Abraham, bapa kita, kita tampaknya telah pulang. Di sinilah Abraham mendengar panggilan Tuhan; dari sinilah dia memulai perjalanan yang akan mengubah sejarah. Kita adalah buah dari panggilan itu dan perjalanan itu. Tuhan meminta Abraham untuk mengarahkan pandangannya ke surga dan menghitung bintangnya (lih. Kej 15: 5). Pada bintang-bintang itu, dia melihat janji tentang keturunannya; dia melihat kita. Hari ini kita, Yahudi, Kristen dan Muslim, bersama dengan saudara kita dari agama lain, menghormati bapa kita Abraham dengan melakukan apa yang dia lakukan: kita memandang ke surga dan kita melakukan perjalanan di bumi.

  1. Kita memandang ke surga

Ribuan tahun kemudian, saat kita memandang ke langit yang sama, bintang-bintang yang sama muncul. Mereka menerangi malam paling gelap karena mereka bersinar bersama. Langit dengan demikian menyampaikan pesan persatuan: Yang Mahakuasa di atas mengundang kita untuk tidak pernah memisahkan diri dari sesama kita. Keajaiban Tuhan mengarahkan kita pada orang lain, pada saudara dan saudari kita. Namun jika kita ingin memelihara persaudaraan, kita tidak boleh melupakan surga. Semoga kita – keturunan Abraham dan perwakilan dari agama yang berbeda – merasakan bahwa, di atas segalanya, kita memiliki peran ini: membantu saudara-saudari kita untuk mengarahkan pandangan dan berdoa ke surga. Kita semua membutuhkan ini karena kita tidak mandiri. Manusia tidak mahakuasa; kita tidak bisa membuatnya sendiri. Jika kita mengecualikan Tuhan, kita akhirnya menyembah hal-hal di bumi ini. Barang-barang duniawi, yang menyebabkan begitu banyak orang tidak peduli dengan Tuhan dan sesama, bukanlah alasan mengapa kita melakukan perjalanan di bumi. Kita mengarahkan pandangan ke surga untuk mengangkat diri kita dari kedalaman kesombongan kita; kita melayani Tuhan untuk dibebaskan dari perbudakan ego kita, karena Tuhan mendorong kita untuk mencintai. Ini adalah religiusitas sejati: menyembah Tuhan dan mencintai sesama kita. Di dunia saat ini, yang sering melupakan atau menyajikan gambaran menyimpang dari Yang Mahatinggi, orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi kebaikan-Nya, untuk menunjukkan kebapaan-Nya melalui persaudaraan kita.

Dari tempat ini, di mana iman lahir, dari tanah bapa kita Abraham, marilah kita tegaskan bahwa Tuhan itu penyayang dan bahwa penghujatan terbesar adalah mencemarkan nama-Nya dengan membenci saudara-saudari kita. Permusuhan, ekstremisme, dan kekerasan tidak lahir dari hati yang religius: itu adalah pengkhianatan terhadap agama. Kita orang beriman tidak bisa diam ketika terorisme melanggar agama; memang, kita dipanggil dengan jelas untuk menghilangkan semua kesalahpahaman. Janganlah kita membiarkan terang surga dibayangi oleh awan kebencian! Awan gelap terorisme, perang, dan kekerasan telah menyatu di negara ini. Semua komunitas etnis dan agama telah menderita. Secara khusus, saya ingin menyebutkan komunitas Yazidis, yang telah berduka atas kematian banyak pria dan menyaksikan ribuan wanita, anak perempuan dan anak-anak diculik, dijual sebagai budak, mengalami kekerasan fisik dan pemaksaan pindah agama. Hari ini, marilah kita berdoa bagi mereka yang telah menanggung penderitaan ini, bagi mereka yang masih tercerai-berai dan diculik, agar mereka segera pulang. Dan marilah kita berdoa agar kebebasan hati nurani dan kebebasan beragama di mana-mana akan diakui dan dihormati; ini adalah hak fundamental, karena itu membuat kita bebas untuk merenungkan surga tempat kita diciptakan.

Ketika terorisme menyerbu bagian utara negara tercinta ini, dengan sembrono ia menghancurkan sebagian dari warisan religiusnya yang luar biasa, termasuk gereja, biara, dan tempat ibadah berbagai komunitas. Namun, bahkan di saat gelap itu, beberapa bintang tetap bersinar. Saya memikirkan relawan muda Muslim di Mosul, yang membantu memperbaiki gereja dan biara, membangun persahabatan persaudaraan di atas puing-puing kebencian, dan orang-orang Kristen dan Muslim yang saat ini bersama-sama memulihkan masjid dan gereja. Profesor Ali Thajeel juga berbicara tentang kembalinya peziarah ke kota ini. Penting untuk berziarah ke tempat-tempat suci, karena itu adalah tanda terindah di bumi dari kerinduan kita akan surga. Untuk mencintai dan melindungi tempat-tempat suci, oleh karena itu, adalah kebutuhan eksistensial, untuk mengenang bapa kita Abraham, yang di berbagai tempat mengangkat ke surga mezbah Tuhan (lih. Kej 12: 7.8; 13:18; 22: 9). Semoga Patriark agung membantu kita membuat tempat suci kita masing-masing menjadi oasis kedamaian dan pertemuan untuk semua! Oleh kesetiaannya kepada Tuhan, Abraham menjadi berkat bagi semua orang (lih. Kej 12: 3); semoga kehadiran kita di sini hari ini, dalam jejaknya, menjadi tanda berkah dan harapan bagi Irak, Timur Tengah, dan seluruh dunia. Surga belum bosan dengan bumi: Tuhan mengasihi setiap orang, setiap putri dan putranya! Marilah kita tidak pernah lelah memandang ke surga, memandang ke bintang-bintang yang sama yang, pada zamannya, bapa kita Abraham renungkan.

2. Kita melakukan perjalanan di bumi

Bagi Abraham, memandang ke surga, alih-alih menjadi gangguan, adalah pendorong untuk melakukan perjalanan di bumi, untuk menempuh jalan yang, melalui keturunannya, akan menuntun ke setiap waktu dan tempat. Semuanya dimulai dari sini, ketika Tuhan membawanya keluar dari Ur (lih. Kej 15:7). Perjalanannya ke luar membutuhkan pengorbanan. Abraham harus meninggalkan tanah, rumah dan keluarganya. Namun dengan meninggalkan keluarganya sendiri, dia menjadi bapa dari sebuah keluarga bangsa. Hal serupa juga terjadi pada kita: dalam perjalanan kita sendiri, kita dipanggil untuk meninggalkan ikatan dan keterikatan itu, yang membuat kita tetap terkurung dalam kelompok kita sendiri, mencegah kita menyambut kasih Tuhan yang tak terbatas dan dari melihat orang lain sebagai saudara dan saudari kita. Kita perlu melampaui diri kita sendiri, karena kita membutuhkan satu sama lain. Pandemi telah membuat kita menyadari bahwa “tidak ada yang diselamatkan sendirian” (Fratelli tutti, 54). Namun, godaan untuk menarik diri dari orang lain tidak pernah berakhir, namun pada saat yang sama kita tahu bahwa “gagasan ‘setiap orang untuk dirinya sendiri’ akan dengan cepat merosot menjadi gratis-untuk-semua yang akan terbukti lebih buruk daripada pandemi apa pun” ( ibid., 36). Di tengah badai yang kita alami saat ini, isolasi seperti itu tidak akan menyelamatkan kita. Begitu pula perlombaan senjata atau pembangunan tembok hanya akan membuat kita semakin menjauh dan agresif. Bukan pula penyembahan berhala uang, karena uang menutup diri kita dan menciptakan jurang ketidaksetaraan yang menyelimuti umat manusia. Kita juga tidak bisa diselamatkan oleh konsumerisme, yang mematikan pikiran dan mematikan hati.

Cara yang ditunjukkan surga untuk perjalanan kita adalah cara lain: jalan damai. Itu menuntut, terutama di tengah badai, agar kita mendayung bersama di sisi yang sama. Sungguh memalukan bahwa, meskipun kita semua telah menderita krisis pandemi, terutama di sini, di mana konflik telah menyebabkan begitu banyak penderitaan, siapa pun seharusnya peduli tidak hanya untuk urusannya sendiri. Tidak akan ada perdamaian tanpa berbagi dan penerimaan, tanpa keadilan yang menjamin kesetaraan dan kemajuan untuk semua, dimulai dengan mereka yang paling rentan. Tidak akan ada perdamaian kecuali orang-orang mengulurkan tangan kepada orang lain. Tidak akan ada kedamaian selama kita melihat orang lain sebagai mereka dan bukan kita. Tidak akan ada perdamaian selama aliansi kita melawan yang lain, karena hanya meningkatkan perpecahan. Perdamaian tidak menuntut pemenang atau pecundang, melainkan saudara dan saudari yang, untuk semua kesalahpahaman dan rasa sakit di masa lalu, sedang melakukan perjalanan dari konflik menuju persatuan. Marilah kita memintanya dalam doa untuk seluruh Timur Tengah. Di sini saya terutama memikirkan Suriah yang dilanda perang.

Patriark Abraham, yang hari ini mempersatukan kita dalam kesatuan, adalah seorang nabi dari Yang Mahatinggi. Sebuah nubuat kuno mengatakan bahwa orang-orang “akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas” (Yes 2: 4). Nubuat ini belum digenapi; sebaliknya, pedang dan tombak telah berubah menjadi rudal dan bom. Lalu, dari manakah perjalanan perdamaian bisa dimulai? Dari keputusan untuk tidak memiliki musuh. Siapapun yang memiliki keberanian untuk melihat bintang-bintang, siapapun yang percaya pada Tuhan, tidak memiliki musuh untuk dilawan. Dia hanya memiliki satu musuh untuk dihadapi, musuh yang berdiri di depan pintu hati dan mengetuk untuk masuk. Musuh itu adalah kebencian. Beberapa orang berusaha memiliki musuh lebih dari menjadi teman, sementara yang lain mencari keuntungan mereka sendiri dengan mengorbankan orang lain, mereka yang melihat bintang-bintang janji, mereka yang mengikuti jalan Tuhan, tidak melawan seseorang, tetapi semua orang. Mereka tidak dapat membenarkan segala bentuk pemaksaan, penindasan dan penyalahgunaan kekuasaan; mereka tidak bisa bersikap agresif.

Teman-teman terkasih, apakah semua ini mungkin? Bapa Abraham, yang bisa berharap walaupun tidak ada dasar untuk berharap (lih. Rom 4:18), mendorong kita. Sepanjang sejarah, kita sering mengejar tujuan yang terlalu duniawi dan kita jalani sendiri, tetapi dengan pertolongan Tuhan, kita bisa berubah menjadi lebih baik. Terserah kita, umat manusia hari ini, terutama kita, penganut semua agama, untuk mengubah instrumen kebencian menjadi instrumen perdamaian. Tergantung kita untuk memohon dengan tegas kepada para pemimpin negara agar peningkatan penyerluasan senjata (proliferasi) memberi jalan bagi distribusi makanan untuk semua. Tergantung kita untuk membungkam tuduhan timbal balik agar terdengar jeritan orang-orang yang tertindas dan terbuang di dunia kita: terlalu banyak orang kekurangan makanan, obat-obatan, pendidikan, hak dan martabat! Terserah pada kita untuk menjelaskan manuver licik yang berputar di sekitar uang dan untuk menuntut agar uang tidak selalu menjadi tujuan akhir dan hanya memperkuat kemewahan yang tak terkendali dari beberapa orang. Terserah kita untuk melestarikan rumah kita bersama dari tujuan predator kita. Terserah kita untuk mengingatkan dunia bahwa kehidupan manusia memiliki nilai apa adanya dan bukan untuk apa yang dimilikinya. Bahwa kehidupan yang belum lahir, orang tua, migran dan pria dan wanita, apa pun warna kulit atau kebangsaan mereka, selalu suci dan sama pentingnya dengan nyawa orang lain! Terserah kita untuk memiliki keberanian untuk mengarahkan pandangan kita dan melihat bintang-bintang, bintang-bintang yang dilihat Abraham bapa kita, bintang-bintang perjanjian.

Perjalanan Abraham adalah berkat kedamaian. Namun itu tidak mudah: dia harus menghadapi pergumulan dan kejadian yang tidak terduga. Kita juga memiliki perjalanan yang berat ke depan, tetapi seperti Patriark yang agung, kita perlu mengambil langkah konkret, untuk berangkat dan mencari wajah orang lain, untuk berbagi kenangan, tatapan dan keheningan, cerita dan pengalaman. Saya dikejutkan oleh kesaksian Dawood dan Hasan, seorang Kristen dan seorang Muslim yang, tidak gentar dengan perbedaan di antara mereka, belajar dan bekerja sama. Bersama-sama mereka membangun masa depan dan menyadari bahwa mereka adalah saudara. Untuk maju, kita juga perlu mencapai sesuatu yang baik dan sesuatu yang konkret bersama. Inilah caranya, terutama bagi kaum muda, yang tidak boleh melihat impian mereka terpotong oleh konflik di masa lalu! Penting untuk mengajari mereka persaudaraan, untuk mengajari mereka memandang bintang. Ini benar-benar darurat; ini akan menjadi vaksin paling efektif untuk masa depan perdamaian. Untuk Anda, anak-anak muda yang terkasih, adalah masa kini dan masa depan kami!

Hanya bersama orang lain luka masa lalu bisa disembuhkan. Rafah menceritakan kepada kami tentang contoh heroik Najy, dari komunitas Sabean Mandean, yang kehilangan nyawanya dalam upaya menyelamatkan keluarga tetangganya yang Muslim. Berapa banyak orang di sini, di tengah keheningan dan ketidakpedulian dunia, telah memulai perjalanan persaudaraan! Rafah juga memberitahu kami tentang penderitaan perang yang tak terkatakan yang memaksa banyak orang meninggalkan rumah dan desa untuk mencari masa depan bagi anak-anak mereka. Terima kasih, Rafah, karena telah berbagi dengan kami tekad teguh Anda untuk tinggal di sini, di tanah leluhur Anda. Semoga mereka yang tidak dapat melakukannya, dan harus melarikan diri, mendapatkan sambutan yang ramah, cocok untuk mereka yang rentan dan menderita.

Justru melalui keramahan, ciri khas dari negeri-negeri ini, Abraham dikunjungi oleh Tuhan dan diberi hadiah seorang putra, ketika tampaknya semua harapan telah berlalu (lih. Kej 18: 1-10). Saudara dan saudari dari berbagai agama, di sini kami menemukan diri kami di rumah sendiri, dan dari sini, bersama-sama, kami ingin berkomitmen untuk memenuhi impian Tuhan bahwa keluarga manusia dapat menjadi ramah dan menyambut semua anak-Nya; yang melihat ke langit yang sama, akan melakukan perjalanan dengan damai di bumi yang sama. ****

 

Sumber: Full text: Pope Francis’ address at an interreligious meeting in the Plain of Ur (catholicnewsagency.com)

Belajar di Sekolah Yosef (4): “Seorang Bapak yang Taat”

0

Saya akan melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang Surat Apostolik Paus Fransiskus, Patris Corde. Pada bagian ini saya secara khusus menyajikan refleksi pribadi Bapa Suci tentang St. Yosef sebagai “Seorang Bapak yang Taat.”

Menurut Paus Fransiskus, Santo Yosef adalah seorang bapak yang taat. Dalam hal apa St. Yosef taat? Mari kita simak uraian berikut ini.

Allah mewahyukan rencana keselamatan kepada Yosef sebagaimana Ia lakukan kepada Maria. Menarik bahwa Allah ‘menjumpai’ Yosef melalui mimpi. Perlu disadari bahwa di antara semua bangsa kuno, mimpi dipandang sebagai salah satu cara Allah menyatakan kehendak-Nya. Itu berarti mimpi tidak bisa dianggap remeh.

Ketika mengetahui bahwa Maria hamil, Yosef sangat risau. Kehamilan Maria tidak dapat dipahaminya. Sebagai orang yang lembut dan penuh kasih, Yosef tidak ingin “mencemarkan nama isterinya di muka umum,” tetapi memutuskan untuk “menceraikannya dengan diam-diam” (Mat 1:19). Barangkali, menurutnya, ini langkah yang bijaksana.

Keempat Mimpi Yosef: Taat pada Kehendak Allah

Ketika Yosef dalam suasana risau karena kehamilan Maria, melalui mimpi, malaikat Tuhan membantunya memecahkan dilema yang sedang dihadapinya. Ia berkata kepadanya: “Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:20-21). Ini mimpi Yosef yang pertama.

Bagaimana Yosef menanggapi suara Allah yang didengarnya melalui mimpi ini? “Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya” (Mat 1:24). Yosef taat pada suara Allah. Ketaatan memungkinkannya untuk mengatasi kesulitannya dan menyelamatkan Maria.

Setelah Herodes diperdayakan oleh orang-orang majus, ia perintahkan agar semua anak di Betlehem yang berumur dua tahun ke bawah dibunuh (Mat. 2:16).  Allah mengetahui rancangan jahat Herodes dan melalui malaikat Ia berkata kepada Yosef dalam mimpi: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia” (Mat 2:13). Ini mimpi Yosef yang kedua.

Terhadap suara Allah itu, Yosef tidak ragu untuk menaatinya. Ia tidak bertanya- tanya tentang kesulitan yang akan dihadapinya. “Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati” (Mat 2:14-15). Yosef tinggal di Mesir bersama Maria dan Yesus.  Kita tidak tahu berapa lama mereka berada di Mesir.

Dalam mimpi ketiga, malaikat Tuhan memberitahukan kepada Yosef melalui mimpi bahwa mereka yang mencoba membunuh Anak itu sudah mati. “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati” (Mat.2:20). Tanpa ragu-ragu, Yosef menaati suara Allah yang didengarnya dalam mimpi.  “Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel” (Mat 2:21).

Akan tetapi, Yosef tidak jadi membawa Maria dan Yesus pulang ke tanah Israel karena sudah dinasihati oleh Allah melalui mimpi. Yosef taat. Dan ini mimpinya yang keempat. “Setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana, ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaretdi sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret” (Mat 2:22-23).

Yosef Menaati Hukum

Penginjil Lukas  menampilkan sosok Yosef sebagai pribadi yang taat hukum. Ia mengisahkan bagaimana Yosef melakukan perjalanan panjang dan tidak nyaman dari Nazaret ke Betlehem untuk didaftarkan di kota asalnya sesuai hukum Kaisar  Augustus yang berkaitan dengan sensus. Dan justru dalam keadaan inilah Yesus lahir (bdk Luk. 2: 1-7), dan kelahiran-Nya didaftarkan dalam daftar Kekaisaran, seperti semua anak lainnya. Menurut Paus Fransiskus, penginjil Lukas memang tertarik untuk menunjukkan bahwa orangtua Yesus mematuhi semua ketentuan hukum: upacara sunat Yesus, pemurnian Maria setelah melahirkan, persembahan Anak pertama kepada Allah (bdk. 2:21-24).

Paus Fransiskus juga merefleksikan juga bahwa di setiap keadaan, Yosef menyatakan “fiat”nya sendiri, seperti fiat Maria pada Kabar Sukacita dan Yesus di Taman Getsemani. Sebagai kepala keluarga, Yosef juga mengajar Yesus untuk patuh kepada orang tua-Nya (bdk. Luk 2:51), seturut perintah Allah (bdk. Kel 20:12).

Bahkan di Nazaret, di sekolah Yosef, Yesus belajar melakukan kehendak Bapa. Kehendak  Allah itu menjadi makanan-Nya sehari-hari (bdk. Yoh 4:34). Bahkan pada saat paling sulit dalam hidup-Nya, yang dialami di Getsemani, Ia lebih suka melakukan kehendak Bapa dan bukan kehendak-Nya sendiri, dan menjadi “taat sampai mati […] bahkan sampai mati di kayu salib” (Flp 2:8). Untuk ini, penulis Surat kepada Orang-orang Ibrani menyimpulkan bahwa Yesus “belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya” (5:8).

Akhirnya Bapa Suci menyimpulkan bahwa dari semua peristiwa yang direfleksikan di atas tampaklah bahwa Yosef “dipanggil oleh Allah untuk secara langsung melayani pribadi dan misi Yesus melalui pelaksanaan peran kebapaannya,” justru dengan cara ini, “ia bekerjasama dalam kepenuhan waktu dalam misteri agung keselamatan dan sungguh menjadi pelayan keselamatan.”

Bersambung….

Sumber:  Seri Dokumen Gerejawi, “Patris Corde”  (Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI 2020).

 

 

Belajar di Sekolah Yosef (3): “Seorang Bapak yang Lembut dan Penuh Kasih”

0
data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAsJCQcJCQcJCQkJCwkJCQkJCQsJCwsMCwsLDA0QDBEODQ4MEhkSJRodJR0ZHxwpKRYlNzU2GioyPi0pMBk7IRP/2wBDAQcICAsJCxULCxUsHRkdLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCz/wAARCAC7AU0DASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAAAwQBAgUGAAf/xAA7EAACAQMDAgUCAwcDAwUBAAABAhEAAyEEEjFBUQUTImFxMoEUkaEjQlJyscHRBjPwYrLhFSSSovGC/8QAGwEAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAAAgMBBAUABgf/xAA1EQABBAIBAwEGBAYBBQAAAAABAAIDEQQhMQUSQVEGEyJhcYEUkaGxIzLB0eHwshVCUmJy/9oADAMBAAIRAxEAPwDkrjOW3MT2EDp71U3GUGBAn7j3FHuxMxwcj/xQXbAImOvcVXpWShi8+65nqOPgc1csTJPOBIxFRvH7SEg7l/7RVw2ACJP6CuUK1pnA252E4/8AMUxb39sQOD/SotxtPsM15CN0+rbPBHFAQitGkrIJjtRrd15UEyoByYkD2ig3AxaRxj8qNbR2yIj5zIoS0IgVV7r5BJChiR2oeTkEkAc1e6jAGYyDEf3qigqj7u3WuDQuJQXLyZ4ETnEUtcZ2IkmB9IHM0zgOCZ9uw+ard+JjPP8ASiAQkpYuy5X2nHPxVfNfuf70RmwSoyOR8dqrvG3C52jP96NCvb2OTzGMYGavbZ1BAJ2tE/P2qA0ASJJ6dqYtEcDtJ7/eoKkKULyMYyT+dGkjkkDkGKAI3TDR1HT7UdwSFKz9I7Z6UHaitFt3XlQDKzOf1NMjY4DEEjdg9j70rbR2iIxgycn4phFaIaMEQP4s0stBRgpq1YtsXkMxj0CdueQc15LLAGZXnco4+aLbUiAi4Mxknn5pi7aVNhltzYJmcDOPakk0U0IScEKSqiSZ6nvRAX2mCT79Ae1D2CQAzAHPHNGCNBAJIgDIM46xQklFSOLDbV3AgsBETmes1FqwZXc0kSck9/ajWRacDd5h2rs3bmIxkYJitCym23GxJE/vbWGcEGKWXFNAFK+m01jYbu8gQwPqHpHuKqjWkLMJ2h85zxEkGoBOH8vFuPN2k7GYjEDjFVZGN0FF22m6+/eotCQji6GtvDH1GVM9JnirK2rUQlz9owy0LAHuDV7ekuFWIO6ABC9Y70dbQJEARB9yD7TUgEpZNJRLl0MLd1tpB2qSZxzKwKYtXiGZTElCAScR7VS9bCsmG2k/VEGaW1moTSqt0mFO6FnJIyfiOtPCUdpu6111ARgcwp5K+1Zd7XaKywW7qlBVgQqAsQQRJgVl3vHLust3RbYWrCllO1jN0joTAP2rBuxc8p3cAMWOYACqYOVpgZ3FAXUF3NjxXw42zcfWJbUMIN3EZ6RNalrVW9Stlkvpfto52tbbdMyZ3DPWvkur16+QLFq0dlwH1sx3hiZ9JEUvpPF/FdErfh9Tdtgc7TBb2Jo/cEjSEvB5X2c6lLaZulAGWd5bAiCzNEAVRNSPwv7Jj+zO+yGUEOoJ6kDPNc1/pzx1fEkNvVXQNSF9UtAuKB0ArpVezcKhSApYAsSYOYkdaQG9poovolZu2mF1kBC5ugfSS2YkYmkdXriN0BVAD7N5JZQTzitzW27hsFNOHcsYUOuy2YyMnPvxWFr7L3LSqyMt60reYTtZbccKY61zhSNjvK5m+HW47EZJ5B+/WireEDdgwMAE/rXtQjKArZwJnH2pcT3o2tDgm3S564TmZB7jmqlSRgD3Jz07UyRbJJKwZ6dRQntiJUEgzuPSemKsByqEJZJLNAAM9eBgUQiMZBkSAc15cswj95cdfpFMBEXbuU7yPUP6URNKAFRSYMYx09qNbBPOeKldg3QoCgA/Jow8sqPTGen+KWXI6RURWC8SMczijWrckdAs/eqKpABQAAiGlpNFtH1LkfB6n71F2ppDe2AYMHLGaDcVVUL9zn9aO2WIkcx7UO4oIJdcns39q66UEWkLm4HBNCcnIM/I5+1Ov5YC+kfJz+tBcWyTKjgbSKIOUEJQAkY5HU9PmqQZj3OYx8xTLW0IlVJIJmOi0LoB70YNoSFBG0Zw3WMk/FFSYgYEc/5qy20EFgQxJ+69KKoQHCgDaSSc57UJcEQCrbDHJM9+8U2iIyx2yM1RTbKt6QDxjE0a2sAG2oB67mzB9qDuU0iW7YJgCADk+1MXLVzagxtYYPJn3oFvBAnrmf6U+BKTIkHg81BUqdNvUguQB09hTLgHJIiPTBkHvSmWJ2qTPp9wetOW7QZBuABGDmKS6uUxt2q22B/h56cz7UTI3oJ5kQKGQFkAKJPJ7e1HCsPUQWUwQff+tJcRSshqZRGVEg+oTuzj3Jpy0GvbFHCYPGAKWsDzrgRGB7EyAT1EkURTetXyNremJKn+9LCIrU09ooXtFN28bx0BBxBAql7SPp9qqB5J43klwR+7/ip095tzMcmQBESAOBFWuX7l9i0wqg/V0PxRUlG7R9M+nspAQAmCxGBuOJNVd0LSiZB9WY3RST3E2gSOSCVzJo2kRrkEggmcuTOO9GN8JTgBtGu6ndbs2wgD7Ss8kz0jiuU8WfVX/EtHod4S0bW9mK/VJ9QUfkDXZPo3uKpUjkeo9u9Ynivgt4XF1iXyz2LZKoR9IHIntFOArZSwQVm6vwfR37NtLTeS1vCskEOesrWHqfCdQLgs7i9vyz5j7doWMCBxmulW7p7C79VdCWkQlnMc89azr/i2mCApac27oBRr0rvHdRE/rRMLr0mdrTork9Va2q1q6p/ZhVDKOQvxWdc2m2BbJKqT6Y9Xya6q/pLzW7mrTaEvbmth+Y9pHFYH4Tauo9S7lAI5IIYxGM1ajdfKS+PdBe8HvtZ1di5vKKlxHJUAvtmvrnh2osXLfnrcYW3UNKKCP818k0GnB1KW2kAugfYYO0kAgHnNfYdFo9Jp7entsIQW9iBiScAGT70nIALgQhaSBRU3b1tyCjXGIEL5hknHaTA70lftTp3RmK3Lh3MyARckzJFbN+2TbQp5e0MMerc46CldRYYJvdAApZsD9KTSJpXJarTv60uEmGUkryf+kYpE2lUwCoA6MYP3rf1gyPT9WWOZ79axL1lhcc7WfcSxZvUc9KW1+6CuNGly1yCTsweIz1qRIUKDGAGDf3NWjLYOI6VUtkfn71dpUrVVQK11lYbgQeMfSDXn3NBEkgyScf0qEjfd5yRE/wAooikkf4rq9VAK8rKFbuMfb70S3cBwMQQTz+U1QDD4jMe360fTWkDAuDLMJjoPiocQFIBKPa3EAJkkwSZ2x700mnZFLBGkzJI9VWtMihtvYxxjNEW8xIUEkme2BSe7aYGoFywwhwu14Jnof5opO6xkbpDdZ6n5itHziTyeSCMfnFDu+U7EniDwBMx2qQ7e1BBWQ9wTBGR1/SqXCGPpw0A/Jot20oYOmMQwPPyKoVzweJpwIPCCiFRdyrElWyM5B+9T5YyQ3q+MTXmY4H9arjd+9En4rq9FBK825gMlmkHtHPXmroVWZiQJnpmoVjH+OasFgtgiBz81IACmyrW7g+kYJ5NNWiSDsyxM4mBPel7NpZZnyTgAfPJitW15SE7ZiTAIHalOcEQBUW9O4l9pLdz0x+7Vra3ywUK3WJwOeDVxeIIgmScDHNNWhDKc+o9aDuRgI1jTtDb1IYrxI/tTKWrOz6WLfMkH71IZRu8tYyoEkTTACkEmRA2kj881Xe5OYQEs1tAI2x8jPzFetK5OI2pHB5imfTFsNJEGCcDjpVgqAEYG74z9xS9FP+amz5YZg5KmBtgZB+aatB7ZdrqMd7YY4O3pNLL5ZZQRI9MknHNNFwhKgl4gycgjqJrlB2pe0QQBMsYhZBxkUG4zK6qSZYEGIgxye9WLXFEhmMPuEn6V6AVXYlwF1gsO/wD1HPFE0JRU2lyN0ED6Z5PvTQu29PbW5eYKnmeiDDu5/dFBtIS4KYWQCD98ikPGNUber0dpQpRLJYECTvYmSJ601o9Ely6n8YfLRtqqIk7gT1gDFc/4lrtWy622rnymR0JNshmFwZGB+oNRoTqNTcAGpJVV8zgFQ7cFt2CRW1f0OjNlldyzbDDMfUYExuGaexriNqsT2lfPNGnn29dpr4AsWhauW1Z2ZixJD/VkDiKet6HwY5vPfuH0F1u3mcjb0BbIHxQNfau+H6rVXrCpcF2w6MH3RbBj1SeT1rHt3Na11mW6+qZm2u21EtrH7oa4RP2FH2u3RVxha4CwtnxjUB08rTkLbJCrHRe0Vztjy0ustyTvQrAnocA1o3LzuoW5a8u4FJAOevSKzLkfi7KKVkMJCyR3NMY2htBI4dwLV03+l/CBqNdqdVda3t0rpcNsg7juUwQOwrvPJVL1u6zNyI4+ODXzdW1S27r6e463doACYLYnFK6fxvxPTOpW/dW4pIcMTD/KnFD7n3gJvfolvNO+S+vIFubiMQxHTHuKHq7KNp75JclbbFck1zvg/wDqrR6tVtX9li8MEAgIxjkbuD7VvX9QLunfy22i7bZV6s24EYpdhoIPKWWEH5LA1KvcViYxMknETWS1m25JYuDxgkA+9aeovBVVSY6NHEjBmhkr1UT1g4+2KoO0bC0GHS4A7QzBZGOpn9aGYnB6TJFXaSzQOenX70NlMEitQKiShJu33JOJEf8AxFHWOZg+w7Uus7nyJ3LPt6RR1Uzx0nnFTyoCuNsNAzMEk8zR0JBeIH0gRzQbeegOSTHamFCwAAuDkn3pZRBWDNmSOT7U5pmAUMwGcCcn8qUW2S0FB3J4pu2pBTAgcdc0BForVNSYKkRDHoR/SlizTg8z+VNXF3SIBEmM0oVMkbAIxjiPepAXEoVwyXwDKqeaGdsqQCDGTOKYYLgbRIyY7Us87h6RjGZFGEKq0TznMz3oQndzj+9XZTnHAnmhQ2O/WjCEo6x3+Iq42+swd3IM4oaqcYnE80S3zEAyek4oSibZRLcgjAwg95NGDGSSw5H3+aqoABAAnnP5VZUyBtBB6ntQKQmdKwyzRAbqR/TmtO2dwg/vDHtms62kbQAIBnnmOKeTCwDmMzQ0itOKyohBBM8z1PFXtXvJPJKEGFImD8mlpYxMgciRP9KoxI6kljOBgD2pbxaK1qF2vosGCskALkzyAaFEhWO6R9u9DsO6AAkZIJPEE/NMqsEbgQD1OBHeTS/dgI2vPAV7cMYZiAVxGciiAsjCGBAUyIwQcf8AM0HbsYMox9QiTE9ZFUn6gvUiADBnmQTio7EYcfKce5KzyARJXmPvV0V2SSdoBkAc9s1Sz6cMgkxknBNevam1YG2Ve8QCLcxzwWPAo42FxpqhxobTQLAGOpJz2isvX2tPZ1AunULLlQxAZgqxw5jr2q7XNbeUeY5RGg+XZG37buT70VNILzpaCBQQGZjBJjoBV1uPqyVW95Tk34baCWwEKwwlDECOQKqb/jL6k2L3kppVLLuL72Zdshtu0RV79u/pkxtiDtiZHzWHq9Xqh+08ywg+nzPMdbqT1Xaftwa7+VS1gl2CszXeInzdptXGDuy2kuDb5i7tobriaRXU6W2PNv2CrW5UG2BJbuJ6f4r3mWruutMdxtLttgnDKII3jtziml8OsW7im7F+2AQEuLkEnBkf4qu7Iax1OThC4j4EgfELJW4HkEglDtllngAf+aH4Vpy73NU4YlJgDgbu9a9yxob5ZmVkJAXNuVxxkTTPhmjRBrd+psLZIAt7z6pGZjGKl2SztNIBA5psoGmR912bZguCv36Ch6nRaXUNdRxtuKjRcQ+re3AIFa9m4nkbkZI9QV1GWC4LAmkri2rV2wqtPnXJczJkxmqByHONt0rQjHDlylo3vMuWbgHnWgVkECdpgzWhoPHPEvDnKLebyw0+XcJdPyPFK66w34jUOn+5buuIIwwnj70D06gLnaw9JxJB7VuRFuQyn8qjKHQm28Lth4toNYEclLZuzCuZCt/MRFMq6AQcwYBBwR7VwkXrA8ssufUsAx95701Y8a1Nm2tsNtA/dcTH8pPSqcmK5poJrZGuHogXVZWaO/NCJBiQPemLoAZiTzjFK3CRmmUkAlpsKuNziAIIGBz6QaIokTmZjnoKEDJf5X/tWj2yAM8bjP6VksAOR2nhfSsiVzOgsnb/AD0N+eVBNy3BBIDd+pHemrDi4rYhlIkD36ilrwULbg8lj19u9X0oYsxBgQB8kmiYSyfsbwquRBFmdFGZMAJAOQAL3X6rStgAySJI69Io9s+pcDFKPdt2QhYklhCogl2+OlX/ABOosILj6QlBhibqkiTiQoq66RjfK8hB07JyA0sb/NxZAv6WdoxiYOIJiaDcAMkGJ7fpUpqbOpynpIy6NEj4IxFC1Di0kgMzNJwDtAHVmFT7xnb3A6QnByBP+GLaf6HX6oN1lVrSx6n6CMLEzig3VIIIzI5xigq7earmWYkkxknEUYvuyVYFQPqkTOO0UnHnDybWv1foj8FrAzeviNgbv5oLHEH745qPTJ+Jnp8V5yTiIjuZqkmI68TThPHR3ws53Rs1paDGfi44N/kig4AETzVSHBGDJ+mAf0FShj39j270RbwQt6WBPMEEfakTujkYD3UtjpMOZ0/Kez3He6qIsavgpq2PTkeram75imLYAKkn2z2pZW3KpEywBjtVkvlmKWbZuFZ3OXVEGYxIp5cxgFlYbcSfJlk7GVRN+AN+p0nlORGczxzTSqWEjuQazber2XLVp7Trce4iANBQKxgsGHNbCtbgLIx0Ga5rg7+VKnxZcaveir42N/SkL1cSRmAQfzFSTG31D0ndLYAA5n2qXJYwuB0JisvxO41qzbsg+u9uNwg821IEfc/0oZXBjS4pmBiuzchsDfP7eT+S9q/GrzMbWj9Inb5wWbjk4/Zg8Dt1pzTeCNeCXPEb927cY5trcMWxj63Mkn4rM8EsC9rlYxFi2971AkbsIvHzI+K6+0rAZbccDjgcxVWBvvrfIvUdYyG9JLcPCHaasnyfv+6SHgli2oOh1Wr0t0AlWW47Wz/Mrf5rNtXvFv8A1bQ6TXOreUb9xNiqqXJsuBclQJ/4K6JnuWyJLQeY4WlbtlLuq8P1AjzdPcvIoMnzBdtFdojsc/8A7TjB3EdiycXqpPc3Jp1g0SNg14PKYa7cJCW83IAPJCDuQKzr96zb1YsqfNvnYAgPpW4x5dv1o2s1tvwxHtrFzWsNxmYsg/vO3t2rC8Pv6i9q/M0+mOp1ALXHuPcW0vqnJJETzFacZjg048/mVjNxZ8lhfE3Q5JIAH1JofquvRmAWTJUQ3sasrO5DIwB3DawmR7isI+M2v/c6e9avaXWpvTZcKurORGHEZ6jFO+H3rv4SwyKbhi5Ch1TcQ0ABmwPvTGObJtpVDIx8jFeGTNonjij9DwR91s3tY7Klq7ZRiRsa6tzaVIEhtkGT9xXNeJLuW+n4dE2sodt/mMZMiDAA4quo/wBR6e3fNu7oNUlywxS4huWZ3AQcgVTxHxTTrp7d0W28zW2kvW7TESoaGDErjHHFCJscguJ45Vx/S+psLGiI/HxxvV+vp5Wa6lm3YmSxAHqMGZp1LovW5DEmACZ/tWf4fde/fuWwrEvDZgqqgdTjmr3mTw7Ueoh96k+UhGAeG3cD8qzsprJovfNVnHxMuHK/AuYS/wBNf3qvnabWyt5WtsDj1YZgROJEGue33J+t+erE8Gt3Sa/1Lcvae5asPA84SyLMxvwDHvWAeW+WrFJ2F9E6DjSRiWOcaHHB9V1ejeNFp+1wtmf3ZoF591zS4YEXRtk9JA6UxaVLWh0SkiUsgg8MCRmaz9drLatZVFJvKV9AieZEn3q4S0GyvBw48uQ/siFlA1ShNXfYgHzLhJnrmse6y2tQ7rBXcCenJitLW37nmAPZ8tx9QDh8xwSBzWQ5Ox3flmgg1dxZADYKnLwpYmAyDR4OiPzCdYlim6R0XqCoyAaWvLdFw+WJUwcdD1Ga9avBraDErI3cz0qq3seokGT0jrzW7d/EsChwtC9u3twZFJ3SBzyOs1p3SrzAIxk8foKz7qGCSODBnistpCcWlCQg+YR/EP8AtWjoGMRHPaf0oFsAbwON0/mopqyCSMwATP6VlAXkkFfS5XmP2fjcACabyL8/NXWyH9TuT0CgQRFMWbQLBZCrOM8GrpcCgAKQZM/p1qwbJbb1MgRV5kbGm2heHyuo5OW0Ryu+EcAaH5DSW1Wm1Hnb0/aIwXaVIBWABBEzT2oezb0N23cdTqGsWwFj1FtyksB2+aU1Wuuhnt2YWCJcAbhj6VNFeyLOj1X71x0BuOcsxLA5JzFUdW/s+69Z/FdFiHMAFEdgA2eNk+B8hyk9CQNSnutwf/WtTUJZ/DX2VoOx8dDAmsvQkjU2z7XP+0in7139lqUYDNlo/mnmpxh/CKX7RV/1SKv/AF/5LKs/7lv57Z4pi7OIzzg80DTmL9g9m6fykU87Bx9JBznsKPBNNKX7YgnJZX/j/VZzAy08ihvc2mOg/U0VwQ7iepz3oLBdxOJk9PtQYzQ6V18K/wBcyJIel45jNE9v/G0a227GB1xmob6jIjj+lXtIQVGRIkkcR9q9e/3X+R/QUzNDWxhrVT9lZ5cjPfLMSSW8n6hHtozW8EZtmBPJig2LzWG3AArwytwRTlpwLSMRhLakxBMATMVF7TpfYtahXKgx0YnrQzRuc1rmcgKenZ2PBNkY+W34HuO/F3wU3aOk1v4Z0bbcsXUusrjIUGWXng/2p9hbYkg7RPT2FcyGu6e6GgrctnjpjofauhR3bYwEjaGgj+ITFFjyF9+qodf6cMP3ZjdcZuvl5q/I3pWdSCG3EqY45isjxYRftHkGwpH/AMmrbPqUgCBErJ4HzWd4lpi9hbiBmaySWjqjDP5f5p2Q0vhNKn7O5DMfqLC/g2PuVTwETqdUOv4cEfZxXTqNkAlpboOmK5HwjULptdZZo2XA1hieBv4J+8fnXWFhPqIAA4JAiMmaDCIMf3Vz2sjczODzw4CvsmULBeTA+qcmKQ1t29Z8rynA1FwnyyYi1ZAIa4fc8VB1V26G/DLuQSDcuEpaI6xGTWbr762925y964A0tMsAAAx7DtWxjR9p7nLyLu52m78pDxUrbNuyh3NdHn6hySWdifSDP51pf6cBTT6q6SFXzoLkdVUQM46mudvsWuMSxZh9ROcnOK3/APTxDobRRWAvO43tgMVWIXiqLXE9QN+P7L2maxjfZhgZ5Iv63v8AskPHXt3PEGe2QQ1izuImSwBXM9a3/Abm/RaQtEpcuWmkjv1+RFYv+pENvxFVJQkaXTk+WpAEyYzT/hGgvrobOoW4qfiDccIdw3IG2Akg8Yniow3H8a+uNoOtRsf7PYznn4h21+Sx/Gih8V8TKZXzzHP8KitLQ+GWddo1Z7sag2DuZgrFFnbbCgkYUR+dZPiiuniGuW4FDi7DBSxE7RwWzTNjV+IaY2RYIjyLL3C6+nK+gKcH5zVSFodkSA+p/dafWJ3wdKxTG6jTdjnTQt3TeHeH+FRdO+87oCzO0ZAJwoAEc1yd68+r1Ny/dMvfu737DceB7AYHxRtV4t4k1wJccBQoMQRIYETjnnFKLAZccEf1ocz4A1g4RezLjkOyMmQ3IQBfmq/38l0ekIcXRsBtOrJtIldremK5wgbo6bo+0xW3ob8C+sgJ5WIxBPxWJ+8P5xx/NVXJHxWm+ypcGzNJ4r+q6bWubVsEqPRZ3iCeQMH86520y+aXuNB9Tbj1fBzW94iDdGpUHAsEL77PWRWDp2Rb1suAUJgzxnihdpzbQdDjY7BnIGzY1zVIusuWbtxrltgd22dvHHPzSGoEqoI9JHTvPWtZk/EO92FFu0VAgD1OckYrL1Mhrh4BmQehq5DGRJ32sefPidgfg2sNA3ZP+FOmVSiEhQLikElfmKWuWtUXbYybQSIckMM03pgfL06sJAVuJI5kUG4G8y5tJjcexr0oA7QF4lx3pazekmTOBz0ilbzSGGMjmiXXIJGZjnNAb1DLDg9uazPd2rImoixap6JMYkrI5zA4piwWQEwCCcZHPHWkrYBuP6uo/wC0UyGKkZnE/wDmq/4RrXd4O1uO9oJn4/4Qsb2Dxvx904BCzuiZPcCpWDtCkyP7d6HbMqMETP3NGthgR0n5qz7vSwfem0C9o7jOWtbWVzugnaVJ7zimE0uouWtl687enbbUElEPQnqaMp2xgSZHPvzRrbS+D9I6cE8VTGKwOJ9V6N/tDlyRNj18PBrev98LMtaTW27oYFUI3DfhoBBBgf0p26tsqwE7iApJ5MiJxiiM3qZSeDj36wKCTuIOASSevbpRx44ZoKrn9XnzntkkoEegWd5Ny24KkYb0zg9s0eGX1MdzEZAwo/lBq7gkg5wYnORQbjRGD1iKJmK2O6UZnXJ80AStbrzWz9/RAuglmcwAxJgZj8qodm08SYE9Oc1YncDJjn54pcAb439f1ro8VrD3Aqczrk2ZC2CRopvHy/VPW3xMDsMwf1qHtXbjO8KAT34+aGDEQZzTFtpHB5z71MmM2XTkrp/WJunuL4Wgk636KU3eWbceray+kzux+dFsDUWVUNbS6NpjYwDp7evFRbVgQROTnniaYU7cwJmKh2PVEHhGzqxcHtexpDjZG+flvSAdPe1V8XbtsW7ahVCSGZgvAMY+TWvbRwvseOnPalUaWVZ4yc9umab8wbdpmeeY/SpjhDLI8pOZ1B+UGNcAGtFADgK6rMLwB1ORH3ovlqrQciB8R3ihBue+PzowJIQEfTgGrAFaWYd7WZrPBbVwtc0ri2xMtbcfsp/6SuR+RqbT+OWk8m9pF1VtYUt5ibioxtLTkfatNzsUCTuMADrPtUmLaJbGSTLEkDnNdHhNLu9pLVtDrk0kIhyWiQDju5H3BCRu6nxa6sDS6fSoAFBuXfM2gCfSifpWFeuQ11izXGBJe659Vy50Hx7Vq6++Wm2pGfQszj3JrF1BEpZGSMsZ/erQbA1tFxJI9fH2WZNnve0xxNDGnmuT9SSSR8rpAEoru+4lvpA5ZzWhobmr0d1NQLF428FgFK7h7NFD0Nm3fvG5dDG1YYW0QYN1uYHtNdPa0V7U3Ct695SIVBtWSZUETtLnAMc1jZTx74ObohamHlyR4rsaQd0bt0b/AEqiEofC9f43rG1+pRbVnUEeTp7Dq91raKAqKRgQOST9u2xqLl3w5dPZawTdVksWbf0i4uAFVhKiBNB0tu9pr92/aMaQFrFq2WLXERDt3yehzNO6zUWrttGuXMgEodwCkwBDe3wf606ItjBLDs8nyqudkzZpYyUDsaKDRwP7/muW13hfi+q1eq1bppl864bpH4m2QgPALHExTuks6O7obS6yzctfh1W2t5bu9LzL+8ixIHfoelVd7N4odbqRc9RNrRaJWEwcbyM/85pLW371/ZaKi2iBUt6ezgIs8sePilxxhjy9p2VczOpS5kDIJWjtZxViqFa36JnWf6eN0ebp7geD6ARyOw9qxLmk1FoulxNj2zDKxyR/EK6sam2luxZDFQLSKRvJaAOARWV4yyi6hIXzEVGYKSSFbhX94q1l4rJI7PKy+kdXnwJ/4XB0s6wNStnUH0W7UKtxzlzmdqR+tDt6LVOFdQoG4bZM8ZmBNGNu6w0GnQEWtQ4ZieCSxwCa2rms8O8OVbCK168FhktEEW4MS7/2rCfCCBeyvVx9emhc8wtaA75f5S/nKwXz2W3f3ADywwtvIjO6srV6M2bu22QxaDsHKluBWhd8TuXiFFm2uYAA3dZnNDtlzcOouowYGVDSpPSagxA6Kq4fUp8OQyx1vkeEiPxtpVtv+zUEuAQhbPWRmkLpLb8k+lhHJj3p3Uu9x3O4zcJGCeBQtttFFtQCWwxGPzq1EwRi/KXmZz8z4e0NB2aFWfml7LP5IXIKqCAM5GJJqu2ZPqJnJmKOiFRcBBxxwM0PYpJJIkmeteiZsArykhpxC0LywIzxIg0q0iJHP50xdYhlBHWMYj5oTOJgxHH39pqgiHCWQAPcMdR9vSKYVWO2R89MVt2PCvCrvhd/xZLuuZUS472AdPIe0RbK79nHWe1KaWz4fc0mu1mqOqRbFxbVhbRtf+4uuCwtKXTlRBY+9UG58Ugd238J7TrynmBzefItCVYAIxjgmjAn0DmOIpe2/HAPRSZIBPX/APKPu2zOOecRWgFX4RcQuMxz2NHtgIoJIlue+fmlUYs2Igkd80yWzBn4PSl0eU0OAUXgCA4iZE4/rQsbQQOv6Zo0ypAkgA4pRngncQOkzxXV5UEjheYkiMCDgGaBcQAH37Hg0ZjIJ7A/Ed6OdHataG3r9a91bd+4tvSWLO1blwEgtddmBhQM4Uk/ehnmbCAX+TQ9SfkhYwvOljsGAmOonrihwN0x9uop3WHSWr98aS693TK37N3Qq7qQOVMfbFP6vw7ReF6fR3Ne2ouarV7ttrTNat2rQQBml3RiTkf/AJmlOy44+wO5fwK3xaYIibI4HKyFDEDHPB4ptFBAwRHQnmKNq9P4fY02g1Gn1F26NYt68BfVENq3bIQo23qGmT7UJbWoSxp79y2UTUq9yyHw7W1IXft5APTvFHHkMkAI1ZI3rY5QvjLUVSQAMEAzicCi42ieZyegnriggkc8wPtitXwrQ2PEBfLvet+TsVnQoUbcC30ssiB70OXkMxojLJwFMLDI7tCWsqFXeSJ/4KMrSP3SOh61S4bIYi15nl8L5pBZhPPpAGatbjBHamtOga5UkXoIyupOPbmrhyokNJkwMnA9qoAo2kx0JzmRV1XliCWYQoxhZ4FXIY+/4jwElxrRRrR9Ya8ZMGNwwtL6nUliyqqscrIMYHOeKrcubSQ7qTt4Uy33pO9dFq2SAAckjEr+daLWAm0DnapJ3riJ5tx2LbQdofOcRxSCEXLksZzvJE8xU33DKrFSQ9wsNuCYWIX5+K1fE/DNF4UukVbt97961cvXvONuLYwoChFHXd16VRnyo45Gxu5ddfYWUTYnOBcOAreDICTfJ/29y21OQXbJJrpNGPKtpuYEsd7k9SxniuS0jtbS0mQAty7zjrnFbQvsUsPMK9pXInr9687MCXFaw4Cu2tCeZZZoNp7i7e+eAfelrur05UwEtkwZRjvxwCZj9KzfHXdb2nuWm2rqLUnZ/GmD9+KzrSsFRy5YsQIJ6ERV6LtLQfVKcCLPotP8WiG4lhwAwlxaB8xwTyznNEtWXdjdIKqQdsQ24jnrSSBbd20DhQoUmJ95pwNPq06uyRN1CQMjl1AJ+8Vosja02syad7xQT3mtbSBt4wVUSevJrn9RcZrjKzli5knO5jyJp65euFGMPmVJYZGcAnisL8Rae7dcXAGn0hpz0weKHIfeguw4t2VrWb9ywoIvBFOClwBwOkqDWho7gtWGm2Cj75QqEM8bgOvesBbthCLhIu3R/tkk7FPtNOL+Kuql642pBbaUW3bCrB7SCf0rLdD3LYMgaFoW1G9TbA2PgHAYGeIq2sZrNjrvukpbB+oAcmKzm1CW2gtfBDbZG7dMbhnYKDcv2y7OL11mZZPmBnM+xNQMU3dhCZx6FSt0KGBUTmIgmfehMfKUXCQzP9Sgj0zmBGaBc1AUibbMDkEhloPmAsWcAZ2qoX0hfb3p4hK4zCtJyd+5gCsjjcO1Ltu3EGcY5qbNxmZpGGH0kxFUcB2Zo5PQ/wCa1YhTAFlyut5K07vERmfelnYGFggH+opm4cmZA+f7mlXngNywJPYHriqrlwXUf6XAv6Hx7SOSNObkG4wkIL2mAcx7QDSejsWvF7/lIL1nwfwuwSCoJvOhljMD/cuEFmPwOlE0fiHhOj8H1ugtay7+N1K3zcvfhL3leZdULgTugLC0PwbXaDT6bxTRau9dtLqyNl+wrErCbIEeodCP+T5Exzh+TPE0gkihR40C4Dya4Wp3MIYxx/30Tk6ex4drrmq0en0zahY8M0gtqNRZthf924T+09yWPTjNVfTjQaPSMyI/iWvIZfMVbg09qQAqK4I3MSATHes+6PD1Xbprmo1Ds4Z9RqFFpIBkhLQJOepY/atvUa/wm5rvDtYz3T5ahWU2/RZjc26OS2YxxzVmRksXaWhxDiSdHwPhHqB6+SlNc113QIofrte8Ts6PTXPD9HptPZS7cYM21ASxdgihuscnmm9U/hej1NpbmmQ7bD7FtogAJ/eYH+Lgdo96zm8Q8Nu+L2tWz3TYtjcHa2d25U2IqJ0AMmT1PSltRf8AxWs1N8khXdjbEcW1woIPsKVjYU03u4pe4ANJJsiy48fZMfKxnc5tGzQ+gQvVwo3MzBAB1YmAKe12ns+HWtPatraueIaj1XLjqr+Wp9IS0rggSccZj3pBbhtXrVxYYWrqXNrddrBokU/qNd4Zc8QTxBrj3Ldq3aNnSrbZLhvIpgXHb0bQc4mtLNM3vWNaCWAE68nwD8lXiDe1x83+nqveK6W3Z8S8NXTWbO+/5ZeyyzZZzc27igxBEmPaq/6l1Y3jQJatFbVu05cpNy27S21G4AjbOKL4bdbxHxW5rr7IFsWbl4wZS2oBQAHsBuNYeuvtqdTqb5wL112Hss+kfYRVDExXOyY2TmzE3f8A9O4/IJksoEbiz/uP6BZ7b2DgKxCLuuET6VkLuJ7SQPvXW6a9of8AUmh/B6o+XrdOFfcBkMBtF637Hhx/4jD8Ov8AhdlfFV1zXyur0yaW2thA7qC+9rgJIEghevSr+GXPCvDdZ+Oua+5qDbtXUs2bGlu27lwuAP2hunYI7Sad1SMzh3a0h7NtIBNn9vrajGcGVZFHlT4fpr6+M6bw3U2rV38NevIyXgblpLaA3GdFJjOCPmnPHNWdRrrllFQLpGNlHRfWxEBgx7AzAqvhfi+kHinifiWvY2nvoBYCI1xbcsPTAzwF/L3rNdkuPca35hVmJ33SN7scs7RiScxOKZjwyyZvvJm12sH07jt1fshkc1sXaw8n9uFZZ3Qeo6cTXS6aNF4FdvNi5qtxE9TfPlr/APUTWXpz4UdDes3itrVXLyn8Q1p7jLakYt7MzGI4zV/FPE7OrFjT6VCul08BPMEM7BdoO3oAOKjNbJmSsgDCGh1uJ4IHH5ldCWxNLydka+6Z02mtW9E/iGpRWJOzSWnPoLSVV3HXgmPajtbVvC7OquKgvm6drqqoWVnYAEIAOOMdKWOp02q0Phule81l9OwF4eWz71VCoNsrifnvVruu0+ovaWyUdPD9NgIBLsoQqCek8R8e9Ljhy55e94IIcSfk1t00evd/kpwMbW0D4/X/AAtG9aS3b0l7TpbuaRVU3EKKxYEyXZiN364oOnsq1t9U9tmAZhasiSblzdEHbmB/ahWdXZ02n1NkXjf8xQthAjrsDgqWct/QdqKl/S3dGumuXLto223B1QsGEk8A9ZNPjbl48BY0EjuA7qPcWcnXNjix9lDjG54PmjrxaprFt/h7FkpZOua6rfs7afswxICNGO2KF4ve0ul1PhWktaHR3rr3LbP5q+kC44tYVYljkiZjtRNDa0tzV6ezYZnFom+xusN524U7BgCTjn/CGq1OgXxXUeJ3XOpNlgNFpktuoFy0uwNeut6dq5MCZoJGH34hb3O7WucRvbnGgNHQG6vhRY7S/XIH2H9V7WeH6V/9T6LS2baJZS3Y1d62mEBQG6cDiYX8/etNbel1vjmtW9YtXzYsi25veu3YRSFVAn0lidxYnjgd6xfCvFNLY1Xivimudn1l+2wsBLbFSfq2k9ACFA9hQ/D/ABTw7S+HeMjU39Qus1pcbrNvfcYOm0hWY7QZLZPecxFVMnDywztIJLGNYCL2XH4j669UUcsejxZJ/LhI/i9Jc1Oq2BbVk3b402IQWWY7V/LinX12mRbNuWhUCyoBBEdwa57eEcm2sKSYUywQHhQWyahixjAAOfTOPgc16M4LaG1XbleoW14mFvabTXEIJtXZkfvI4g/lFJoUDWVbAB3EKJb2gUouqu20IJ3KTt2nNSL+nZSxZkeRGOnYbaGOExuAPARPmD2fD5WsHs3LiqquPSpO8AQsxugVvaXR6JrCQ27sVlczzjNcZa1Vz8TZvZFtQqNIyyTyRW9c1V3ToNXpboa021yoGHPBHsaOZ5LrBUQQt7KIVvGhc0dtnt/tFuMqvJ2sPfGCO9c3pbNm+7G4vLElRgye0dK6H/1bQX7YF7T3VcqSylTcViQAQAPvWHBS55iJcCjdsDhwQs8HFKfI4iiU5kLWn4Qte1Y0+lt2n8pZOVUKCYzkk178Sdzl1ImQCTwJ4FVAvtsVVLmAGYYVfuaPcQJbtEZh1LbuTms+75Vnhea69sWoSIO9tx7n86Dft2991gQG5UAYAYTuRqm6z3fO9WciIzA96C6Arb3FoVBORMCJqQKK5Au6e0NO1woFBgW2JJLSOc5rPZVZAJElcfI7RT9+55uBOxYVR/COkVndWBElWJHPeauQuN7SJQCF5W2soxJAOSOg4rzXFBiJ/wCcVDRuJCgYn3z2ml2ks3qjPH2rWB0stw2ukuraIaJkYE/2pIiGaIOADBFWbdBIInt1pQuQx6c8VU7SiDgr2wA9yDORjj90UzbUEkGOZiRSKu258nJUnEfugUS0zE4Ge5/vXdpXFwWr+yAAWeR2E1YruAjgxzxSSmIzII5H9c0wlzag6xiiaCNKCQjJZJOCIgimrbIvpgSOT12nFJpd3ekkr+QooK5zMggZ/WiLfVQHUi3dr+kAKRyfc5pY2iGElSd0wRgxnIq5Yfxd+vWgte6CTHUiu7dUo7lo6jxK7dt6hUs2NP8AiRaS/wDhww8xbakKokwB3ArOYWmUgzMYmIJqlx9wU8ZBpckkFgQDOJ6+1V4sZsI7YxQTHSFxslQwG4ARIEDIoW0b+c9RQnY7uMzmD1qN7zyZ4mBMCmdpUdycQAlhjpMn+lOAWgsCehPQZ7Vk22YtgZ96bU7YJIM8x71waRsLrCdIBWR3yD/evLaJOCogwfaaDbuFVMQczmrreJxJE0wAoCQE7bKWxEAkQwPJAHNEKWnx/EcjOTzSissjM/ejWzlBIBExJiQK7bdgog5OISNsKsTmScx3FRd0l+8dxuATESMD7CgWbjuxYRBMjPA45NPJfkAORtg8dKj38jdBMAaeULSDXeGPqbml0djU3HCrcfzLgcIJIVEBHyY/tXPs5AuqilFBYlGYnYYKwScyPiuotu4Rry43uHU9CvE1m+MWbdy1a1VpCLlwldRAwx/dcgfkftTIomRvdKB8Tqs78cLn2WhvgLn/AFMp5IGRk1Vlm18MBzXnJRQRk5BVeT1AqWJ8lQR6mMkAcferjiq5Qx79RyaG7Rxk9ACDz2ipYmD228Dg1ROmeBJEUBUUvFJRiRG3Ik5xzXhZJKCTnJ9uk0YW7jsLaj1MN2THzTlu1Z04/aEs8GTEgHsBWTLKATS1IY9UUFdPCwBuMfu5/ImiLY1BAX9oEmQqkFZPJg04l5GhbQZnPACEAR1J4pu3onYqbrsARO1ccnM1RfMRyrjWAbVbNpVW2CMKZBxMVGss6dydrGSCTPII6CmtTpTYtLctMWQYZTzB7RWfccOsj6lIO3265pLD3GwVLkV7ht2rIQZYTGPjHvUMzXUABg7lAB5meK86i7otwy1lpBHI60SxtdLd3qyEg/8AUMGpOhaEBBKpbvusyJH5EZmquUcuM1JMFmGTy08zVbSs166xjaOADgmAaILjpZqmBcXEqSPvNKXJF04wwzNN3UO+4wwA7CB1pe9Eo0Zypq4zlJcLah7vSBPEr3/OgqoImBk5zH6VZjm8BnrB9qCGHfPWK0WHVLOeNraZl2+rJ6f0pRx6ueOaYaSuPvxS1xTJIzIB+9SUgKombmeo7/wijWtoEnuJHU0ss7nyMsMfYcUwinGZJNQFJKaJHpjjselEDgKDyCcyKAOVnmOnergMcETnPb5okCMGjIk8GiqxOSY6YHYTyaCuIAM9MQR96Ku6Jz7wB1xUKVDMwiMgieKGWAEnoIg0V9w47SZAkUFoYRjn96JNcuK8zAgHiR2xQiRtMyeak7u0RQzkEDv1qVyBdAJEHoDjpVfual14IMmCD/iheruJOCOn50BRWj2gMzyI5PNNTIG3AnIzSiLyZySAAaYHCz3zRAISjq8KTyZHxFSGB45ORQhukiJ9qIsLifb0wa5cjIxPOMjtMn3owZTB27sMBPInqDQV3wZxEHABwKYtLbFsMyk+o59wfpxQPNI2i1fTbwDwzweuRxyKYdyEuShjbGTz3iM1SySFU7RG3OB+teeHDKpKsQQDODPcGq4O9pwFLAuazV2tVdK3mRkcqArNAUH6TOIpq54nrNUluyxtJbEbhbBG4g8sazdRbupeueYvrklvmoTe2JKjuB3rSFGik2SU09xBtGMEYA5zzNVvsItqDE5gzS92VAUz0kiO9ed5ZQWOFAgjjrRl20JRCBEEjjA+KHIAHST+YnmvOGM5BHTFVIJKL2IJJHNA40CpaLcE0xYlGUkOoBU44jrWnpTpL9oBwqXFHqk8/alV0YuQykzA5o1rwsSGZ59lb+lefkc1w2tporhaCPpbIBlBHYgTH3oh8RsYCkdeMxNWsaLSwoawpxkvk1b8LpJhbKQMELiKolzLTbtDW6L6v5T/AE/UCOtB8qwJNxlUmZAHI4oF5/wepUrJBww4BB79MVfUsC9lht9SyYEnNMaK4XUqaK4pfVafmVkfAxVdK5VNRZmPKukAE5g9KWW4mm1tq6d3lm6EeMYcRNMuqW9dqIghrZYSJkjM057UDTshDR93mAkkboGaM922EUJbYSCCcnHWKpZzuIgTM46jPSh3GYuwHCAZ/SBQ+aRUveVIjy4wSZ/L5rH1RYRiBubM9sVt+YNh2n1QR81iakjZEgw7fMnNOhJJ2ok/lS6g+ZbMD1COvJ9qoRBYTHqPFEfBtdxGR2iq3MO89TPPsK1GHSzHja1GYEHA4/OlnIIAjHtR2/fHTNLkCJ6yafSpoKgbmwcER+Qpq22UnkE80uuWf3Zf6CmEA3D4mhAXFH3cYA96ujznuD70LqPvVl5P/O9EOUPhGTBHyOgz804LltQoXGDiOMUmgH6iiWwN0+xoezuRB1IzujpmN2eRxSnX9c9au31H5NUIEk+wqQ2lxcqO/wCpgVXd7D5/zUNkt7f4qByflv61NKEBzgiOvAoO1eIMc5OJoxAl/mhf4FQQiCMjfTjqOaYDccexpdQJX/nWinkDpP8AmppCeUVHkz1k0Qcj7zgflQV+ofFFXr8A/rXVpd5Tq3EVViJmDA5ryXNxKgn1SGPv8UsoG4fzUQgB7ZGCVbj70HuwiD04lxYXiCB069jFX8yy23aIJiQOB8UpbyqnqBj8q8CZXJ+odfalPYPCY15TN/S6TUCbwyo9Lgw3xisu9orqf7JFxSJ8uAH56Vq3fps/zZqloftv/wC/81YhbTC4pjtrnGDhwHBB4yII9iDVbgHmCGkx1x+lbnj1u2tzRuFAZ1ubiOTtIiaxnA8xvkCmtPdtJcKNKhJAZmxn09Mir2FLsIMtu3RIz1iahwCVnoTFF0/X24j5FJmNMJRx7eEzv1bXBaOGVSXW3CgA8DdyTWhp9Hqj6lhDHIn5oGgVTqbjEAt5gEnJjtW3YVW1LA5C2yVEmASa89M+tBa7dC0qdS1hlXUbioGLigjr+8KYS9YZDcUkjBB79KN4hateTe9C/wC2446BJrM0AH4NMcWpHzNVaDgHJjQjatLd5FvDJH1x24mlGSfw7AjbJSmk5YdCTI6cUJvpA6C6IH2BpzNLgsvVICrCc+aqj5Jo10/tbMkytpkzzAFRqFXz1EY85f61OqA/EWP5Hq1d0EHklFtwLSQYmZI5pfUMVAtggFoY9/imUAKme39wKR1wAurH8B/vSgNolcOFQCOVMVlXz6W77ye3IrTf/atnrtNZGoks49//ABViEbS5DpQx9KyMQDNQ/qKk/wAIozIm0ekfRb/WpCptTA+n+5rRZwqEnK//2Q==

Saya melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang Surat Apostolik Paus Fransiskus, Patris Corde.

Pada bagian ini saya secara khusus menyajikan refleksi pribadi Paus Fransiskus tentang St. Yosef sebagai “Seorang Bapak yang Lembut dan Penuh Kasih”.

Menurut Bapa Suci, sikap lembut dan penuh kasih melekat dalam diri St. Yosef. Dalam hal mana St. Yosef tampak sebagai pribadi yang lembut dan penuh kasih? Mari kita simak uraian berikut ini.

Penulis Injil tidak mencatat banyak hal tentang bagaimana Yesus bertumbuh dengan baik di bawah bimbingan Yosef. Tetapi sebagai seorang bapak yang lembut dan penuh kasih, Yosef pasti sangat bertanggung jawab dengan perutusannya yang ia terima dari Allah. Ia pasti melihat Yesus bertumbuh dari hari ke hari. Ia menyaksikan bagaimana Yesus “bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk 2:52).

St. Yosef juga pasti “mengajar-Nya berjalan, dengan memegang-Nya dengan tangannya: Bagi-Nya ia seperti seorang ayah yang mengangkat seorang anak ke pipinya, dengan membungkuk kepada-Nya untuk memberi-Nya makan” (bdk. Hos 11:3-4)  sebagaimana dilakukan Tuhan kepada Israel.

Paus Fransiskus juga merefleksikan bahwa Yesus melihat kelemahlembutan Allah pada  diri St. Yosef: “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia” (Mzm 103:13). St. Yosef pasti  juga telah mendengar gema di sinagoga, selama doa Mazmur bahwa Allah Israel adalah Allah yang lemah lembut, yang baik kepada setiap orang dan yang “penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya” (Mzm 145:9).

Kemudian Bapa Suci merefleksikan bahwa sesungguhnya sejarah keselamatan terpenuhi melalui kelemahan kita. Kita terlalu sering berpikir bahwa Allah hanya mengandalkan bagian diri kita yang baik dan berhasil, sementara pada kenyataannya kebanyakan rencana-Nya terpenuhi dalam kelemahan kita.

Tentang  rencana Allah yang justru terpenuhi dalam kelemahan kita, Paus Fransiskus mengutip pernyataan penting dari Santo Paulus berikut ini.

“Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna’” (2Kor 12:7-9).

Jika tata keselamatan yang ditawarkan Allah justru terpenuhi dalam kelemahan kita, maka kita seharusnya belajar menerima kelemahan kita dengan kelembutan mendalam. Dengan demikian, sikap mudah putus asa dan tidak menerima aneka kelemahan diri bukanlah sikap yang bijak.

Tentang kerapuhan manusiawi ini, Paus Fransiskus merefleksikan:

“Si Jahat menyebabkan kita memandang kerapuhan kita dengan penilaian negatif, sementara Roh meneranginya dengan kelemahlembutan. Kelemahlembutan adalah cara terbaik untuk menyentuh apa yang rapuh dalam diri kita. Jari yang menunjuk dan penilaian yang digunakan kepada orang lain sering kali menjadi tanda ketidakmampuan untuk menerima kelemahan-kelemahan dalam diri kita sendiri, kerapuhan kita. Hanya kelembutan akan menyelamatkan kita dari perbuatan pendakwa (bdk. Why 12:10).”

Berdasarkan kutipan ini bisa kita katakan bahwa selain memandang kerapuhan dan kelemahan diri sendiri dengan kelemahlembutan, kita juga seharus bersikap lemah lembut terhadap kerapuhan dan kelemahan orang lain. Sering kali kita menghakimi kerapuhan dan kelemahan orang lain atau bahkan menganggap orang lain sebagai pendosa yang tak layak dikasihani. Sikap ini, menurut Bapa Suci, adalah tanda bahwa kita sesungguhnya tidak mampu menerima kelemahan dan kerapuhan dalam diri kita sendiri.

Menurut Bapa Suci, supaya kita bijak menyikapi kerapuhan diri sendiri dan orang lain, penting sekali kita menerima Sakramen Rekonsiliasi (Tobat). Ini adalah kesempatan untuk menjumpai Allah yang penuh belas kasih dan lemah lembut kepada kita yang rapuh dan penuh dosa. Allah yang Maharahim menantikan pendosa pulang ke pangkuannya (bertobat) dan Ia menerimanya dengan rahim yang terbuka lebar. Begitulah Allah bersikap bijak terhadap segala kerapuhan, kelemahan dan dosa kita.

Bapa Suci melanjutkan refleksinya:

“Secara paradoks meskipun si Jahat dapat mengatakan kepada kita kebenaran, tetapi itu dilakukannya hanya untuk menghukum kita. Namun demikian, kita tahu bahwa Kebenaran yang datang dari Allah tidak menghukum kita, tetapi menerima kita, mendukung kita, mengampuni kita. Kebenaran selalu menghadirkan dirinya kepada kita sebagai Bapa yang penuh kerahiman seperti dalam perumpamaan Yesus (bdk. Luk 15:11-32): datang untuk menjumpai kita, memulihkan martabat kita, membuat kita kembali berdiri tegak dan bersukacita bagi kita, dengan motivasi bahwa “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (ay 24).

Menurut Paus Fransiskus, melalui kecemasan dan kerapuhan Yosef, terjadilah kehendak Allah. Dari Yosef kita belajar bahwa memiliki iman kepada Tuhan juga mencakup kepercayaan bahwa Dia  dapat bekerja melalui ketakutan, kerapuhan,  dan kelemahan kita.  Ia juga mengajarkan kita bahwa, di tengah prahara kehidupan, kita tidak boleh takut untuk menyerahkan kemudi perahu kita kepada Allah.

Dalam menghadapi kerapuhan, ketakutan dan kelemahan diri sendiri, seperti St. Yosef, kita tidak boleh mengandalkan kemampuan sendiri. Kita perlu mengandalkan Allah, menyerahkan semuanya kepada Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh St. Yosef.  Ini sikap yang bijaksana. Jika demikian, semuanya akan baik-baik saja. Bahkan keselamatan yang ditawarkan Allah juga terwujud melalui kerapuhan diri kita. Tapi jika mengandalkan kemampuan diri sendiri (mengabaikan Allah),  kita pasti gagal, mudah putus asa dan kecewa dengan diri sendiri. Akhirnya, kita tidak bisa berkembang dengan baik  selaras dengan kehendak Allah.

Bersambung….

Sumber:  Seri Dokumen Gerejawi, “Patris Corde”  (Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI 2020).

 

 

Belajar di Sekolah Yosef (2): “Seorang Bapak yang Dikasihi”

0
data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAsJCQcJCQcJCQkJCwkJCQkJCQsJCwsMCwsLDA0QDBEODQ4MEhkSJRodJR0ZHxwpKRYlNzU2GioyPi0pMBk7IRP/2wBDAQcICAsJCxULCxUsHRkdLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCz/wAARCAC7AU0DASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAAAwQBAgUGAAf/xAA7EAACAQMDAgUCAwcDAwUBAAABAhEAAyEEEjFBUQUTImFxMoEUkaEjQlJyscHRBjPwYrLhFSSSovGC/8QAGwEAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAAAgMBBAUABgf/xAA1EQABBAIBAwEGBAYBBQAAAAABAAIDEQQhMQUSQVEGEyJhcYEUkaGxIzLB0eHwshVCUmJy/9oADAMBAAIRAxEAPwDkrjOW3MT2EDp71U3GUGBAn7j3FHuxMxwcj/xQXbAImOvcVXpWShi8+65nqOPgc1csTJPOBIxFRvH7SEg7l/7RVw2ACJP6CuUK1pnA252E4/8AMUxb39sQOD/SotxtPsM15CN0+rbPBHFAQitGkrIJjtRrd15UEyoByYkD2ig3AxaRxj8qNbR2yIj5zIoS0IgVV7r5BJChiR2oeTkEkAc1e6jAGYyDEf3qigqj7u3WuDQuJQXLyZ4ETnEUtcZ2IkmB9IHM0zgOCZ9uw+ard+JjPP8ASiAQkpYuy5X2nHPxVfNfuf70RmwSoyOR8dqrvG3C52jP96NCvb2OTzGMYGavbZ1BAJ2tE/P2qA0ASJJ6dqYtEcDtJ7/eoKkKULyMYyT+dGkjkkDkGKAI3TDR1HT7UdwSFKz9I7Z6UHaitFt3XlQDKzOf1NMjY4DEEjdg9j70rbR2iIxgycn4phFaIaMEQP4s0stBRgpq1YtsXkMxj0CdueQc15LLAGZXnco4+aLbUiAi4Mxknn5pi7aVNhltzYJmcDOPakk0U0IScEKSqiSZ6nvRAX2mCT79Ae1D2CQAzAHPHNGCNBAJIgDIM46xQklFSOLDbV3AgsBETmes1FqwZXc0kSck9/ajWRacDd5h2rs3bmIxkYJitCym23GxJE/vbWGcEGKWXFNAFK+m01jYbu8gQwPqHpHuKqjWkLMJ2h85zxEkGoBOH8vFuPN2k7GYjEDjFVZGN0FF22m6+/eotCQji6GtvDH1GVM9JnirK2rUQlz9owy0LAHuDV7ekuFWIO6ABC9Y70dbQJEARB9yD7TUgEpZNJRLl0MLd1tpB2qSZxzKwKYtXiGZTElCAScR7VS9bCsmG2k/VEGaW1moTSqt0mFO6FnJIyfiOtPCUdpu6111ARgcwp5K+1Zd7XaKywW7qlBVgQqAsQQRJgVl3vHLust3RbYWrCllO1jN0joTAP2rBuxc8p3cAMWOYACqYOVpgZ3FAXUF3NjxXw42zcfWJbUMIN3EZ6RNalrVW9Stlkvpfto52tbbdMyZ3DPWvkur16+QLFq0dlwH1sx3hiZ9JEUvpPF/FdErfh9Tdtgc7TBb2Jo/cEjSEvB5X2c6lLaZulAGWd5bAiCzNEAVRNSPwv7Jj+zO+yGUEOoJ6kDPNc1/pzx1fEkNvVXQNSF9UtAuKB0ArpVezcKhSApYAsSYOYkdaQG9poovolZu2mF1kBC5ugfSS2YkYmkdXriN0BVAD7N5JZQTzitzW27hsFNOHcsYUOuy2YyMnPvxWFr7L3LSqyMt60reYTtZbccKY61zhSNjvK5m+HW47EZJ5B+/WireEDdgwMAE/rXtQjKArZwJnH2pcT3o2tDgm3S564TmZB7jmqlSRgD3Jz07UyRbJJKwZ6dRQntiJUEgzuPSemKsByqEJZJLNAAM9eBgUQiMZBkSAc15cswj95cdfpFMBEXbuU7yPUP6URNKAFRSYMYx09qNbBPOeKldg3QoCgA/Jow8sqPTGen+KWXI6RURWC8SMczijWrckdAs/eqKpABQAAiGlpNFtH1LkfB6n71F2ppDe2AYMHLGaDcVVUL9zn9aO2WIkcx7UO4oIJdcns39q66UEWkLm4HBNCcnIM/I5+1Ov5YC+kfJz+tBcWyTKjgbSKIOUEJQAkY5HU9PmqQZj3OYx8xTLW0IlVJIJmOi0LoB70YNoSFBG0Zw3WMk/FFSYgYEc/5qy20EFgQxJ+69KKoQHCgDaSSc57UJcEQCrbDHJM9+8U2iIyx2yM1RTbKt6QDxjE0a2sAG2oB67mzB9qDuU0iW7YJgCADk+1MXLVzagxtYYPJn3oFvBAnrmf6U+BKTIkHg81BUqdNvUguQB09hTLgHJIiPTBkHvSmWJ2qTPp9wetOW7QZBuABGDmKS6uUxt2q22B/h56cz7UTI3oJ5kQKGQFkAKJPJ7e1HCsPUQWUwQff+tJcRSshqZRGVEg+oTuzj3Jpy0GvbFHCYPGAKWsDzrgRGB7EyAT1EkURTetXyNremJKn+9LCIrU09ooXtFN28bx0BBxBAql7SPp9qqB5J43klwR+7/ip095tzMcmQBESAOBFWuX7l9i0wqg/V0PxRUlG7R9M+nspAQAmCxGBuOJNVd0LSiZB9WY3RST3E2gSOSCVzJo2kRrkEggmcuTOO9GN8JTgBtGu6ndbs2wgD7Ss8kz0jiuU8WfVX/EtHod4S0bW9mK/VJ9QUfkDXZPo3uKpUjkeo9u9Ynivgt4XF1iXyz2LZKoR9IHIntFOArZSwQVm6vwfR37NtLTeS1vCskEOesrWHqfCdQLgs7i9vyz5j7doWMCBxmulW7p7C79VdCWkQlnMc89azr/i2mCApac27oBRr0rvHdRE/rRMLr0mdrTork9Va2q1q6p/ZhVDKOQvxWdc2m2BbJKqT6Y9Xya6q/pLzW7mrTaEvbmth+Y9pHFYH4Tauo9S7lAI5IIYxGM1ajdfKS+PdBe8HvtZ1di5vKKlxHJUAvtmvrnh2osXLfnrcYW3UNKKCP818k0GnB1KW2kAugfYYO0kAgHnNfYdFo9Jp7entsIQW9iBiScAGT70nIALgQhaSBRU3b1tyCjXGIEL5hknHaTA70lftTp3RmK3Lh3MyARckzJFbN+2TbQp5e0MMerc46CldRYYJvdAApZsD9KTSJpXJarTv60uEmGUkryf+kYpE2lUwCoA6MYP3rf1gyPT9WWOZ79axL1lhcc7WfcSxZvUc9KW1+6CuNGly1yCTsweIz1qRIUKDGAGDf3NWjLYOI6VUtkfn71dpUrVVQK11lYbgQeMfSDXn3NBEkgyScf0qEjfd5yRE/wAooikkf4rq9VAK8rKFbuMfb70S3cBwMQQTz+U1QDD4jMe360fTWkDAuDLMJjoPiocQFIBKPa3EAJkkwSZ2x700mnZFLBGkzJI9VWtMihtvYxxjNEW8xIUEkme2BSe7aYGoFywwhwu14Jnof5opO6xkbpDdZ6n5itHziTyeSCMfnFDu+U7EniDwBMx2qQ7e1BBWQ9wTBGR1/SqXCGPpw0A/Jot20oYOmMQwPPyKoVzweJpwIPCCiFRdyrElWyM5B+9T5YyQ3q+MTXmY4H9arjd+9En4rq9FBK825gMlmkHtHPXmroVWZiQJnpmoVjH+OasFgtgiBz81IACmyrW7g+kYJ5NNWiSDsyxM4mBPel7NpZZnyTgAfPJitW15SE7ZiTAIHalOcEQBUW9O4l9pLdz0x+7Vra3ywUK3WJwOeDVxeIIgmScDHNNWhDKc+o9aDuRgI1jTtDb1IYrxI/tTKWrOz6WLfMkH71IZRu8tYyoEkTTACkEmRA2kj881Xe5OYQEs1tAI2x8jPzFetK5OI2pHB5imfTFsNJEGCcDjpVgqAEYG74z9xS9FP+amz5YZg5KmBtgZB+aatB7ZdrqMd7YY4O3pNLL5ZZQRI9MknHNNFwhKgl4gycgjqJrlB2pe0QQBMsYhZBxkUG4zK6qSZYEGIgxye9WLXFEhmMPuEn6V6AVXYlwF1gsO/wD1HPFE0JRU2lyN0ED6Z5PvTQu29PbW5eYKnmeiDDu5/dFBtIS4KYWQCD98ikPGNUber0dpQpRLJYECTvYmSJ601o9Ely6n8YfLRtqqIk7gT1gDFc/4lrtWy622rnymR0JNshmFwZGB+oNRoTqNTcAGpJVV8zgFQ7cFt2CRW1f0OjNlldyzbDDMfUYExuGaexriNqsT2lfPNGnn29dpr4AsWhauW1Z2ZixJD/VkDiKet6HwY5vPfuH0F1u3mcjb0BbIHxQNfau+H6rVXrCpcF2w6MH3RbBj1SeT1rHt3Na11mW6+qZm2u21EtrH7oa4RP2FH2u3RVxha4CwtnxjUB08rTkLbJCrHRe0Vztjy0ustyTvQrAnocA1o3LzuoW5a8u4FJAOevSKzLkfi7KKVkMJCyR3NMY2htBI4dwLV03+l/CBqNdqdVda3t0rpcNsg7juUwQOwrvPJVL1u6zNyI4+ODXzdW1S27r6e463doACYLYnFK6fxvxPTOpW/dW4pIcMTD/KnFD7n3gJvfolvNO+S+vIFubiMQxHTHuKHq7KNp75JclbbFck1zvg/wDqrR6tVtX9li8MEAgIxjkbuD7VvX9QLunfy22i7bZV6s24EYpdhoIPKWWEH5LA1KvcViYxMknETWS1m25JYuDxgkA+9aeovBVVSY6NHEjBmhkr1UT1g4+2KoO0bC0GHS4A7QzBZGOpn9aGYnB6TJFXaSzQOenX70NlMEitQKiShJu33JOJEf8AxFHWOZg+w7Uus7nyJ3LPt6RR1Uzx0nnFTyoCuNsNAzMEk8zR0JBeIH0gRzQbeegOSTHamFCwAAuDkn3pZRBWDNmSOT7U5pmAUMwGcCcn8qUW2S0FB3J4pu2pBTAgcdc0BForVNSYKkRDHoR/SlizTg8z+VNXF3SIBEmM0oVMkbAIxjiPepAXEoVwyXwDKqeaGdsqQCDGTOKYYLgbRIyY7Us87h6RjGZFGEKq0TznMz3oQndzj+9XZTnHAnmhQ2O/WjCEo6x3+Iq42+swd3IM4oaqcYnE80S3zEAyek4oSibZRLcgjAwg95NGDGSSw5H3+aqoABAAnnP5VZUyBtBB6ntQKQmdKwyzRAbqR/TmtO2dwg/vDHtms62kbQAIBnnmOKeTCwDmMzQ0itOKyohBBM8z1PFXtXvJPJKEGFImD8mlpYxMgciRP9KoxI6kljOBgD2pbxaK1qF2vosGCskALkzyAaFEhWO6R9u9DsO6AAkZIJPEE/NMqsEbgQD1OBHeTS/dgI2vPAV7cMYZiAVxGciiAsjCGBAUyIwQcf8AM0HbsYMox9QiTE9ZFUn6gvUiADBnmQTio7EYcfKce5KzyARJXmPvV0V2SSdoBkAc9s1Sz6cMgkxknBNevam1YG2Ve8QCLcxzwWPAo42FxpqhxobTQLAGOpJz2isvX2tPZ1AunULLlQxAZgqxw5jr2q7XNbeUeY5RGg+XZG37buT70VNILzpaCBQQGZjBJjoBV1uPqyVW95Tk34baCWwEKwwlDECOQKqb/jL6k2L3kppVLLuL72Zdshtu0RV79u/pkxtiDtiZHzWHq9Xqh+08ywg+nzPMdbqT1Xaftwa7+VS1gl2CszXeInzdptXGDuy2kuDb5i7tobriaRXU6W2PNv2CrW5UG2BJbuJ6f4r3mWruutMdxtLttgnDKII3jtziml8OsW7im7F+2AQEuLkEnBkf4qu7Iax1OThC4j4EgfELJW4HkEglDtllngAf+aH4Vpy73NU4YlJgDgbu9a9yxob5ZmVkJAXNuVxxkTTPhmjRBrd+psLZIAt7z6pGZjGKl2SztNIBA5psoGmR912bZguCv36Ch6nRaXUNdRxtuKjRcQ+re3AIFa9m4nkbkZI9QV1GWC4LAmkri2rV2wqtPnXJczJkxmqByHONt0rQjHDlylo3vMuWbgHnWgVkECdpgzWhoPHPEvDnKLebyw0+XcJdPyPFK66w34jUOn+5buuIIwwnj70D06gLnaw9JxJB7VuRFuQyn8qjKHQm28Lth4toNYEclLZuzCuZCt/MRFMq6AQcwYBBwR7VwkXrA8ssufUsAx95701Y8a1Nm2tsNtA/dcTH8pPSqcmK5poJrZGuHogXVZWaO/NCJBiQPemLoAZiTzjFK3CRmmUkAlpsKuNziAIIGBz6QaIokTmZjnoKEDJf5X/tWj2yAM8bjP6VksAOR2nhfSsiVzOgsnb/AD0N+eVBNy3BBIDd+pHemrDi4rYhlIkD36ilrwULbg8lj19u9X0oYsxBgQB8kmiYSyfsbwquRBFmdFGZMAJAOQAL3X6rStgAySJI69Io9s+pcDFKPdt2QhYklhCogl2+OlX/ABOosILj6QlBhibqkiTiQoq66RjfK8hB07JyA0sb/NxZAv6WdoxiYOIJiaDcAMkGJ7fpUpqbOpynpIy6NEj4IxFC1Di0kgMzNJwDtAHVmFT7xnb3A6QnByBP+GLaf6HX6oN1lVrSx6n6CMLEzig3VIIIzI5xigq7earmWYkkxknEUYvuyVYFQPqkTOO0UnHnDybWv1foj8FrAzeviNgbv5oLHEH745qPTJ+Jnp8V5yTiIjuZqkmI68TThPHR3ws53Rs1paDGfi44N/kig4AETzVSHBGDJ+mAf0FShj39j270RbwQt6WBPMEEfakTujkYD3UtjpMOZ0/Kez3He6qIsavgpq2PTkeram75imLYAKkn2z2pZW3KpEywBjtVkvlmKWbZuFZ3OXVEGYxIp5cxgFlYbcSfJlk7GVRN+AN+p0nlORGczxzTSqWEjuQazber2XLVp7Trce4iANBQKxgsGHNbCtbgLIx0Ga5rg7+VKnxZcaveir42N/SkL1cSRmAQfzFSTG31D0ndLYAA5n2qXJYwuB0JisvxO41qzbsg+u9uNwg821IEfc/0oZXBjS4pmBiuzchsDfP7eT+S9q/GrzMbWj9Inb5wWbjk4/Zg8Dt1pzTeCNeCXPEb927cY5trcMWxj63Mkn4rM8EsC9rlYxFi2971AkbsIvHzI+K6+0rAZbccDjgcxVWBvvrfIvUdYyG9JLcPCHaasnyfv+6SHgli2oOh1Wr0t0AlWW47Wz/Mrf5rNtXvFv8A1bQ6TXOreUb9xNiqqXJsuBclQJ/4K6JnuWyJLQeY4WlbtlLuq8P1AjzdPcvIoMnzBdtFdojsc/8A7TjB3EdiycXqpPc3Jp1g0SNg14PKYa7cJCW83IAPJCDuQKzr96zb1YsqfNvnYAgPpW4x5dv1o2s1tvwxHtrFzWsNxmYsg/vO3t2rC8Pv6i9q/M0+mOp1ALXHuPcW0vqnJJETzFacZjg048/mVjNxZ8lhfE3Q5JIAH1JofquvRmAWTJUQ3sasrO5DIwB3DawmR7isI+M2v/c6e9avaXWpvTZcKurORGHEZ6jFO+H3rv4SwyKbhi5Ch1TcQ0ABmwPvTGObJtpVDIx8jFeGTNonjij9DwR91s3tY7Klq7ZRiRsa6tzaVIEhtkGT9xXNeJLuW+n4dE2sodt/mMZMiDAA4quo/wBR6e3fNu7oNUlywxS4huWZ3AQcgVTxHxTTrp7d0W28zW2kvW7TESoaGDErjHHFCJscguJ45Vx/S+psLGiI/HxxvV+vp5Wa6lm3YmSxAHqMGZp1LovW5DEmACZ/tWf4fde/fuWwrEvDZgqqgdTjmr3mTw7Ueoh96k+UhGAeG3cD8qzsprJovfNVnHxMuHK/AuYS/wBNf3qvnabWyt5WtsDj1YZgROJEGue33J+t+erE8Gt3Sa/1Lcvae5asPA84SyLMxvwDHvWAeW+WrFJ2F9E6DjSRiWOcaHHB9V1ejeNFp+1wtmf3ZoF591zS4YEXRtk9JA6UxaVLWh0SkiUsgg8MCRmaz9drLatZVFJvKV9AieZEn3q4S0GyvBw48uQ/siFlA1ShNXfYgHzLhJnrmse6y2tQ7rBXcCenJitLW37nmAPZ8tx9QDh8xwSBzWQ5Ox3flmgg1dxZADYKnLwpYmAyDR4OiPzCdYlim6R0XqCoyAaWvLdFw+WJUwcdD1Ga9avBraDErI3cz0qq3seokGT0jrzW7d/EsChwtC9u3twZFJ3SBzyOs1p3SrzAIxk8foKz7qGCSODBnistpCcWlCQg+YR/EP8AtWjoGMRHPaf0oFsAbwON0/mopqyCSMwATP6VlAXkkFfS5XmP2fjcACabyL8/NXWyH9TuT0CgQRFMWbQLBZCrOM8GrpcCgAKQZM/p1qwbJbb1MgRV5kbGm2heHyuo5OW0Ryu+EcAaH5DSW1Wm1Hnb0/aIwXaVIBWABBEzT2oezb0N23cdTqGsWwFj1FtyksB2+aU1Wuuhnt2YWCJcAbhj6VNFeyLOj1X71x0BuOcsxLA5JzFUdW/s+69Z/FdFiHMAFEdgA2eNk+B8hyk9CQNSnutwf/WtTUJZ/DX2VoOx8dDAmsvQkjU2z7XP+0in7139lqUYDNlo/mnmpxh/CKX7RV/1SKv/AF/5LKs/7lv57Z4pi7OIzzg80DTmL9g9m6fykU87Bx9JBznsKPBNNKX7YgnJZX/j/VZzAy08ihvc2mOg/U0VwQ7iepz3oLBdxOJk9PtQYzQ6V18K/wBcyJIel45jNE9v/G0a227GB1xmob6jIjj+lXtIQVGRIkkcR9q9e/3X+R/QUzNDWxhrVT9lZ5cjPfLMSSW8n6hHtozW8EZtmBPJig2LzWG3AArwytwRTlpwLSMRhLakxBMATMVF7TpfYtahXKgx0YnrQzRuc1rmcgKenZ2PBNkY+W34HuO/F3wU3aOk1v4Z0bbcsXUusrjIUGWXng/2p9hbYkg7RPT2FcyGu6e6GgrctnjpjofauhR3bYwEjaGgj+ITFFjyF9+qodf6cMP3ZjdcZuvl5q/I3pWdSCG3EqY45isjxYRftHkGwpH/AMmrbPqUgCBErJ4HzWd4lpi9hbiBmaySWjqjDP5f5p2Q0vhNKn7O5DMfqLC/g2PuVTwETqdUOv4cEfZxXTqNkAlpboOmK5HwjULptdZZo2XA1hieBv4J+8fnXWFhPqIAA4JAiMmaDCIMf3Vz2sjczODzw4CvsmULBeTA+qcmKQ1t29Z8rynA1FwnyyYi1ZAIa4fc8VB1V26G/DLuQSDcuEpaI6xGTWbr762925y964A0tMsAAAx7DtWxjR9p7nLyLu52m78pDxUrbNuyh3NdHn6hySWdifSDP51pf6cBTT6q6SFXzoLkdVUQM46mudvsWuMSxZh9ROcnOK3/APTxDobRRWAvO43tgMVWIXiqLXE9QN+P7L2maxjfZhgZ5Iv63v8AskPHXt3PEGe2QQ1izuImSwBXM9a3/Abm/RaQtEpcuWmkjv1+RFYv+pENvxFVJQkaXTk+WpAEyYzT/hGgvrobOoW4qfiDccIdw3IG2Akg8Yniow3H8a+uNoOtRsf7PYznn4h21+Sx/Gih8V8TKZXzzHP8KitLQ+GWddo1Z7sag2DuZgrFFnbbCgkYUR+dZPiiuniGuW4FDi7DBSxE7RwWzTNjV+IaY2RYIjyLL3C6+nK+gKcH5zVSFodkSA+p/dafWJ3wdKxTG6jTdjnTQt3TeHeH+FRdO+87oCzO0ZAJwoAEc1yd68+r1Ny/dMvfu737DceB7AYHxRtV4t4k1wJccBQoMQRIYETjnnFKLAZccEf1ocz4A1g4RezLjkOyMmQ3IQBfmq/38l0ekIcXRsBtOrJtIldremK5wgbo6bo+0xW3ob8C+sgJ5WIxBPxWJ+8P5xx/NVXJHxWm+ypcGzNJ4r+q6bWubVsEqPRZ3iCeQMH86520y+aXuNB9Tbj1fBzW94iDdGpUHAsEL77PWRWDp2Rb1suAUJgzxnihdpzbQdDjY7BnIGzY1zVIusuWbtxrltgd22dvHHPzSGoEqoI9JHTvPWtZk/EO92FFu0VAgD1OckYrL1Mhrh4BmQehq5DGRJ32sefPidgfg2sNA3ZP+FOmVSiEhQLikElfmKWuWtUXbYybQSIckMM03pgfL06sJAVuJI5kUG4G8y5tJjcexr0oA7QF4lx3pazekmTOBz0ilbzSGGMjmiXXIJGZjnNAb1DLDg9uazPd2rImoixap6JMYkrI5zA4piwWQEwCCcZHPHWkrYBuP6uo/wC0UyGKkZnE/wDmq/4RrXd4O1uO9oJn4/4Qsb2Dxvx904BCzuiZPcCpWDtCkyP7d6HbMqMETP3NGthgR0n5qz7vSwfem0C9o7jOWtbWVzugnaVJ7zimE0uouWtl687enbbUElEPQnqaMp2xgSZHPvzRrbS+D9I6cE8VTGKwOJ9V6N/tDlyRNj18PBrev98LMtaTW27oYFUI3DfhoBBBgf0p26tsqwE7iApJ5MiJxiiM3qZSeDj36wKCTuIOASSevbpRx44ZoKrn9XnzntkkoEegWd5Ny24KkYb0zg9s0eGX1MdzEZAwo/lBq7gkg5wYnORQbjRGD1iKJmK2O6UZnXJ80AStbrzWz9/RAuglmcwAxJgZj8qodm08SYE9Oc1YncDJjn54pcAb439f1ro8VrD3Aqczrk2ZC2CRopvHy/VPW3xMDsMwf1qHtXbjO8KAT34+aGDEQZzTFtpHB5z71MmM2XTkrp/WJunuL4Wgk636KU3eWbceray+kzux+dFsDUWVUNbS6NpjYwDp7evFRbVgQROTnniaYU7cwJmKh2PVEHhGzqxcHtexpDjZG+flvSAdPe1V8XbtsW7ahVCSGZgvAMY+TWvbRwvseOnPalUaWVZ4yc9umab8wbdpmeeY/SpjhDLI8pOZ1B+UGNcAGtFADgK6rMLwB1ORH3ovlqrQciB8R3ihBue+PzowJIQEfTgGrAFaWYd7WZrPBbVwtc0ri2xMtbcfsp/6SuR+RqbT+OWk8m9pF1VtYUt5ibioxtLTkfatNzsUCTuMADrPtUmLaJbGSTLEkDnNdHhNLu9pLVtDrk0kIhyWiQDju5H3BCRu6nxa6sDS6fSoAFBuXfM2gCfSifpWFeuQ11izXGBJe659Vy50Hx7Vq6++Wm2pGfQszj3JrF1BEpZGSMsZ/erQbA1tFxJI9fH2WZNnve0xxNDGnmuT9SSSR8rpAEoru+4lvpA5ZzWhobmr0d1NQLF428FgFK7h7NFD0Nm3fvG5dDG1YYW0QYN1uYHtNdPa0V7U3Ct695SIVBtWSZUETtLnAMc1jZTx74ObohamHlyR4rsaQd0bt0b/AEqiEofC9f43rG1+pRbVnUEeTp7Dq91raKAqKRgQOST9u2xqLl3w5dPZawTdVksWbf0i4uAFVhKiBNB0tu9pr92/aMaQFrFq2WLXERDt3yehzNO6zUWrttGuXMgEodwCkwBDe3wf606ItjBLDs8nyqudkzZpYyUDsaKDRwP7/muW13hfi+q1eq1bppl864bpH4m2QgPALHExTuks6O7obS6yzctfh1W2t5bu9LzL+8ixIHfoelVd7N4odbqRc9RNrRaJWEwcbyM/85pLW371/ZaKi2iBUt6ezgIs8sePilxxhjy9p2VczOpS5kDIJWjtZxViqFa36JnWf6eN0ebp7geD6ARyOw9qxLmk1FoulxNj2zDKxyR/EK6sam2luxZDFQLSKRvJaAOARWV4yyi6hIXzEVGYKSSFbhX94q1l4rJI7PKy+kdXnwJ/4XB0s6wNStnUH0W7UKtxzlzmdqR+tDt6LVOFdQoG4bZM8ZmBNGNu6w0GnQEWtQ4ZieCSxwCa2rms8O8OVbCK168FhktEEW4MS7/2rCfCCBeyvVx9emhc8wtaA75f5S/nKwXz2W3f3ADywwtvIjO6srV6M2bu22QxaDsHKluBWhd8TuXiFFm2uYAA3dZnNDtlzcOouowYGVDSpPSagxA6Kq4fUp8OQyx1vkeEiPxtpVtv+zUEuAQhbPWRmkLpLb8k+lhHJj3p3Uu9x3O4zcJGCeBQtttFFtQCWwxGPzq1EwRi/KXmZz8z4e0NB2aFWfml7LP5IXIKqCAM5GJJqu2ZPqJnJmKOiFRcBBxxwM0PYpJJIkmeteiZsArykhpxC0LywIzxIg0q0iJHP50xdYhlBHWMYj5oTOJgxHH39pqgiHCWQAPcMdR9vSKYVWO2R89MVt2PCvCrvhd/xZLuuZUS472AdPIe0RbK79nHWe1KaWz4fc0mu1mqOqRbFxbVhbRtf+4uuCwtKXTlRBY+9UG58Ugd238J7TrynmBzefItCVYAIxjgmjAn0DmOIpe2/HAPRSZIBPX/APKPu2zOOecRWgFX4RcQuMxz2NHtgIoJIlue+fmlUYs2Igkd80yWzBn4PSl0eU0OAUXgCA4iZE4/rQsbQQOv6Zo0ypAkgA4pRngncQOkzxXV5UEjheYkiMCDgGaBcQAH37Hg0ZjIJ7A/Ed6OdHataG3r9a91bd+4tvSWLO1blwEgtddmBhQM4Uk/ehnmbCAX+TQ9SfkhYwvOljsGAmOonrihwN0x9uop3WHSWr98aS693TK37N3Qq7qQOVMfbFP6vw7ReF6fR3Ne2ouarV7ttrTNat2rQQBml3RiTkf/AJmlOy44+wO5fwK3xaYIibI4HKyFDEDHPB4ptFBAwRHQnmKNq9P4fY02g1Gn1F26NYt68BfVENq3bIQo23qGmT7UJbWoSxp79y2UTUq9yyHw7W1IXft5APTvFHHkMkAI1ZI3rY5QvjLUVSQAMEAzicCi42ieZyegnriggkc8wPtitXwrQ2PEBfLvet+TsVnQoUbcC30ssiB70OXkMxojLJwFMLDI7tCWsqFXeSJ/4KMrSP3SOh61S4bIYi15nl8L5pBZhPPpAGatbjBHamtOga5UkXoIyupOPbmrhyokNJkwMnA9qoAo2kx0JzmRV1XliCWYQoxhZ4FXIY+/4jwElxrRRrR9Ya8ZMGNwwtL6nUliyqqscrIMYHOeKrcubSQ7qTt4Uy33pO9dFq2SAAckjEr+daLWAm0DnapJ3riJ5tx2LbQdofOcRxSCEXLksZzvJE8xU33DKrFSQ9wsNuCYWIX5+K1fE/DNF4UukVbt97961cvXvONuLYwoChFHXd16VRnyo45Gxu5ddfYWUTYnOBcOAreDICTfJ/29y21OQXbJJrpNGPKtpuYEsd7k9SxniuS0jtbS0mQAty7zjrnFbQvsUsPMK9pXInr9687MCXFaw4Cu2tCeZZZoNp7i7e+eAfelrur05UwEtkwZRjvxwCZj9KzfHXdb2nuWm2rqLUnZ/GmD9+KzrSsFRy5YsQIJ6ERV6LtLQfVKcCLPotP8WiG4lhwAwlxaB8xwTyznNEtWXdjdIKqQdsQ24jnrSSBbd20DhQoUmJ95pwNPq06uyRN1CQMjl1AJ+8Vosja02syad7xQT3mtbSBt4wVUSevJrn9RcZrjKzli5knO5jyJp65euFGMPmVJYZGcAnisL8Rae7dcXAGn0hpz0weKHIfeguw4t2VrWb9ywoIvBFOClwBwOkqDWho7gtWGm2Cj75QqEM8bgOvesBbthCLhIu3R/tkk7FPtNOL+Kuql642pBbaUW3bCrB7SCf0rLdD3LYMgaFoW1G9TbA2PgHAYGeIq2sZrNjrvukpbB+oAcmKzm1CW2gtfBDbZG7dMbhnYKDcv2y7OL11mZZPmBnM+xNQMU3dhCZx6FSt0KGBUTmIgmfehMfKUXCQzP9Sgj0zmBGaBc1AUibbMDkEhloPmAsWcAZ2qoX0hfb3p4hK4zCtJyd+5gCsjjcO1Ltu3EGcY5qbNxmZpGGH0kxFUcB2Zo5PQ/wCa1YhTAFlyut5K07vERmfelnYGFggH+opm4cmZA+f7mlXngNywJPYHriqrlwXUf6XAv6Hx7SOSNObkG4wkIL2mAcx7QDSejsWvF7/lIL1nwfwuwSCoJvOhljMD/cuEFmPwOlE0fiHhOj8H1ugtay7+N1K3zcvfhL3leZdULgTugLC0PwbXaDT6bxTRau9dtLqyNl+wrErCbIEeodCP+T5Exzh+TPE0gkihR40C4Dya4Wp3MIYxx/30Tk6ex4drrmq0en0zahY8M0gtqNRZthf924T+09yWPTjNVfTjQaPSMyI/iWvIZfMVbg09qQAqK4I3MSATHes+6PD1Xbprmo1Ds4Z9RqFFpIBkhLQJOepY/atvUa/wm5rvDtYz3T5ahWU2/RZjc26OS2YxxzVmRksXaWhxDiSdHwPhHqB6+SlNc113QIofrte8Ts6PTXPD9HptPZS7cYM21ASxdgihuscnmm9U/hej1NpbmmQ7bD7FtogAJ/eYH+Lgdo96zm8Q8Nu+L2tWz3TYtjcHa2d25U2IqJ0AMmT1PSltRf8AxWs1N8khXdjbEcW1woIPsKVjYU03u4pe4ANJJsiy48fZMfKxnc5tGzQ+gQvVwo3MzBAB1YmAKe12ns+HWtPatraueIaj1XLjqr+Wp9IS0rggSccZj3pBbhtXrVxYYWrqXNrddrBokU/qNd4Zc8QTxBrj3Ldq3aNnSrbZLhvIpgXHb0bQc4mtLNM3vWNaCWAE68nwD8lXiDe1x83+nqveK6W3Z8S8NXTWbO+/5ZeyyzZZzc27igxBEmPaq/6l1Y3jQJatFbVu05cpNy27S21G4AjbOKL4bdbxHxW5rr7IFsWbl4wZS2oBQAHsBuNYeuvtqdTqb5wL112Hss+kfYRVDExXOyY2TmzE3f8A9O4/IJksoEbiz/uP6BZ7b2DgKxCLuuET6VkLuJ7SQPvXW6a9of8AUmh/B6o+XrdOFfcBkMBtF637Hhx/4jD8Ov8AhdlfFV1zXyur0yaW2thA7qC+9rgJIEghevSr+GXPCvDdZ+Oua+5qDbtXUs2bGlu27lwuAP2hunYI7Sad1SMzh3a0h7NtIBNn9vrajGcGVZFHlT4fpr6+M6bw3U2rV38NevIyXgblpLaA3GdFJjOCPmnPHNWdRrrllFQLpGNlHRfWxEBgx7AzAqvhfi+kHinifiWvY2nvoBYCI1xbcsPTAzwF/L3rNdkuPca35hVmJ33SN7scs7RiScxOKZjwyyZvvJm12sH07jt1fshkc1sXaw8n9uFZZ3Qeo6cTXS6aNF4FdvNi5qtxE9TfPlr/APUTWXpz4UdDes3itrVXLyn8Q1p7jLakYt7MzGI4zV/FPE7OrFjT6VCul08BPMEM7BdoO3oAOKjNbJmSsgDCGh1uJ4IHH5ldCWxNLydka+6Z02mtW9E/iGpRWJOzSWnPoLSVV3HXgmPajtbVvC7OquKgvm6drqqoWVnYAEIAOOMdKWOp02q0Phule81l9OwF4eWz71VCoNsrifnvVruu0+ovaWyUdPD9NgIBLsoQqCek8R8e9Ljhy55e94IIcSfk1t00evd/kpwMbW0D4/X/AAtG9aS3b0l7TpbuaRVU3EKKxYEyXZiN364oOnsq1t9U9tmAZhasiSblzdEHbmB/ahWdXZ02n1NkXjf8xQthAjrsDgqWct/QdqKl/S3dGumuXLto223B1QsGEk8A9ZNPjbl48BY0EjuA7qPcWcnXNjix9lDjG54PmjrxaprFt/h7FkpZOua6rfs7afswxICNGO2KF4ve0ul1PhWktaHR3rr3LbP5q+kC44tYVYljkiZjtRNDa0tzV6ezYZnFom+xusN524U7BgCTjn/CGq1OgXxXUeJ3XOpNlgNFpktuoFy0uwNeut6dq5MCZoJGH34hb3O7WucRvbnGgNHQG6vhRY7S/XIH2H9V7WeH6V/9T6LS2baJZS3Y1d62mEBQG6cDiYX8/etNbel1vjmtW9YtXzYsi25veu3YRSFVAn0lidxYnjgd6xfCvFNLY1Xivimudn1l+2wsBLbFSfq2k9ACFA9hQ/D/ABTw7S+HeMjU39Qus1pcbrNvfcYOm0hWY7QZLZPecxFVMnDywztIJLGNYCL2XH4j669UUcsejxZJ/LhI/i9Jc1Oq2BbVk3b402IQWWY7V/LinX12mRbNuWhUCyoBBEdwa57eEcm2sKSYUywQHhQWyahixjAAOfTOPgc16M4LaG1XbleoW14mFvabTXEIJtXZkfvI4g/lFJoUDWVbAB3EKJb2gUouqu20IJ3KTt2nNSL+nZSxZkeRGOnYbaGOExuAPARPmD2fD5WsHs3LiqquPSpO8AQsxugVvaXR6JrCQ27sVlczzjNcZa1Vz8TZvZFtQqNIyyTyRW9c1V3ToNXpboa021yoGHPBHsaOZ5LrBUQQt7KIVvGhc0dtnt/tFuMqvJ2sPfGCO9c3pbNm+7G4vLElRgye0dK6H/1bQX7YF7T3VcqSylTcViQAQAPvWHBS55iJcCjdsDhwQs8HFKfI4iiU5kLWn4Qte1Y0+lt2n8pZOVUKCYzkk178Sdzl1ImQCTwJ4FVAvtsVVLmAGYYVfuaPcQJbtEZh1LbuTms+75Vnhea69sWoSIO9tx7n86Dft2991gQG5UAYAYTuRqm6z3fO9WciIzA96C6Arb3FoVBORMCJqQKK5Au6e0NO1woFBgW2JJLSOc5rPZVZAJElcfI7RT9+55uBOxYVR/COkVndWBElWJHPeauQuN7SJQCF5W2soxJAOSOg4rzXFBiJ/wCcVDRuJCgYn3z2ml2ks3qjPH2rWB0stw2ukuraIaJkYE/2pIiGaIOADBFWbdBIInt1pQuQx6c8VU7SiDgr2wA9yDORjj90UzbUEkGOZiRSKu258nJUnEfugUS0zE4Ge5/vXdpXFwWr+yAAWeR2E1YruAjgxzxSSmIzII5H9c0wlzag6xiiaCNKCQjJZJOCIgimrbIvpgSOT12nFJpd3ekkr+QooK5zMggZ/WiLfVQHUi3dr+kAKRyfc5pY2iGElSd0wRgxnIq5Yfxd+vWgte6CTHUiu7dUo7lo6jxK7dt6hUs2NP8AiRaS/wDhww8xbakKokwB3ArOYWmUgzMYmIJqlx9wU8ZBpckkFgQDOJ6+1V4sZsI7YxQTHSFxslQwG4ARIEDIoW0b+c9RQnY7uMzmD1qN7zyZ4mBMCmdpUdycQAlhjpMn+lOAWgsCehPQZ7Vk22YtgZ96bU7YJIM8x71waRsLrCdIBWR3yD/evLaJOCogwfaaDbuFVMQczmrreJxJE0wAoCQE7bKWxEAkQwPJAHNEKWnx/EcjOTzSissjM/ejWzlBIBExJiQK7bdgog5OISNsKsTmScx3FRd0l+8dxuATESMD7CgWbjuxYRBMjPA45NPJfkAORtg8dKj38jdBMAaeULSDXeGPqbml0djU3HCrcfzLgcIJIVEBHyY/tXPs5AuqilFBYlGYnYYKwScyPiuotu4Rry43uHU9CvE1m+MWbdy1a1VpCLlwldRAwx/dcgfkftTIomRvdKB8Tqs78cLn2WhvgLn/AFMp5IGRk1Vlm18MBzXnJRQRk5BVeT1AqWJ8lQR6mMkAcferjiq5Qx79RyaG7Rxk9ACDz2ipYmD228Dg1ROmeBJEUBUUvFJRiRG3Ik5xzXhZJKCTnJ9uk0YW7jsLaj1MN2THzTlu1Z04/aEs8GTEgHsBWTLKATS1IY9UUFdPCwBuMfu5/ImiLY1BAX9oEmQqkFZPJg04l5GhbQZnPACEAR1J4pu3onYqbrsARO1ccnM1RfMRyrjWAbVbNpVW2CMKZBxMVGss6dydrGSCTPII6CmtTpTYtLctMWQYZTzB7RWfccOsj6lIO3265pLD3GwVLkV7ht2rIQZYTGPjHvUMzXUABg7lAB5meK86i7otwy1lpBHI60SxtdLd3qyEg/8AUMGpOhaEBBKpbvusyJH5EZmquUcuM1JMFmGTy08zVbSs166xjaOADgmAaILjpZqmBcXEqSPvNKXJF04wwzNN3UO+4wwA7CB1pe9Eo0Zypq4zlJcLah7vSBPEr3/OgqoImBk5zH6VZjm8BnrB9qCGHfPWK0WHVLOeNraZl2+rJ6f0pRx6ueOaYaSuPvxS1xTJIzIB+9SUgKombmeo7/wijWtoEnuJHU0ss7nyMsMfYcUwinGZJNQFJKaJHpjjselEDgKDyCcyKAOVnmOnergMcETnPb5okCMGjIk8GiqxOSY6YHYTyaCuIAM9MQR96Ku6Jz7wB1xUKVDMwiMgieKGWAEnoIg0V9w47SZAkUFoYRjn96JNcuK8zAgHiR2xQiRtMyeak7u0RQzkEDv1qVyBdAJEHoDjpVfual14IMmCD/iheruJOCOn50BRWj2gMzyI5PNNTIG3AnIzSiLyZySAAaYHCz3zRAISjq8KTyZHxFSGB45ORQhukiJ9qIsLifb0wa5cjIxPOMjtMn3owZTB27sMBPInqDQV3wZxEHABwKYtLbFsMyk+o59wfpxQPNI2i1fTbwDwzweuRxyKYdyEuShjbGTz3iM1SySFU7RG3OB+teeHDKpKsQQDODPcGq4O9pwFLAuazV2tVdK3mRkcqArNAUH6TOIpq54nrNUluyxtJbEbhbBG4g8sazdRbupeueYvrklvmoTe2JKjuB3rSFGik2SU09xBtGMEYA5zzNVvsItqDE5gzS92VAUz0kiO9ed5ZQWOFAgjjrRl20JRCBEEjjA+KHIAHST+YnmvOGM5BHTFVIJKL2IJJHNA40CpaLcE0xYlGUkOoBU44jrWnpTpL9oBwqXFHqk8/alV0YuQykzA5o1rwsSGZ59lb+lefkc1w2tporhaCPpbIBlBHYgTH3oh8RsYCkdeMxNWsaLSwoawpxkvk1b8LpJhbKQMELiKolzLTbtDW6L6v5T/AE/UCOtB8qwJNxlUmZAHI4oF5/wepUrJBww4BB79MVfUsC9lht9SyYEnNMaK4XUqaK4pfVafmVkfAxVdK5VNRZmPKukAE5g9KWW4mm1tq6d3lm6EeMYcRNMuqW9dqIghrZYSJkjM057UDTshDR93mAkkboGaM922EUJbYSCCcnHWKpZzuIgTM46jPSh3GYuwHCAZ/SBQ+aRUveVIjy4wSZ/L5rH1RYRiBubM9sVt+YNh2n1QR81iakjZEgw7fMnNOhJJ2ok/lS6g+ZbMD1COvJ9qoRBYTHqPFEfBtdxGR2iq3MO89TPPsK1GHSzHja1GYEHA4/OlnIIAjHtR2/fHTNLkCJ6yafSpoKgbmwcER+Qpq22UnkE80uuWf3Zf6CmEA3D4mhAXFH3cYA96ujznuD70LqPvVl5P/O9EOUPhGTBHyOgz804LltQoXGDiOMUmgH6iiWwN0+xoezuRB1IzujpmN2eRxSnX9c9au31H5NUIEk+wqQ2lxcqO/wCpgVXd7D5/zUNkt7f4qByflv61NKEBzgiOvAoO1eIMc5OJoxAl/mhf4FQQiCMjfTjqOaYDccexpdQJX/nWinkDpP8AmppCeUVHkz1k0Qcj7zgflQV+ofFFXr8A/rXVpd5Tq3EVViJmDA5ryXNxKgn1SGPv8UsoG4fzUQgB7ZGCVbj70HuwiD04lxYXiCB069jFX8yy23aIJiQOB8UpbyqnqBj8q8CZXJ+odfalPYPCY15TN/S6TUCbwyo9Lgw3xisu9orqf7JFxSJ8uAH56Vq3fps/zZqloftv/wC/81YhbTC4pjtrnGDhwHBB4yII9iDVbgHmCGkx1x+lbnj1u2tzRuFAZ1ubiOTtIiaxnA8xvkCmtPdtJcKNKhJAZmxn09Mir2FLsIMtu3RIz1iahwCVnoTFF0/X24j5FJmNMJRx7eEzv1bXBaOGVSXW3CgA8DdyTWhp9Hqj6lhDHIn5oGgVTqbjEAt5gEnJjtW3YVW1LA5C2yVEmASa89M+tBa7dC0qdS1hlXUbioGLigjr+8KYS9YZDcUkjBB79KN4hateTe9C/wC2446BJrM0AH4NMcWpHzNVaDgHJjQjatLd5FvDJH1x24mlGSfw7AjbJSmk5YdCTI6cUJvpA6C6IH2BpzNLgsvVICrCc+aqj5Jo10/tbMkytpkzzAFRqFXz1EY85f61OqA/EWP5Hq1d0EHklFtwLSQYmZI5pfUMVAtggFoY9/imUAKme39wKR1wAurH8B/vSgNolcOFQCOVMVlXz6W77ye3IrTf/atnrtNZGoks49//ABViEbS5DpQx9KyMQDNQ/qKk/wAIozIm0ekfRb/WpCptTA+n+5rRZwqEnK//2Q==

Saya melanjutkan pembahasan sebelumnya tentang Surat Apostolik Paus Fransiskus, Patris Corde.

Siapakah St. Yosef? Paus Fransiskus membagikan pemahaman dan refleksi pribadinya tentang St. Yosef dalam beberapa pokok pikiran, yakni:

  1. Seorang bapak yang dikasihi
  2. Seorang bapak yang lembut dan penuh kasih
  3. Seorang bapak yang taat
  4. Seorang bapak yang menerima
  5. Seorang bapak yang berani secara kreatif
  6. Seorang bapak yang bekerja
  7. Seorang bapak dalam bayang-bayang

Pada bagian ini, saya akan secara khusus menguraikan tentang St. Yosef sebagai “seorang bapak yang dikasihi.”

Menurut Bapa Suci Fransiskus, keagungan St. Yosef terletak pada fakta bahwa ia adalah suami Maria dan bapak Yesus. Sebagaimana dikatakan oleh St. Yohanes Cristostomos, St. Yosef menempatkan dirinya untuk melayani seluruh rencana keselamatan yang dilakukan oleh Allah. Ia terlibat aktif di dalamnya.

Pendahulu Paus Fransiskus yakni Paus Paulus VI (sekarang Santo Paulus VI) menegaskan betapa penting dan istimewanya peran St. Yosef. Menurutnya, peran kebapaan St. Yosef diungkapkan secara nyata dalam hal berikut ini:

    • Santo Yosef menjadikan hidupnya sebagai suatu pelayanan, sebuah pengorbanan kepada misteri Inkarnasi dan misi penebusan yang disatukan di dalamnya.
    • Santo Yosef menggunakan kuasa hukum yang dimilikinya atas Keluarga Kudus untuk menjadikan hal itu sebagai persembahan total dirinya, hidupnya, dan pekerjaannya.
    • Santo Yosef juga mengubah panggilan manusiawinya untuk kasih rumah tangga menjadi persembahan istimewa dari dirinya, hatinya dan semua kemampuannya, suatu kasih yang ditempatkan pada pelayanan bagi Mesias yang bertumbuh dan berkembang di rumahnya.

Karena peran penting dan istimewanya dalam sejarah keselamatan, St. Yosef menjadi seorang bapa yang dikasihi oleh umat kristiani. Bukti konkretnya adalah:

    • Banyak sekali gereja yang telah dipersembahkan kepadanya di seluruh dunia.
    • Banyak lembaga religius, persaudaraan religius (Confraternity) dan kelompok-kelompok gerejawi yang diilhami oleh spiritualitasnya dan memakai namanya.
    • Berbagai ungkapan kudus telah diberikan selama berabad-abad untuk menghormatinya.
    • Banyak santo dan santa berdevosi kepadanya dengan penuh semangat, termasuk Teresa dari Avila, yang menjadikannya sebagai pendorong dan perantaranya, dengan sangat mempercayakan dirinya kepadanya dan menerima semua rahmat yang dimintanya darinya; terdorong oleh pengalamannya sendiri, Santa Teresa menganjurkan orang lain untuk berdevosi kepadanya.
    • Setiap buku doa memuat doa-doa kepada Santo Yusuf.
    • Permohonan-permohonan khusus ditujukan kepadanya setiap Rabu dan terutama selama bulan Maret yang secara tradisional dipersembahkan kepadanya.

Ite ad Ioseph

Ada ungkapan terkenal yang berhubungan dengan St. Yosef: Ite ad Ioseph! (Pergilah kepada Yosef). Ini ungkapan kepercayaan umat pada peran istimewa santo Yosef dalam sejarah keselamatan. Perannya tak boleh diabaikan. Umat kristiani perlu datang kepadanya.

Ungkapan “Ite ada Ioseph”  memang pertama-tama merujuk pada saat kelaparan di Mesir ketika orang-orang meminta roti kepada Firaun dan ia menjawab “Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu” (Kej 41:55). Itu adalah Yusuf, anak Yakub yang dijual karena kecemburuan para saudaranya (bdk. Kej 37:11- 28) dan yang – menurut kisah biblis – kemudian menjadi raja muda Mesir (bdk. Kej 41:41-44). Sebagai keturunan Daud (bdk. Mat 1:16-20), yang dari akarnya Yesus akan bertunas menurut janji yang dibuat nabi Natan kepada Daud (bdk. 2Sam 7), dan sebagai suami Maria dari Nazaret, Santo Yosef adalah sendi yang menghubungkan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. 

Bersambung….

 

Sumber:  Seri Dokumen Gerejawi, “Patris Corde”  (Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI 2020).